Region Head PTPN I Regional 7: Pastikan Tembus Sadap dan Produksi Aman

Tanggal 03 Mar 2026 - Laporan Nurjanah. - 39 Views
Region Head PTPN I Regional 7 Tuhu Bangun inspeksi ke Kebun Ketahun di Bengkulu Utara. Foto: Ist.

MOMENTUM, Bengkulu -- Region Head PTPN I Regional 7 Tuhu Bangun menegaskan bahwa manajemen tidak akan mentoleransi kebocoran karet yang diproduksi semua Unit Kerja di PTPN I Regional 7. Ia menekankan hal ini saat melakukan inspeksi ke Kebun Ketahun di Bengkulu Utara, Senin (2/3/26).

Dari tinjauan lapangan di Afdeling 2, ia melihat masih ada ruang potensi untuk peningkatan produksi yang cukup signifikan. "Kami bukan su'uzon, ya, tetapi sebaiknya kita kalkulasi hasil kerja kita dengan logika paling sederhana. Secara kasat mata, setiap kali sadap, setiap mangkok kapasitas 500 cc terisi minimal setengah. Mengapa setelah dikalkulasi jumlah produksi dibagi jumlah pohon, kok rata-rata hanya dapat 75 cc per pohon," kata dia saat diskusi di Gubuk Namoraitano Afdeling 2.

Tuhu meminta seluruh unsur pimpinan Unit Kerja untuk melakukan pengawasan secara ketat. "Ada beberapa kemungkinan, pertama akibat pencurian. Kedua, tidak tembus sadap (tidak semua pohon tersadap). Ketiga, prosedur sadap yang tidak tepat. Atau yang keempat, rezeki Tuhan memang baru segitu yang diberikan kepada kita melalui tanaman karet ini," kata dia.

Tuhu Bangun juga meminta para pimpinan tetap menggunakan sikap skeptis alias tidak langsung percaya kepada semua laporan tanpa mengecek kebenaran faktanya. "Kami senang mendapat laporan tingkat pencurian di sini tinggal nol koma. Itu artinya, aspek ini bukan penyebab kehilangan produksi. Tetapi, tolong pastikan bahwa laporan nol koma itu benar," kata dia.

Tanpa mengurangi rasa percaya kepada para pimpinan unit di lini lapangan, Tuhu Bangun yang didampingi Operasional Head Iyan Heryanto memberikan arahan teknis spesifik. Ia juga meminta para pimpinan tetap menggunakan sikapa skeptis alias tidak langsung percaya kepada semua laporan tanpa mengecek kebenaran faktanya.

“Kami senang mendapat laporan tingkat pencurian di sini tinggal nol koma. Itu artinya, aspek ini bukan penyebab kehilangan produksi. Tetapi, tolong pastikan bahwa laporan nol koma itu benar,” kata dia.

Kedua, Tuhu Bangun meminta semua mandor dan asisten rutin melakukan uji potensi pohon (UPP). Setiap kali sadap, mandor melakukan pemantauan isi mangkok sebelum pungut secara acak. Dari isi UPP ini, kata dia, akan terkonfirmasi perkiraan lateks yang akan disetor ke perusahaan.

“Isi mangkok itu 250 cc. Nah, kalau 75 cc kan berarti nggak ada setengahnya. Segede (sebesar) jengkol. Padahal, pada umumnya getah sekali sadap itu kadang sampai setengah mangkok kapasitas 500 cc. Nah, itu bisa kita telisik lebih jauh,” tambah dia.

Tuhu Bangun mengakui, hasil hitungan matematika yang menemukan angka rata-rata per pohon tidak sepenuhnya mewakili kondisi lapangan. Tetapi, ketika ditemukan data yang tidak logis dari atas kertas laporan, semua pihak memiliki kepekaan untuk menemukan penyebabnya.

Kemungkinan lainnya, tidak tembus sadap. Dari sekira 600 pohon per hancak, dengan berbagai alasan, para penyadap tidak menyelesaikan tugasnya hingga tuntas. Tidak tembus sadap ini, kata dia, menyebabkan faktor pengali dari produksi yang terkutip menjadi tidak sesuai. Untuk itu, ia meminta pengawasan tentang tembus sadap atau tuntas sadap ini diperkekat.

“Dari laporan data di atas kertas ini terkonfirmasi bahwa ada room for improvement atau ruang perbaikan untuk menutup dan mengejar produksi sehingga target RKAP tercapai. Saya minta semua elemen di Kebun Ketahun ini, juga di Kebun lain, untuk menemukan jawaban sehingga apa yang kita harapkan bisa tercapai dengan baik,” kata dia.

Kunjungan kerja Region Head dan Operational Head PTPN I Regional 7 ke Kebun Ketahun merupakan rangkaian Agenda Safari Ramadan 1447 Hijriah. Selain Tuhu Bangun dan Iyan Heryanto, turut mendampingi, Kabag. Sekretariat dan Hukum Agus Faroni, Kabag SDM Ronal Sudrajat, Kabag. Tanaman Ary Askari, Kabag. Pemasaran yang juga Ketua SPPN VII Sasmika DS, Kabag. Kepatuhan dan Manajemen Risiko Yohanes Siagian, dan para pejabat lain.

Manajer PTPN I Regional 7 Kebun Ketahun Iskandar Muda sebagai tuan rumah menyatakan apresiasi yang tinggi kepada jajaran manajemen. Manajer yang baru beberapa bulan menjabat ini menyatakan segera mengevaluasi kinerja seluruh lini. Menurut dia, dalam tiga bulan terakhir, kinerja produksi dan produktivitas Kebun Ketahun menunjukkan kenaikan yang cukup baik.

“Kami segera melakukan evaluasi dan menganalisis dari semua opsi untuk mendapatkan kinerja terbaik. Terima kasih kepada Pak RH (region head) dan Pak OH (operational head) yang telah memotivasi tim kami dengan sangat baik,” kata Iskandar.

Dari Afdeling 2, Tim Inspeksi yang juga Tim Safari Ramadan juga meninjau kondisi tanaman di Afdeling 4. Di lokasi ini, mereka kembali berdiskusi untuk memecahkan berbagai persoalan lapangan yang berpotensi mengganggu pencapaian produksi.

Pada sore hari, Tim sudah ditunggu oleh ratusan karyawan dan masyarakat sekitar untuk mengikuti acara pengajian, satunan anak yatim, dan buka puasa bersama. Acara dilanjutkan dengan salat magrib dan tarawih berjamaah. (**)

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


Region Head PTPN I Regional 7: Pastikan Tembu ...

MOMENTUM, Bengkulu -- Region Head PTPN I Regional 7 Tuhu Bangun m ...


Ekonomi Lampung 2025 Tumbuh 5,28 Persen, Lamp ...

MOMENTUM, Bandarlampung -- Perekonomian Provinsi Lampung mencatat ...


Pemprov Lampung Perkuat Pengawasan Pangan Jel ...

MOMENTUM, Bandarlampung -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung ...


Pemprov Lampung Perkuat Pasokan dan Distribus ...

MOMENTUM, Bandarlampung -- Kecukupan pasokan dan kelancaran distr ...


E-Mail: https://t.me/hhackplus HackPlus-attack Smoking Ar