Pemkab Waykanan Tegaskan Komitmen Kendalikan Inflasi

Tanggal 03 Mar 2026 - Laporan Novita Sari - 126 Views
Jajaran Pemkab Waykanan Rakor virtual dengan Kemendagri membahas pengendalian inflasi dan program 3 juta rumah

MOMENTUM, Blambanganumpu--Pemerintah Kabupaten Waykanan menegaskan komitmen dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah serta mendukung program strategis pemerintah pusat. 

Komitmen tersebut disampaikan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Waykanan Arie Anthony Thamrin dalam Rapat Koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri Selasa (3-2-2026). Rakor yang berlangsung virtual itu membahas Pengendalian Inflasi Daerah dan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah terhadap Program 3 Juta Rumah.

Arie Anthony Thamrin mengatakan, bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas harga serta menekan laju inflasi, khususnya pada komoditas strategis yang memengaruhi kebutuhan masyarakat.

“Melalui rakor ini, Pemkab Waykanan menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah, memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali, serta mendukung program nasional yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” kata Arie Anthony.

Dalam rakor tersebut dibahas perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) sebagai salah satu indikator pengendalian inflasi di daerah. Sejumlah komoditas pangan seperti cabai rawit dan daging ayam ras menjadi perhatian utama karena memberikan kontribusi signifikan terhadap pergerakan harga di berbagai wilayah.

Selain itu, rakor juga mengevaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap Program 3 Juta Rumah sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak sekaligus mendorong pertumbuhan sektor perumahan di daerah.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia Amalia Adininggar Widyasanti dalam paparannya menyampaikan,  inflasi tahunan pada Februari 2026 tercatat 4,76 persen, dengan normalisasi tarif listrik menjadi faktor dominan yang mendorong kenaikan inflasi.

“Kenaikan inflasi tahunan ini tidak lepas dari dampak lanjutan normalisasi tarif listrik pada awal 2026, setelah pada Januari–Februari 2025 pemerintah memberikan diskon listrik sebesar 50 persen. Kondisi ini memunculkan efek basis rendah,” jelasnya.

Amalia juga menyebutkan, tren harga emas dunia terus meningkat karena dipengaruhi pergerakan pasar internasional. Selain itu, pada Februari 2026 inflasi bulanan tercatat 0,68 persen, dengan kelompok pengeluaran listrik, air, dan kebutuhan rumah tangga menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi. (**)

Editor: Munizar


Comment

Berita Terkait


Pemkab Waykanan Tegaskan Komitmen Kendalikan ...

MOMENTUM, Blambanganumpu--Pemerintah Kabupaten Waykanan menegaska ...


Silaturahmi Ramadan, Bupati Waykanan Besuk Pa ...

MOMENTUM, Umpusemenguk--Pemerintah Kabupaten Waykanan menempatkan ...


Musrenbang Tubaba, Gubernur Mirza: Pejabat Ha ...

MOMENTUM, Panaragan--Kesejahteraan masyarakat sangat ditentukan o ...


Ratusan Warga Pesawaran Dapat Bantuan ATENSI ...

MOMENTUM, Gedongtataan--Unit Pelaksana Teknis (UPT) Sentra Handay ...


E-Mail: https://t.me/hhackplus HackPlus-attack Smoking Ar