MOMENTUM, Bandarlampung -- Suasana Ramadan yang hangat dan penuh kekeluargaan terasa di Masjid Baitul Ilmi kampus Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya saat Yayasan Alfian Husin menggelar acara buka puasa bersama, Jumat (6/3/2026)
Kegiatan itu menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pimpinan yayasan, civitas akademika, hingga keluarga besar unit usaha yang berada di bawah naungan yayasan dan wartawan dari berbagai media massa.
Sekretaris Yayasan Alfian Husin, Firmansyah Y. A. Alfian, mengajak seluruh jamaah untuk mensyukuri berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT. Ia mengatakan bahwa manusia sejatinya tidak akan mampu menghitung seluruh karunia yang telah diterima dalam kehidupan.
“Kita tidak mampu menghitung nikmat yang diberikan kepada kita dari Allah SWT. Karena itu Ramadan menjadi momentum bagi kita untuk meningkatkan ibadah dan rasa syukur kepada-Nya,” ujarnya di hadapan jamaah yang memadati masjid.
Ia juga mengingatkan bahwa seluruh amal ibadah yang dilakukan selama bulan suci Ramadhan akan dilipatgandakan pahalanya. Oleh sebab itu, momentum Ramadan harus dimanfaatkan dengan memperbanyak amal kebaikan dan memperkuat keimanan.
“Ramadan adalah bulan yang penuh keberkahan. Semua ibadah kita dilipatgandakan pahalanya. Semoga kita semua bisa dipertemukan dengan malam Lailatul Qadar dengan terus meningkatkan ibadah,” kata Ketua APTISI Wilayah Lampung ini.
Sementara itu, Rektor Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya, RZ Abdul Aziz, menyampaikan bahwa momen buka puasa bersama tersebut juga bertepatan dengan malam ke-17 Ramadan yang identik dengan peringatan Nuzulul Qur'an.
“Malam ini adalah malam 17 Ramadan, malam Nuzulul Qur’an. Semoga kita semua dapat dipertemukan dengan keberkahan malam ini sekaligus menjadikannya momentum untuk memperkuat keimanan kita,” kata Abdul Aziz.
Ia juga mengajak seluruh keluarga besar yayasan untuk senantiasa mendoakan agar Yayasan Alfian Husin terus berkembang dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Mari kita sama-sama berdoa agar yayasan semakin baik dan terus berkembang, sehingga seluruh unit yang berada di bawah naungannya dapat mengayomi masyarakat luas dan terus berkembang dengan baik,” ujarnya.
Dalam tausiah Ramadan, penceramah Ustaz Abdullah mengingatkan bahwa waktu Ramadan terasa sangat cepat berlalu bagi orang dewasa. Menurutnya, tanpa terasa sepuluh hari pertama, kemudian dua puluh hari Ramadan berlalu begitu cepat.
“Ramadan itu terasa sangat cepat berlalu. Tiba-tiba sudah sepuluh hari, lalu dua puluh hari. Kita seperti baru memulai, tapi tiba-tiba sudah mendekati akhir Ramadan,” katanya.
Ia juga menggambarkan perbedaan cara memandang waktu antara orang dewasa dan anak-anak dalam menyikapi Ramadan. “Kalau anak-anak menghitung Ramadan dengan menghitung maju menuju hari raya, sementara kita sering menghitung mundur sisa hari Ramadan. Karena itu mari manfaatkan waktu yang ada untuk memperbanyak ibadah,” ujarnya.
Acara buka puasa bersama ini turut dihadiri Ketua Dewan Pembina Yayasan Alfian Husin Andi Desfiandi, Ketua Yayasan Alfian Husin Ary Meizari, pimpinan dan karyawan unit usaha di bawah naungan yayasan, wartawan, serta keluarga dekat. Kebersamaan yang terjalin di Masjid Baitul Ilmi diharapkan dapat memperkuat silaturahmi dan menebarkan keberkahan bagi seluruh keluarga besar yayasan di bulan suci Ramadan. (**)
Editor: Muhammad Furqon