Wali Murid Pertanyakan Standar Gizi MBG di SPPG Pasar Liwa

Tanggal 10 Mar 2026 - Laporan Sulemy Wahyu. - 791 Views
Menu MBG persi kecil dan porsi besar. Foto: Ist.

MOMENTUM, Balikbukit -- Pendistribusian program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Pasar Liwa, Kecamatan Balikbukit, Kabupaten Lampung Barat kembali menjadi sorotan.

Sejumlah wali murid penerima manfaat mempertanyakan menu MBG yang dibagikan pada  Selasa (10/3/2026) dinilai tidak sesuai dengan standar gizi maupun nilai porsi yang diharapkan.

Berdasarkan informasi yang diterima, paket MBG untuk porsi kecil hanya berisi satu kotak kecil kue, satu buah jeruk, dan satu bungkus roti goreng. Sementara untuk porsi besar hanya terdapat tambahan satu butir telur rebus.

Kondisi tersebut memunculkan keluhan dari sejumlah wali murid penerima manfaat. Salah satunya Hendra, wali murid di SDN 1 Way Mengaku. Ia mengaku pada dasarnya mendukung program MBG yang bertujuan memperbaiki gizi anak-anak.

Namun, menurutnya pelaksanaan di lapangan perlu mendapat perhatian agar tidak terkesan dilakukan secara asal.

“Sebagai wali murid penerima manfaat kami sebenarnya mendukung program MBG ini. Tetapi kenyataan di lapangan berbeda jika dibandingkan dengan SPPG di daerah lain,” kata Hendra.

Ia juga mempertanyakan apakah komposisi menu yang diberikan telah dihitung sesuai dengan angka kecukupan gizi (AKG) oleh tenaga ahli gizi di SPPG Pasar Liwa.

“Sebagai wali murid kami juga mempertanyakan apakah benar ada ahli gizi yang terlibat, mengingat menu yang diberikan terkadang tidak konsisten, baik dari jumlah maupun jenisnya,” ujarnya.

Selain itu, ia menilai menu MBG yang diterima anaknya selama ini kurang bervariasi.

“Selama ini menu yang diberikan terkesan itu-itu saja dan tidak ada variasi. Seolah hanya menggugurkan kewajiban distribusi setiap hari,” tambahnya.

Keluhan juga muncul terkait kurangnya informasi mengenai jadwal penyaluran MBG, terutama selama bulan Ramadan yang kerap didistribusikan secara dirapel.

“Kadang saat awal puasa tidak ada penjelasan menu yang diterima itu untuk berapa hari karena sering dibagikan sekaligus,” ujarnya.

Ia juga mengaku pernah menemukan makanan yang dibagikan dalam kondisi tidak layak konsumsi.

“Pernah roti yang dibagikan berjamur dan puding terasa asam sehingga tidak layak dikonsumsi,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPI Lampung Barat Septa Aris Munandar saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp mengatakan pihaknya akan meneruskan keluhan tersebut kepada pimpinan.

“Terima kasih atas informasinya. Keluhan ini akan kami sampaikan kepada atasan untuk ditindaklanjuti,” ujarnya. (**)

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


Wali Murid Pertanyakan Standar Gizi MBG di SP ...

MOMENTUM, Balikbukit -- Pendistribusian program Makanan Bergizi G ...


Wan Jamaluddin Kembali Dilantik sebagai Rekto ...

MOMENTUM, Jakarta -- Menteri Agama Nasaruddin Umar melantik Wan J ...


Jalani Ramadan di Tengah Musim Dingin Moskow, ...

MOMENTUM, Moskow -- Ramadan tahun ini menjadi pengalaman berbeda ...


Buka Bersama Yayasan Alfian Husin Rajut Silat ...

MOMENTUM, Bandarlampung -- Suasana Ramadan yang hangat dan penuh ...


E-Mail: https://t.me/hhackplus HackPlus-attack Smoking Ar