MOMENTUM, Jakarta -- Anggota Komisi V DPR RI, Hanan A Rozak, meminta pemerintah segera memperbaiki ruas jalan tol dari Pelabuhan Merak menuju Jakarta yang ditemukan banyak lubang dan dinilai membahayakan pengguna jalan.
Hal itu disampaikan Hanan dalam rapat kerja bersama Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, Kepala BMKG, Kepala Basarnas, serta Korlantas Polri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Dalam rapat tersebut, politisi Partai Golkar dari daerah pemilihan Lampung II itu mengungkapkan pengalamannya saat melintasi ruas tol Merak–Jakarta pada 9 Maret 2026 lalu.
Menurut Hanan, ia menemukan banyak lubang di badan jalan yang cukup dalam sehingga berpotensi membahayakan kendaraan yang melintas.
“Saya ingin memastikan saja terkait kondisi jalan tol ini. Kemarin saya meluncur dari Merak ke Jakarta tanggal 9. Dari Merak sekitar kilometer 25 itu banyak sekali lubang dan sangat dalam, kendaraan kami sampai agak terbanting,” ujarnya.
Ia menilai kondisi jalan tol yang berlubang dan bergelombang perlu segera ditangani karena volume kendaraan diperkirakan meningkat menjelang libur Hari Raya Idulfitri.
Hanan meminta kepastian kepada pemerintah mengenai waktu penyelesaian perbaikan jalan tersebut.
“Mengingat padatnya lalu lintas, saya ingin memastikan apakah dalam dua hari ini, tanggal 11 hingga 13 Maret seperti yang tadi disampaikan, bisa segera diselesaikan. Lubangnya memang kecil-kecil, tapi banyak dan membuat jalan menjadi bergelombang,” kata dia.
Ketua DPD Partai Golkar Lampung itu mengaku tidak mengetahui secara pasti kondisi ruas tol dari Jakarta menuju Pelabuhan Merak. Namun berdasarkan pengalamannya dari arah Merak menuju Jakarta, kondisi jalan dinilai cukup mengkhawatirkan.
“Saya tidak tahu dari Jakarta ke Pelabuhan Merak, tapi yang kami alami dari Merak ke Jakarta memang cukup banyak lubang,” ujarnya.
Selain menyoroti kondisi jalan tol, Hanan juga mengungkap pengalaman kurang menyenangkan saat menggunakan kapal penyeberangan Merak–Bakauheni pada masa libur Natal dan Tahun Baru tahun lalu.
Ia mengaku sempat dimintai pungutan tambahan meski telah membeli tiket eksekutif setelah kapal dialihkan ke dermaga lain.
“Kami sudah membeli tiket eksekutif, tetapi setelah dialihkan ke dermaga lain, para penumpang diminta lagi bayaran tambahan dengan alasan untuk masuk ruang ber-AC,” ungkapnya.
Hanan mengatakan sempat mendokumentasikan kejadian tersebut dan langsung menghubungi pihak syahbandar. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pungutan tersebut diduga dilakukan oleh kapten kapal.
“Kejadian itu saya dokumentasikan dan saya hubungi syahbandar. Rupanya ini kelakuan kapten kapalnya,” katanya.
Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi, terutama menjelang musim mudik Lebaran 2026 yang biasanya diikuti lonjakan penumpang di pelabuhan penyeberangan.
Hanan juga meminta pengawasan terhadap pelayanan transportasi laut diperketat agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk melakukan pungutan liar kepada masyarakat.
“Saya kira pengawasan perlu diperketat lagi, apalagi menjelang Hari Raya Idul Fitri dan arus mudik,” ujarnya.
Selain itu, ia mengingatkan aparat keamanan untuk meningkatkan pengawasan terhadap potensi penyelundupan narkoba di jalur penyeberangan, khususnya di Pelabuhan Bakauheni.
Menurutnya, pelabuhan tersebut kerap menjadi titik rawan peredaran narkotika saat arus mudik maupun arus balik Lebaran.
“Di Pelabuhan Bakauheni biasanya menjelang ramainya arus mudik sering terjadi penyelundupan narkoba. Ini perlu kita waspadai bersama,” kata Hanan. (**)
Editor: Muhammad Furqon