Antisipasi Lonjakan Arus Balik, Pemprov Siapkan Pelabuhan Panjang sebagai Alternatif

Tanggal 25 Mar 2026 - Laporan Agung DW - 149 Views
Kepala Dinas Perhubungan Bambang Sumbogo

MOMENTUM, Bandarlampung--Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan Pelabuhan Panjang sebagai alternatif untuk melayani arus balik lebaran 2026.

Operasional itu dilakukan jika terjadi lonjakan penumpang di Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan.

Begitu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lampung Bambang Sumbogo saat diwawancarai, Selasa (24-3-2026).

Bambang mengatakan, telah mengantisipasi berbagai kemungkinan berdasarkan pengalaman saat puncak arus mudik yang terjadi lebih awal dari perkiraan, yakni pada H-3 atau 18 Maret 2026.

"Puncak arus mudik kemarin cukup tinggi dan di luar prediksi, didominasi pekerja swasta. Namun dapat terdistribusi dengan baik, termasuk di penyeberangan," ujarnya saat dimintai keterangan, Senin (23/3/2026).

Menurut Bambang, lonjakan juga terjadi pada penumpang pejalan kaki di Pelabuhan Bakauheni. Meski sempat menjadi perhatian, kondisi tersebut berhasil diatasi dengan mengoperasikan armada cadangan, termasuk bus tambahan untuk mengangkut penumpang.

"Alhamdulillah kita bisa mendistribusikan, penyeberangan juga bagus dan semuanya bisa teratasi. Jadi Alhamdulillah bus-bus kita yang tadi juga dipakai cadangan ini kemarin kita mainkan," tuturnya.

Memasuki arus balik, Dishub Lampung mulai memfokuskan pengawasan di sejumlah titik rawan kemacetan, terutama kawasan wisata dan jalur utama.

Beberapa titik yang sempat mengalami kepadatan di antaranya Tugu Coklat, Tugu Pengantin, akses menuju bandara, serta wilayah Tegineneng.

"Sekarang kami mulai konsentrasi ke daerah wisata dan titik-titik rawan. Petugas sudah kami turunkan dan berkolaborasi dengan kepolisian" jelasnya.

Di Pelabuhan Bakauheni, sejumlah skema juga telah disiapkan untuk memperlancar arus balik. Di antaranya penerapan tarif tunggal (single tarif) pada seluruh dermaga reguler serta konsep Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) untuk mempercepat perputaran kapal.

Sementara di jalur darat, aparat kepolisian akan memberlakukan delaying system atau sistem penundaan kendaraan dengan skema bertahap, mulai dari kondisi hijau (normal), kuning (penahanan di buffer zone), hingga merah (penahanan diperluas ke sejumlah titik strategis).

"Buffer akan kita maksimalkan sesuai kondisi di pelabuhan, sehingga arus kendaraan tetap terkendali," tambah Bambang.

Sebagai langkah antisipasi tambahan, Pelabuhan Panjang disiapkan sebagai opsi cadangan jika terjadi kondisi darurat atau lonjakan penumpang dan kendaraan yang tidak tertampung di Bakauheni.

"Kalau sampai terjadi kontijensi emergency, Pelabuhan Panjang juga sudah kita siapkan, mudah-mudahan kita lancar," kata dia.

Tak hanya itu, pemerintah juga mempercepat perbaikan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di jalur mudik dan balik. Hingga sebelum Lebaran, sebanyak 100 titik lampu telah diperbaiki untuk meningkatkan keamanan pengguna jalan.

Ke depan, pada tahun 2026 juga akan dilakukan penambahan penerangan jalan di sejumlah ruas, khususnya menuju Bakauheni dan akses bandara.

Dishub Lampung memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada 24 Maret 2026, dengan kemungkinan puncak kedua pada akhir masa libur Lebaran, terutama hari Minggu.

"Untuk puncak arus balik diperkirakan nanti  sekitar tanggal 24. Besok ya, hari ini sudah mulai, besok mungkin puncaknya," tutupnya. (**)

Editor: Agung Darma Wijaya


Comment

Berita Terkait


Idulfitri, Plt Bupati Ajak Perkuat Persatuan ...

MOMENTUM, Gunungsugih -- Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Pemeri ...


Antisipasi Lonjakan Arus Balik, Pemprov Siapk ...

MOMENTUM, Bandarlampung--Pemerintah Provinsi Lampung menyiapkan P ...


675 Perantau Asal Lampung Ikuti Balik Kerja G ...

MOMENTUM, Bandarlampung--Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) res ...


Gubernur Lampung Tekankan Semangat Kebersamaa ...

MOMENTUM, Bandarlampung -- Gubernur Rahmat Mirzani Djausal melaks ...


E-Mail: https://t.me/hhackplus HackPlus-attack Smoking Ar