MOMENTUM, Waykambas -- Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni melakukan soft launching pembangunan pembatas (barrier) di Taman Nasional Waykambas (TNWK) untuk mencegah konflik antara manusia dan gajah liar.
Peluncuran awal tersebut dilakukan bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Pangdam XXI Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, serta Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, di Lampung Timur, Kamis 26 Maret 2026.
Raja Juli Antoni mengatakan, pembangunan pembatas ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, dalam melindungi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian satwa liar.
“Presiden memberikan perhatian khusus terhadap Waykambas, terutama dalam upaya menjaga populasi gajah dan mengakhiri konflik manusia dengan satwa secara permanen,” ujarnya.
Sistem pembatas yang dibangun akan memiliki panjang sekitar 138 kilometer senilai Rp839 miliar. Bangunan ini dirancang untuk melindungi kawasan permukiman warga dari pergerakan gajah liar. Dalam tahap awal, kekuatan sistem ini juga akan diuji secara langsung.
TNWK sendiri merupakan kawasan konservasi yang unik, karena berbatasan langsung dengan permukiman sekitar satu juta penduduk tanpa zona penyangga yang memadai. Kondisi ini selama ini memicu konflik yang berdampak pada kerugian ekonomi hingga keselamatan warga.
Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menyambut baik pembangunan tersebut. Ia menilai, keberadaan pembatas sudah lama menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.
“Selama ini masyarakat tidak hanya belum optimal merasakan manfaat TNWK, tetapi juga harus menghadapi konflik dengan satwa liar,” ujarnya.
Pembangunan sistem pembatas ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kementerian Kehutanan, Pemerintah Provinsi Lampung, TNI, Polri, hingga perguruan tinggi dan masyarakat setempat.
Pemerintah berharap, pembangunan pembatas tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menciptakan keseimbangan antara perlindungan satwa dan keselamatan masyarakat di sekitar TNWK. (**)
Editor: Muhammad Furqon