Hardiknas 2026, UBL Perkuat Transformasi Kampus Berbasis Karier dan Talenta

Tanggal 05 Mei 2026 - Laporan Harian Momentum - 102 Views
Rektor Universitas Bandar Lampung, M. Yusuf S. Barusman. Foto: Isst.

MOMENTUM, Bandarlampung -- Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026 dimanfaatkan Universitas Bandar Lampung (UBL) untuk menegaskan transformasi pendidikan tinggi yang lebih adaptif, dengan memperkuat peran kampus sebagai platform pengembangan karier dan talenta mahasiswa.

Di tengah disrupsi teknologi dan perubahan cepat dunia kerja, UBL menilai perguruan tinggi tidak lagi cukup menjalankan fungsi akademik secara konvensional. Kampus dituntut menghadirkan ekosistem pembelajaran yang terintegrasi dengan pengembangan kompetensi dan arah karier mahasiswa sejak dini.

Rektor Universitas Bandar Lampung, M. Yusuf S. Barusman, mengatakan pendidikan tinggi harus bergerak dinamis dan tidak terjebak pada pola pembelajaran yang kaku.

“Dunia kerja berubah sangat cepat. Perguruan tinggi tidak bisa hanya fokus pada ruang kelas, tetapi harus membangun sistem yang membantu mahasiswa memahami potensinya, mengenali kebutuhan industri, dan menyiapkan jalur karier sejak awal,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Ia menambahkan, relevansi pendidikan ke depan tidak lagi ditentukan oleh pilihan jurusan semata, melainkan kemampuan institusi dalam menciptakan sistem pembelajaran yang fleksibel dan terhubung dengan perkembangan industri.

“Yang terpenting hari ini bukan sekadar memilih jurusan, tetapi bagaimana mahasiswa mampu beradaptasi, reskill, dan terus berkembang mengikuti perubahan,” katanya.

Melalui konsep career and talent platform, UBL menghadirkan pendekatan pendidikan yang lebih personal dan adaptif. Mahasiswa didorong membangun jalur belajar sesuai minat, bakat, dan tujuan karier, termasuk melalui eksplorasi lintas disiplin ilmu serta pengalaman berbasis kebutuhan industri.

UBL menilai pendekatan tersebut relevan dengan pola dunia kerja yang tidak lagi linear, di mana satu bidang ilmu dapat membuka berbagai peluang industri, sementara satu sektor membutuhkan kombinasi kompetensi dari beragam disiplin.

“Pendekatan seragam sudah tidak relevan. Setiap mahasiswa memiliki potensi dan arah yang berbeda, sehingga sistem pembelajaran juga harus fleksibel dan personal,” lanjut Yusuf.

Saat ini UBL memiliki 12 program studi Sarjana, 4 program Magister, dan 2 program Doktoral. Kampus ini menyebut mahasiswa memiliki lebih dari 3.000 kemungkinan jalur karier yang dapat dikembangkan melalui kombinasi kompetensi, pengalaman proyek industri, serta konektivitas profesional selama masa studi.

Selain penguatan akademik, UBL juga menekankan pembentukan independent learner, yakni mahasiswa yang mampu belajar mandiri dan berkelanjutan di tengah perubahan global.

“Ke depan, kompetensi paling penting bukan hanya apa yang dipelajari hari ini, tetapi kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, dan menciptakan nilai,” tutupnya. (**)

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


Menuju Satu Abad, Perti Lampung Perkuat Peran ...

MOMENTUM, Bandarlampung -- Peringatan Milad ke-98 Persatuan Tarbi ...


Hardiknas 2026, UBL Perkuat Transformasi Kamp ...

MOMENTUM, Bandarlampung -- Momentum Hari Pendidikan Nasional (Har ...


Bupati Tanggamus Tanggapi Viral Sekolah Batun ...

MOMENTUM, Tanggamus--Bupati Tanggamus, Saleh Asnawi, menanggapi v ...


RMDku Jadi Kunci Perbaikan Data Pendidikan da ...

MOMENTUM, Bandarlampung--Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Mari ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com