Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK Usai Sempat Dicari dalam OTT Imigrasi Jakbar

Tanggal 04 Jun 2026 - Laporan Harian Momentum. - 203 Views
Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas), Silmy Karim. Foto: Ist.

MOMENTUM, Jakarta--Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas), Silmy Karim, akhirnya menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (3/6/2026) malam, setelah sempat tidak diketahui keberadaannya dalam rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Imigrasi Jakarta Barat.

Silmy tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, sekitar pukul 22.38 WIB. Ia datang dengan pengawalan empat orang berseragam hijau. Kedatangannya sempat diwarnai aksi dorong-dorongan dan adu mulut antara ajudan Silmy dengan awak media yang menunggu di lokasi.

Sebelumnya, KPK mengaku masih mencari keberadaan Silmy Karim terkait OTT yang dilakukan di Kantor Imigrasi Jakarta Barat. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima, Silmy berada di Jakarta dan sekitarnya.

"Informasi terakhir yang kami dapatkan, keberadaan SK ada di Jakarta dan sekitarnya. Untuk itu kami mengimbau agar yang bersangkutan juga bisa kooperatif sehingga dapat membantu dalam proses penanganan perkara ini," kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (3/6/2026).

Menurut Budi, penyidik masih menelusuri peran Silmy dalam perkara tersebut. Karena itu, kehadiran dan keterangannya dibutuhkan untuk memperjelas konstruksi kasus yang sedang dikembangkan.

"Kami juga mengimbau agar yang bersangkutan bisa kooperatif, barangkali bisa menyerahkan diri ke KPK sehingga dapat membantu proses penanganan perkara ini," ujarnya.

KPK sebelumnya membenarkan masih melakukan pencarian terhadap Silmy sebagai bagian dari pengembangan OTT yang digelar di Jakarta Barat.

"Tim masih terus melakukan pencarian. Benar, masih dalam rangkaian peristiwa tangkap tangan di Jakbar," kata Budi.

Dalam OTT yang berlangsung Selasa (2/6/2026) malam, KPK mengamankan belasan orang di sejumlah lokasi di Jakarta Barat, Jawa Barat, dan Bali. Salah satu yang ditangkap adalah Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Jakarta Barat, Ronald Arman Abdullah.

"Salah satunya itu Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Barat. Dalam progresnya, ada belasan orang yang diamankan dalam rangkaian kegiatan peristiwa tertangkap tangan kali ini," ujar Budi.

Selain mengamankan sejumlah pihak, KPK menyita berbagai barang bukti berupa mobil, sepeda motor, uang tunai dalam mata uang rupiah dan valuta asing, serta logam mulia.

"Barang bukti yang diamankan ada kendaraan, mobil, motor, dan juga barang bukti dalam bentuk uang tunai, valas ada USD dan SGD, dan juga ada dalam bentuk logam mulia emas," katanya.

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto sebelumnya menyebut OTT tersebut menyasar sejumlah pejabat di lingkungan Kantor Imigrasi Jakarta Barat. Berdasarkan informasi awal, perkara itu diduga berkaitan dengan praktik pemerasan atau suap dalam pengurusan izin tenaga kerja asing (TKA) dan warga negara asing yang ingin tinggal di Indonesia.

Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyatakan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

"Kita hormati proses hukum yang berjalan, arahan kita jelas," kata Agus.

Hingga Rabu malam, KPK belum mengumumkan status hukum para pihak yang diamankan maupun konstruksi lengkap perkara dalam OTT tersebut. Pemeriksaan intensif masih berlangsung untuk menentukan pihak yang akan ditetapkan sebagai tersangka. (**)

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


Truk Fuso dan Pickup Adu Banteng di Jalan Lin ...

MOMENTUM, Gedongtataan -- Kecelakaan lalu lintas melibatkan truk ...


LIM dan BAGINDA Desak Evaluasi Distribusi BBM ...

MOMENTUM, Bandarlampung--Lingkar Intelektual Mahasiswa (LIM) dan ...


Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK Usai Sempat ...

MOMENTUM, Jakarta--Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wam ...


KPK Cari Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT ...

MOMENTUM, Jakarta -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih men ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com