MOMENTUM, Terbanggibesar--Jaringan Perempuan Nahdliyyin (JPN) Kabupaten Lampung Tengah mengikuti pelatihan pengembangan ekonomi kreatif berbasis digital melalui Workshop Badan Ekraf Digital Entrepreneurship (BDE) yang digelar di Bandarjaya, Jumat (12/6/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Direktur Aplikasi Kementerian Ekonomi Kreatif, Tri Wahyudi, serta Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim.
Pelaksana Tugas Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, yang diwakili Sekretaris Daerah Lampung Tengah, Welly Adiwatra, mengapresiasi pelaksanaan workshop tersebut. Menurutnya, pelatihan dapat membantu pelaku usaha memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran produk.
"Diharapkan peserta dapat memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan daya saing usaha lokal sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah juga mendukung pengembangan ekonomi kreatif melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat," kata Welly.
Pada kesempatan yang sama, Chusnunia Chalim mengatakan sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital dapat membantu pelaku usaha memasarkan produk secara lebih efektif, termasuk pelaku usaha di daerah yang memiliki keterbatasan akses pasar.
"Ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor yang terus berkembang. Selain perempuan, generasi muda juga perlu dilibatkan agar mampu memanfaatkan peluang yang tersedia melalui teknologi digital," ujar Chusnunia.
Ia menambahkan, Lampung memiliki potensi ekonomi kreatif yang beragam, mulai dari seni budaya, musik, film hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Chusnunia juga mendorong penyelenggaraan berbagai kegiatan promosi dan pameran produk UMKM sebagai sarana memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
Sementara itu, Dewan Pakar JPN Lampung Tengah, Uswatun Hasanah, mengatakan pelaku usaha perempuan di Lampung Tengah mulai memanfaatkan media digital untuk memasarkan produk mereka.
Menurutnya, berbagai produk olahan makanan dan usaha kuliner lokal kini semakin banyak dipromosikan melalui media sosial maupun kegiatan pameran dan festival yang digelar di daerah.
"Salah satunya melalui Festival Lampung Tengah Fair 2026 yang menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya kepada masyarakat," kata Uswatun.
Workshop BDE tersebut juga dihadiri Penasihat JPN Na'maul Jaziila, Pembina JPN Siti Hodijah, serta Dewan Pertimbangan JPN Meri Andriani. (**)
Editor: Muhammad Furqon
E-Mail: harianmomentum@gmail.com