92 Juta Pekerjaan Terancam Hilang pada 2030

Tanggal 22 Jun 2026 - Laporan Harian Momentum. - 108 Views
Menaker Yassierli dalam acara Global Parenting Summit 2026 di Bandung Jawa Barat. Foto: Ist.

MOMENTUM, Bandung - Menghadapi ancaman hilangnya 92 juta jenis pekerjaan akibat otomatisasi pada 2030, Kementerian Ketenagakerjaan mendesak penguatan kompetensi generasi muda. 

Menaker Yassierli menegaskan bahwa penyiapan keterampilan masa depan menjadi kunci utama agar SDM Indonesia mampu bersaing di pasar kerja baru.

Pernyataan ini merujuk pada laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum. Laporan itu memproyeksikan 22 persen pekerjaan akan terdampak perubahan. Namun, di sisi lain, akan muncul sekitar 170 juta pekerjaan baru.

"Lanskap dunia kerja terus berubah. Kita harus menyiapkan generasi masa depan agar memiliki kemampuan untuk berkembang," kata Menaker Yassierli di Bandung, Sabtu (20/6/2026).

Kejar Target Indonesia Emas 2045

Menurut Menaker, dunia kerja baru tidak hanya butuh penguasaan teknologi. Pekerja masa depan wajib memiliki kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi. Penguatan SDM ini menjadi kunci penting menuju tahun 2045.

Indonesia berpeluang menjadi salah satu dari lima ekonomi terbesar dunia. Target pendapatan per kapita nasional diproyeksikan mencapai USD 23.000 hingga USD 30.300.

Keberhasilan mencapai target tersebut sangat bergantung pada bonus demografi saat ini. Generasi muda harus kompeten dan siap menghadapi tantangan zaman.

Sentuhan Manusia Tidak Tergantikan AI

Menaker menambahkan, keterampilan teknis harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter. Nilai integritas, disiplin, tanggung jawab, dan empati tetap menjadi fondasi utama.

Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), kemampuan murni manusia justru akan semakin bernilai. Kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama tim tidak akan bisa digantikan oleh mesin.

"Semakin canggih AI, semakin penting keterampilan manusia yang tidak dapat ditiru oleh mesin," tegas Yassierli dalam acara Global Parenting Summit 2026 tersebut.

Pada akhir paparan, Menaker mengajak para orang tua untuk ambil peran aktif. Keluarga adalah ekosistem pertama yang membentuk pola pikir anak. Orang tua harus membekali anak dengan karakter kuat agar siap menghadapi profesi masa depan yang saat ini bahkan belum tercipta. (*)

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


92 Juta Pekerjaan Terancam Hilang pada 2030 ...

MOMENTUM, Bandung - Menghadapi ancaman hilangnya 92 juta jenis pe ...


Menjaga Kejayaan Tembakau Deli, PTPN I Perkua ...

MOMENTUM, Medan – Dewan Komisaris dan Direksi PTPN I (Persero) ...


Pemerintah Batasi Outsourcing Hanya untuk Emp ...

MOMENTUM, Jakarta--Pemerintah berencana merevisi Peraturan Menter ...


Kemnaker Buka Pendaftaran Pelatihan Vokasi, S ...

MOMENTUM, Jakarta--Masyarakat yang ingin meningkatkan keterampila ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com