Muktamar ke-35 NU Digelar Agustus, Lima Provinsi Bersaing Jadi Tuan Rumah

Tanggal 24 Jun 2026 - Laporan Harian Momentum - 152 Views
Sekretaris Steering Committee (SC) Munas-Konbes NU 2026, Prof. Mohammad Nuh. Foto: Ist.

MOMENTUM, Kediri--Lima provinsi bersaing ketat untuk menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026. PBNU menegaskan, penentuan lokasi final di antara kelima daerah tersebut akan diputuskan oleh tim khusus melalui empat aspek krusial, termasuk kesiapan finansial dan kelayakan spiritual.

Kelima daerah yang telah mengajukan diri secara resmi untuk menyambut hajat akbar warga Nahdliyin tersebut adalah Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, dan Sumatra Barat.

Sekretaris Steering Committee (SC) Munas-Konbes NU 2026, Prof. Mohammad Nuh, menjelaskan bahwa Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan segera bergerak cepat membentuk tim khusus untuk melakukan peninjauan dan kajian mendalam terhadap daerah-daerah tersebut sebelum menetapkan lokasi penyelenggaraan.

"Kami akan segera membentuk tim yang akan melakukan review dari tempat-tempat tadi itu," ujar Prof. Nuh dalam konferensi pers usai Sidang Pleno III Munas-Konbes NU 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Senin (22/6/2026).

Mantan Mendikbud tersebut memaparkan, setidaknya ada empat aspek utama yang menjadi kompas penilaian tim dalam menentukan lokasi muktamar. Aspek pertama adalah kelayakan sarana dan prasarana penunjang, mengingat forum ini merupakan agenda organisasi terbesar di lingkungan NU.

Faktor kedua yang tidak kalah krusial adalah jaminan keamanan. Menurut Prof. Nuh, muktamar harus diselenggarakan di tempat yang steril demi memastikan seluruh proses persidangan berlangsung tertib.

"Karena ini menyangkut muktamar, maka harus dipastikan keamanannya. Jangan sampai orang yang tidak punya kewenangan atau eligibilitas untuk ikut masuk ruangan," tegasnya.

Selanjutnya, pertimbangan ketiga bertumpu pada kesiapan finansial dari daerah penyelenggara. Sementara aspek terakhir yang menjadi ciri khas sekaligus penentu utama di lingkungan NU adalah pertimbangan spiritual.

Metode kombinasi antara kelayakan fisik dan spiritual ini, lanjut Prof. Nuh, bukan hal baru. Ia mencontohkan bagaimana penentuan Pondok Pesantren Al-Falah Ploso sebagai tuan rumah Munas-Konbes 2026 juga sukses melewati tirakat dan penyaringan yang sama.

Gelaran Muktamar ke-35 ini dipastikan bakal terasa sangat sakral dan bersejarah. Pasalnya, ini merupakan muktamar pertama yang digelar pada abad kedua perjalanan Nahdlatul Ulama. Itulah mengapa rangkaian Munas dan Konbes tahun ini dirancang sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan demi mematangkan persiapan menuju Agustus nanti.

Nantinya, Muktamar ke-35 akan tetap mengusung tema yang sejalan dengan Munas-Konbes 2026, yakni "Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa". Melalui tema besar ini, muktamar mendatang diharapkan menjadi momentum penting untuk menandai fajar baru abad kedua NU, sekaligus memperkokoh peran organisasi dalam memberi manfaat yang lebih luas bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.(*)

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


Ketua BEM FH UBK Dinonaktifkan Usai Ngaku Ter ...

MOMENTUM, Jakarta -- Pimpinan Universitas Bung Karno (UBK) menona ...


Muktamar ke-35 NU Digelar Agustus, Lima Provi ...

MOMENTUM, Kediri--Lima provinsi bersaing ketat untuk menjadi tuan ...


Geger Pengakuan Ketua BEM UBK Terima Rp20 Jut ...

MOMENTUM, Jakarta -- Integritas gerakan mahasiswa kembali diuji. ...


IKM FIB UI: Daffa Ulhaq Bukan Utusan Mahasisw ...

MOMENTUM, Jakarta -- Sorotan terhadap keikutsertaan Daffa Ulhaq d ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com