Lampung Barat Gandeng IPB Perkuat Hilirisasi Kopi Lewat Program OVOC

Tanggal 02 Jul 2026 - Laporan Sulemy Wahyu. - 162 Views
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menerima mahasiswa IPB University yang mengikuti Program OVOC di kediamannya. Foto: Ist.

MOMENTUM, Kebuntebu – Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus memperkuat komitmen membangun sektor kopi sebagai penggerak utama perekonomian daerah melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi. 

Salah satunya dengan mendukung Program One Village One CEO (OVOC) yang digagas IPB University untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) desa yang mampu mengembangkan potensi kopi dari hulu hingga hilir.

Komitmen tersebut disampaikan Parosil saat menerima audiensi mahasiswa IPB yang mengikuti Program OVOC di kediamannya, Pekon Purawiwitan, Kecamatan Kebuntebu, Rabu (1/7/2026).

Dalam pertemuan itu, Parosil didampingi Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Lampung Barat Nowo Wibawono serta Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Yudha Setiawan.

Parosil mengatakan, kehadiran mahasiswa IPB di Lampung Barat bukan sekadar menjalankan kegiatan akademik, tetapi juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, masyarakat, dan dunia usaha dalam membangun ekosistem bisnis desa berbasis komoditas kopi.

"Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menyampaikan apresiasi kepada IPB University yang telah memilih Lampung Barat sebagai salah satu lokasi pembelajaran dalam pengembangan ekosistem bisnis desa berbasis kopi," katanya.

Menurut Parosil, Program OVOC merupakan momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya saing.

Ia menjelaskan, program tersebut dirancang untuk mencetak SDM yang memiliki kemampuan kepemimpinan dan jiwa kewirausahaan di tingkat desa. Para peserta dibekali pengetahuan mengenai praktik budidaya, pengolahan pascapanen, pengembangan produk bernilai tambah, strategi pemasaran, hingga penguatan kelembagaan petani dan pelaku UMKM.

"Konsep ini sangat relevan diterapkan di Lampung Barat karena hampir seluruh pekon memiliki potensi besar di sektor perkebunan kopi. Kita ingin setiap pekon memiliki generasi yang mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa, mengelola potensi kopi secara profesional, serta menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan," ujarnya.

Parosil mengatakan Lampung Barat merupakan salah satu sentra produksi kopi robusta nasional. Daerah tersebut memiliki areal perkebunan kopi seluas lebih dari 54 ribu hektare dengan produksi sekitar 63 ribu ton per tahun. Komoditas tersebut menjadi sumber penghidupan bagi lebih dari 36 ribu kepala keluarga atau sekitar 70 persen rumah tangga petani.

Menurutnya, kondisi geografis pada ketinggian 600 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut dengan tanah vulkanik yang subur menjadikan Kopi Robusta Lampung Barat memiliki karakter cita rasa khas dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Meski demikian, Parosil mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, seperti produktivitas tanaman yang belum optimal, banyaknya tanaman tua yang perlu diremajakan, serta rendahnya nilai tambah karena sebagian besar kopi masih dipasarkan dalam bentuk bahan baku.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat terus mendorong hilirisasi komoditas kopi agar memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan varietas unggul lokal, pembangunan Sekolah Kopi, peningkatan kapasitas petani dan pelaku UMKM, penyediaan sarana pascapanen, hingga rencana pembangunan Museum Kopi sebagai bagian dari penguatan branding Lampung Barat sebagai "Surganya Penikmat Kopi".

Parosil berharap mahasiswa IPB dapat memanfaatkan program tersebut untuk memperdalam pengetahuan sekaligus membangun jejaring yang dapat mendukung pengembangan sektor kopi di Lampung Barat.

"Pembangunan sektor kopi tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat. Saya optimistis, melalui kerja sama yang kuat, kopi Lampung Barat akan semakin maju, memiliki nilai tambah yang tinggi, serta semakin dikenal di pasar dunia," pungkasnya.()

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


Mandiri Donor Darah Hadir Kembali di Bandarla ...

MOMENTUM, Bandar Lampung--Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ...


Lampung Barat Gandeng IPB Perkuat Hilirisasi ...

MOMENTUM, Kebuntebu – Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mempe ...


Tembus Rp7,08 Triliun, Laba Bersih PTPN IV Pa ...

MOMENTUM, Jakarta – PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo ...


Dukung UMKM Kopi, PTPN I Regional 7 Serahkan ...

MOMENTUM, Pesawaran -- PTPN I Regional 7 melalui program Tanggung ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com