Ekspor Singkong Lampung Melonjak 73,14 Persen, Kemenperin Perkuat Hilirisasi

Tanggal 16 Jul 2026 - Laporan Harian Momentum - 142 Views
Penguatan Hilirisasi dan Daya Saing Industri Pangan dan Olahan Singkong di Bandarlampung. Foto: Ist.

MOMENTUM, Bandarlampung – Kinerja ekspor komoditas singkong Lampung meningkat 73,14 persen. Sementara ekspor pati singkong turut tumbuh 37,7 persen, memperkuat posisi Lampung sebagai sentra industri berbasis singkong di Indonesia.

Data tersebut disampaikan Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza saat menghadiri kegiatan Penguatan Hilirisasi dan Daya Saing Industri Pangan dan Olahan Singkong di Bandarlampung, Kamis (16/7/2026).

Faisol mengatakan, peningkatan ekspor tersebut menunjukkan besarnya peluang pengembangan industri hilir singkong di Lampung.

"Kinerja ekspor singkong Lampung meningkat 73,14 persen dan ekspor pati singkong tumbuh 37,7 persen. Pemerintah berkomitmen mendukung pengembangan produk turunan seperti mocaf, glukosa, sorbitol hingga bioetanol," katanya.

Menurut Faisol, Lampung memiliki modal kuat untuk menjadi pusat pengembangan industri pangan nasional karena didukung produksi singkong yang tinggi, sektor pertanian yang kuat, serta infrastruktur logistik yang memadai.

Pemerintah pusat, lanjutnya, akan terus mendorong hilirisasi agar komoditas singkong tidak hanya dipasarkan sebagai bahan baku, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan hilirisasi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperluas kesempatan kerja.

Ia menyebut Pemprov Lampung tengah menyiapkan pembangunan Cassava Center sebagai pusat riset singkong pertama di Indonesia, pembangunan pabrik bioetanol berbahan baku singkong bersama PTPN, serta pengembangan sentra industri mocaf di Pringsewu.

"Nilai tambah harus dinikmati petani, pelaku usaha, dan masyarakat. Karena itu hilirisasi menjadi fokus pembangunan ekonomi daerah," ujarnya.

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Reni Yanita menambahkan, penguatan daya saing industri singkong juga dilakukan melalui sosialisasi hilirisasi, pelatihan keamanan pangan, serta program restrukturisasi mesin bagi pelaku industri kecil dan menengah.

Melalui pengembangan industri hilir, pemerintah berharap ekspor produk olahan singkong terus meningkat sekaligus memperkuat daya saing industri pangan nasional.(*)

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


Rute Baru, Wings Air Layani Lampung-Bandung M ...

MOMENTUM, Bandarlampung – Masyarakat Lampung segera memiliki pi ...


Ekspor Singkong Lampung Melonjak 73,14 Persen ...

MOMENTUM, Bandarlampung – Kinerja ekspor komoditas singkong Lam ...


Kemenperin Dukung Lampung Jadi Klaster Indust ...

MOMENTUM, Bandarlampung – Kementerian Perindustrian (Kemenperin ...


Enam KUPS di Lampung Dapat Kucuran Rp11,11 Mi ...

MOMENTUM, Bandarlampung – Enam Kelompok Usaha Perhutanan Sosial ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com