MOMENTUM, Bandarlampung--Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat menyusul viralnya video seorang ibu hamil yang terpaksa melahirkan di dalam mobil karena akses jalan rusak di Kabupaten Waykanan.
Mirza mengaku prihatin atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten, memiliki tanggung jawab memperbaiki infrastruktur jalan sesuai dengan kewenangan masing-masing.
"Saya mewakili pemerintahan mengimbau, baik provinsi maupun kabupaten. Saya juga belum jelas itu jalan provinsi atau kabupaten," kata Mirza kepada wartawan, Rabu (29/7/2026).
Ia memastikan pemerintah akan terus berupaya memperbaiki akses jalan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
"Saya mewakili pemerintahan, kami prihatin dan mohon maaf kepada masyarakat. Kami berusaha sungguh-sungguh memperbaiki seluruh akses infrastruktur sesuai kewenangan masing-masing, baik yang menjadi kewenangan provinsi maupun kabupaten. Insyaallah kami akan terus memperbaiki jalan," ujarnya.
Kendaraan yang mengangkut ibu hamil dan akhirnya melahirkan di dalam mobil. Foto: Ist.
Sebelumnya, video seorang ibu hamil melahirkan di dalam mobil viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di Kampung Tiuh Balak II, Kecamatan Gununglabuhan, Kabupaten Waykanan, Minggu (26/7/2026).
Saat itu, ibu hamil tersebut hendak dirujuk ke puskesmas. Namun, kendaraan yang ditumpanginya tidak dapat melaju lancar karena harus melewati jalan desa yang rusak dan masih berupa tanah serta bebatuan.
Dalam video yang beredar, mobil tampak berhenti di tengah jalan. Sejumlah warga, mayoritas ibu-ibu, kemudian membantu proses persalinan di dalam kendaraan hingga bayi berhasil lahir dengan selamat.
"Mau rujuk ke puskesmas malah lahir di dalam mobil. Melahirkan di mobil, semoga berjalan dengan lancar. Nah ini bayinya sudah keluar, Alhamdulillah," ujar perekam video.
Camat Gununglabuhan, Sayidan, membenarkan kejadian tersebut. Ia memastikan kondisi ibu dan bayi dalam keadaan sehat.
"Iya benar, peristiwa itu terjadi di Kampung Tiuh Balak II. Alhamdulillah kondisi ibu dan bayinya sehat," kata Sayidan.
Menurutnya, jarak dari rumah warga menuju puskesmas sekitar 12 kilometer sehingga membutuhkan waktu tempuh cukup lama, terlebih dengan kondisi jalan yang rusak.
"Jarak rumah warga ke puskesmas kurang lebih 12 kilometer," ujarnya.(*)
Editor: Muhammad Furqon
E-Mail: harianmomentum@gmail.com