Pasokan Melimpah, Bawang dan Cabai Merah Penyumbang Utama Deflasi di Lampung

Tanggal 03 Agu 2026 - Laporan Wawan/rls - 125 Views
Pedagang menata pasokan bawang merah dan cabai merah di pasar tradisional Bandar Lampung.

MOMENTUM, Bandarlampung--Provinsi Lampung mencatatkan deflasi sebesar 0,49 persen (month-tomonth/mtm) pada Juli 2026, membalikkan kondisi bulan sebelumnya yang mengalami inflasi 0,55 persen (mtm).

Penurunan indeks harga konsumen ini terutama didorong oleh terjaminnya ketersediaan pasokan bahan pangan di pasaran, khususnya pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis oleh Bank Indonesia, komoditas hortikultura seperti bawang merah dan cabai merah menjadi penyumbang utama laju deflasi di Lampung.

Bawang merah memberikan andil deflasi terbesar yaitu -0,23% (mtm), disusul oleh cabai merah dengan andil -0,13% (mtm).

Terkoreksinya harga kedua komoditas dapur tersebut dipicu oleh melimpahnya pasokan akibat berlangsungnya masa panen raya, baik dari sentra produksi lokal maupun pasokan dari wilayah luar daerah seperti Brebes dan Kulon Progo.

Selain bawang dan cabai merah, penurunan harga juga terjadi pada sektor peternakan dan komoditas sayuran lainnya. Daging ayam ras dan telur ayam ras, masing-masing menyumbang andil deflasi sebesar -0,07 persen (mtm).

Penurunan harga ini terjadi seiring dengan normalisasi pasokan pasca masuknya kembali siklus produksi peternakan pada bulan Juli.

Tomat, mencatatkan andil deflasi sebesar -0,05% (mtm), yang didukung oleh terjaganya pasokan hasil panen dari sentra produksi Kabupaten Lampung Barat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto menyampaikan, capaian deflasi Juli ini menjadikan Lampung sebagai salah satu wilayah dengan tingkat inflasi tahunan terendah se-Sumatera, yakni tercatat sebesar 1,76 persen (year-on-year/yoy). Angka ini berada di bawah rata-rata inflasi nasional yang mencapai 2,88 persen (yoy).

Untuk mempertahankan ketersediaan pasokan pangan dan menjaga kestabilan harga ke depan, Bank Indonesia bersama TPID Provinsi Lampung terus memperkuat kerja sama antardaerah (KAD) serta mengoptimalkan distribusi pangan strategis melalui program kerja sama antaraaerah maupun operasi pasar murah.(**)

Editor: Agus Setyawan


Comment

Berita Terkait


Pasokan Melimpah, Bawang dan Cabai Merah Peny ...

MOMENTUM, Bandarlampung--Provinsi Lampung mencatatkan deflasi seb ...


Pemprov Lampung Perkuat Ekosistem Peternak Te ...

MOMENTUM, Bandarlampung – Pemerintah Provinsi Lampung memperkua ...


Promo IndiHome 200 Mbps Mulai Rp300 Ribu per ...

MOMENTUM, Palembang – Telkomsel melalui layanan IndiHome mengha ...


Abdul Rivai Ras Luncurkan Buku Pangan dalam A ...

MOMENTUM, Jakarta -- Direktur Utama PTPN I (Persero) Abdul Rivai ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com