Abdul Rivai Ras: Aset PTPN I Harus Jadi Mesin Pertumbuhan

Tanggal 04 Agu 2026 - Laporan Nurjanah/rls - 54 Views

MOMENTUM, Jakarta--Diskusi buku Pangan dalam Aspek Pertahanan Negara karya Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara I (Persero), Abdul Rivai Ras, di Jakarta, Sabtu (1-8), membuka perspektif baru bagi seluruh insan perusahaan. Kegiatan yang dirangkai dengan Tasyakuran Swasembada Pangan Indonesia tersebut menjadi momentum memperkuat semangat transformasi PTPN I, bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan perusahaan merupakan kontribusi nyata bagi kemaslahatan bangsa sekaligus bernilai ibadah.

Abdul Rivai Ras memaparkan berbagai agenda transformasi PTPN I dengan landasan teori, filosofi, dan pengalaman kepemimpinan. Salah satu fokus utama yang disampaikan adalah pentingnya membangun kesadaran seluruh insan perusahaan terhadap besarnya potensi aset PTPN I yang harus dikelola secara produktif untuk menciptakan nilai tambah. Menurutnya, masih terdapat aset yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, bahkan berpotensi menjadi beban bagi perusahaan.

“Kita harus bangga memiliki aset yang besar dan strategis. Namun, kebanggaan itu harus diwujudkan melalui pengelolaan yang produktif sehingga aset benar-benar menjadi mesin pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan,” ujar Abdul Rivai Ras yang akrab disapa Bro Rivai.

Ia menjelaskan, PTPN I memiliki aset strategis yang tersebar di Sumatera, Jawa, hingga Maluku. Potensi tersebut merupakan modal besar untuk memperkuat daya saing perusahaan sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional.

“Aset bukan sekadar kekayaan perusahaan yang harus dijaga, tetapi harus mampu menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan, negara, dan masyarakat,” tegasnya.

Aset PTPN I meliputi lahan perkebunan, pabrik pengolahan, gudang, bangunan, kawasan komersial dan wisata, serta berbagai aset pendukung lainnya. Seluruh potensi tersebut terus ditata dan dikelola secara profesional agar memberikan manfaat ekonomi yang optimal.

Menurut Abdul Rivai, penataan aset menjadi salah satu agenda prioritas dalam program 100 hari kepemimpinannya di PTPN I. Penataan tersebut tidak hanya sebatas inventarisasi, tetapi juga mencakup penguatan legalitas, kepastian status penguasaan, pemetaan potensi, hingga penyusunan strategi pemanfaatan yang mampu meningkatkan nilai ekonomi perusahaan.

“Tidak boleh ada aset yang hanya menjadi beban. Setiap aset harus dikaji secara menyeluruh agar memberikan manfaat terbaik dan berkontribusi terhadap peningkatan kinerja perusahaan,” tegasnya.

Ia menilai optimalisasi aset menjadi semakin penting di tengah persaingan industri perkebunan yang semakin dinamis. Pengelolaan aset secara produktif akan membuka peluang pengembangan usaha, menciptakan sumber pendapatan baru, memperkuat struktur keuangan perusahaan, serta meningkatkan daya saing.

Dalam proses tersebut, PTPN I juga terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai mitra strategis. Menurutnya, kemitraan merupakan instrumen penting untuk mengembangkan potensi aset, namun seluruh kerja sama harus berorientasi pada penciptaan nilai tambah dan dilaksanakan secara profesional.

“Dunia usaha saat ini membutuhkan kolaborasi. Namun, setiap kerja sama harus memberikan manfaat yang terukur, memiliki kepastian hukum, serta mampu meningkatkan nilai ekonomi aset. Yang paling penting, seluruh proses harus berjalan sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG),” jelasnya.

Ia menegaskan, keberhasilan suatu kerja sama tidak diukur dari banyaknya mitra atau besarnya investasi yang masuk, melainkan dari nilai nyata yang dihasilkan bagi perusahaan.

“Setiap keputusan harus mampu menjawab pertanyaan mendasar: berapa nilai yang diperoleh perusahaan, apakah skema kerja sama telah sesuai dengan potensi aset, serta apakah seluruh proses telah dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Menurut Abdul Rivai, penerapan GCG menjadi fondasi utama dalam seluruh proses transformasi PTPN I. Prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran harus menjadi budaya kerja dalam setiap aktivitas bisnis perusahaan.

Selain memperkuat tata kelola, PTPN I juga terus mendorong digitalisasi pengelolaan aset melalui pembangunan basis data terintegrasi, pemetaan berbasis geospasial, sistem informasi aset, hingga pemantauan secara berkala. Langkah tersebut diyakini mampu meningkatkan akurasi data sekaligus mempercepat pengambilan keputusan bisnis.

“Dengan dukungan teknologi digital, perusahaan memiliki basis data aset yang lebih kuat sehingga setiap keputusan dapat diambil secara lebih cepat, tepat, dan berbasis data,” katanya.

Abdul Rivai menambahkan, optimalisasi aset bukan hanya ditujukan untuk meningkatkan pendapatan jangka pendek, tetapi merupakan investasi strategis dalam membangun perusahaan yang sehat, modern, dan berkelanjutan.

“Setiap nilai tambah yang dihasilkan dari pengelolaan aset akan memperkuat bisnis inti perusahaan, mendukung pengembangan usaha, meningkatkan kesejahteraan karyawan, serta memberikan kontribusi yang lebih besar kepada negara,” ujarnya.

Dengan kekuatan aset yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, Abdul Rivai optimistis PTPN I akan terus tumbuh sebagai perusahaan perkebunan nasional yang profesional, adaptif, dan berdaya saing.

“Kami ingin memastikan setiap aset PTPN I menjadi kekuatan utama dalam membangun masa depan perusahaan. Melalui tata kelola yang baik, kolaborasi strategis, dan transformasi yang berkelanjutan, aset tersebut akan menjadi mesin pertumbuhan yang membawa PTPN I semakin kuat, bernilai, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

Editor: Agus Setyawan


Comment

Berita Terkait


Juni 2026, BPS Lampung Catat Surplus Perdagan ...

MOMENTUM, Lampung--Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung m ...


Abdul Rivai Ras: Aset PTPN I Harus Jadi Mesin ...

MOMENTUM, Jakarta--Diskusi buku Pangan dalam Aspek Pertahanan Neg ...


Telkomsel Catat Kinerja Positif Semester I 20 ...

MOMENTUM, Jakarta -- Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp55 ...


Kadin Lampung Siap Kawal Investasi yang Doron ...

MOMENTUM, Bandarlampung -- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Lamp ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com