MOMENTUM, Bandarlampung--Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Lampung di Kotabaru, Kabupaten Lampung Selatan, menerima 330 siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027. Dengan tambahan tersebut, total peserta didik yang akan mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah permanen itu mencapai 401 orang.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Aswarodi mengatakan, 330 siswa baru tersebut terdiri atas jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).
"Dari total 330 siswa baru, sebanyak 270 siswa direkrut melalui Sekolah Rakyat 32 Lampung Selatan dan 60 siswa melalui Sekolah Rakyat 35 Bandarlampung. Seluruhnya akan mengikuti pembelajaran di SRT 3 Lampung di Kotabaru," kata Aswarodi di Bandarlampung, Selasa (4/8/2026).
Ia menjelaskan, kuota 270 siswa dari Sekolah Rakyat 32 Lampung Selatan terbagi masing-masing 90 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Sementara kuota dari Sekolah Rakyat 35 Bandarlampung terdiri atas 30 siswa SD dan 30 siswa SMP.
Aswarodi menambahkan, jumlah siswa dalam setiap rombongan belajar kini ditingkatkan dari 25 menjadi 30 orang. Selain siswa baru, terdapat 71 siswa angkatan sebelumnya yang naik kelas dan dipindahkan dari sekolah rintisan ke sekolah permanen di Kotabaru.
"Dengan demikian, total siswa yang memulai pembelajaran di SRT 3 Lampung sebanyak 401 orang," ujarnya.
Menurutnya, seluruh jenjang pendidikan, mulai SD hingga SMA, akan dipusatkan di SRT 3 Lampung di Kotabaru. Sementara Sekolah Rakyat di Lampung Timur tetap dikelola secara terpisah oleh pemerintah kabupaten setempat.
Untuk mendukung proses pembelajaran, saat ini terdapat sekitar 76 guru dan tenaga kependidikan yang bertugas di SRT 3 Lampung. Selain itu, sebanyak 20 guru tamu dari Dinas Pendidikan Provinsi Lampung dan Dinas Pendidikan Kota Bandarlampung turut diperbantukan hingga tenaga pendidik hasil rekrutmen Kementerian Sosial mulai bertugas pada September 2026.
Aswarodi juga mengatakan, siswa Sekolah Rakyat yang memasuki kelas XI SMA telah mendapatkan pembinaan terkait rencana setelah lulus. Pihak sekolah melakukan pemetaan minat dan bakat sejak awal agar siswa dapat diarahkan sesuai pilihan karier maupun pendidikan.
"Siswa yang ingin bekerja akan difasilitasi melalui pendidikan vokasional, sedangkan yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi akan dibantu mengakses beasiswa, termasuk melalui Program Gerakan Ayo Kuliah bagi anak keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan," katanya.(*)
Editor: Muhammad Furqon
E-Mail: harianmomentum@gmail.com