MOMENTUM, Abung Timur--Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Aprozi Alam menyerahkan secara simbolis bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah kepada dua mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung asal Desa Bumijaya, Kecamatan Abung Timur, Kabupaten Lampung Utara.
Kedua mahasiswa tersebut yakni Dafit Jaka Patama dan Aida Munif. Penyerahan bantuan berlangsung di Desa Bumijaya dan menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan.
Aprozi mengatakan bantuan pendidikan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar memastikan anak-anak di Lampung tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi meski menghadapi keterbatasan ekonomi.
“Penyerahan hari ini merupakan simbol dari ikhtiar yang lebih besar. Kami ingin memastikan anak-anak Lampung, sejak jenjang MI hingga perguruan tinggi, memiliki kesempatan yang sama untuk belajar,” ujar Aprozi.

Menurutnya, dukungan terhadap pendidikan tidak hanya menyasar mahasiswa. Bantuan pendidikan juga diberikan kepada ribuan pelajar madrasah di Provinsi Lampung, mulai dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).
Aprozi menilai keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menjadi penghalang bagi anak-anak untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi. Karena itu, program bantuan pendidikan dinilai penting untuk membantu meringankan beban keluarga sekaligus membuka peluang bagi generasi muda.
“Bantuan pendidikan ini bukan sekadar program administratif. Di dalamnya terdapat harapan keluarga dan cita-cita anak-anak yang harus kita jaga,” katanya.
Kepada Dafit dan Aida, Aprozi berpesan agar bantuan tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menunjang pendidikan.
“Belajarlah dengan tekun. Gunakan kesempatan ini untuk meraih cita-cita,” pesannya.
Penyaluran KIP Kuliah tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap akses pendidikan masyarakat, khususnya di daerah pemilihan Lampung II.
Melalui bantuan pendidikan, diharapkan mahasiswa dan pelajar dari keluarga kurang mampu dapat terus melanjutkan pendidikan tanpa terkendala persoalan biaya. (*)
Editor: Muhammad Furqon
E-Mail: harianmomentum@gmail.com