PSEL Lampung Raya Groundbreaking Desember 2026, Pemprov Kejar Pematangan Lahan

Tanggal 10 Agu 2026 - Laporan Harian Momentum. - 120 Views
Rapat Program Strategis Energi Terbarukan di Ruang Rapat Sakai Sambayan Pemprov Lampung. Foto: Ist.

MOMENTUM, Bandarlampung--Pemerintah Provinsi Lampung mempercepat persiapan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Lampung Raya di Desa Purwotani, Kecamatan Jatiagung, Lampung Selatan. Groundbreaking proyek tersebut ditargetkan terlaksana pada Desember 2026.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, mengatakan, pemerintah daerah akan memastikan seluruh kesiapan teknis dan administratif proyek dapat dituntaskan sebelum groundbreaking.

Menurutnya, salah satu pekerjaan mendesak yang harus diselesaikan adalah pematangan lahan. Pemprov Lampung menyiapkan intervensi anggaran melalui perubahan APBD agar pekerjaan tersebut dapat segera direalisasikan.

“Wujud syukur kami adalah dengan lebih serius menangani program ini. Kami pastikan pematangan lahan akan segera terealisasi dengan dukungan alokasi anggaran, karena ini kunci utama sebelum groundbreaking Desember mendatang,” ujarnya usai mengikuti Rapat Program Strategis Energi Terbarukan di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Senin (10/8/2026).


Rapat tersebut dihadiri jajaran Pemprov Lampung, perwakilan Danantara, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, serta pemerintah kabupaten/kota terkait. Pembahasan difokuskan pada percepatan pembangunan PSEL Lampung Raya yang ditargetkan mulai beroperasi penuh pada kuartal IV 2028.

Selain lahan, pemerintah daerah juga menyiapkan pembangunan akses jalan menuju lokasi proyek. Jalan sepanjang sekitar 1,7 kilometer tersebut ditargetkan mulai dikerjakan pada awal 2027.

Perwakilan Danantara menekankan pentingnya pencapaian groundbreaking pada Desember 2026 karena menjadi salah satu tahapan penting untuk mengejar target operasional proyek pada 2028. Penyediaan lahan dan akses menuju lokasi menjadi pekerjaan yang harus segera dituntaskan pemerintah daerah.

Dari sisi bahan baku, PSEL Lampung Raya membutuhkan pasokan sampah sekitar 1.168 ton per hari. Pemprov Lampung telah memetakan sumber pasokan dari wilayah aglomerasi, yakni Bandarlampung, Lampung Selatan, dan Lampung Timur.

Dinas Lingkungan Hidup akan ditugaskan menyiapkan pola pengangkutan dan rantai pasok sampah agar kebutuhan bahan baku proyek dapat dipenuhi secara berkelanjutan.

Pemprov Lampung dan badan usaha pemenang proyek juga akan segera memfinalisasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai dasar pelaksanaan proyek dan kepastian hukum operasionalnya.

Sementara kebutuhan air untuk operasional PSEL masih dalam pembahasan. Sejumlah opsi tengah dikaji, termasuk penyediaan jaringan pipa dari sumber air terdekat maupun pemanfaatan air tanah.

Saat beroperasi penuh, proyek ini juga ditargetkan memberikan manfaat ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja lokal. Pengembang menargetkan sekitar 90 persen tenaga kerja berasal dari masyarakat lokal yang akan mendapatkan pelatihan sesuai kebutuhan operasional dan teknologi PSEL.

PSEL Lampung Raya diharapkan menjadi solusi pengelolaan sampah di wilayah aglomerasi sekaligus mendukung penguatan ketahanan energi daerah melalui pemanfaatan sampah sebagai sumber energi listrik.(*)

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


PSEL Lampung Raya Groundbreaking Desember 202 ...

MOMENTUM, Bandarlampung--Pemerintah Provinsi Lampung mempercepat ...


Pemprov Lampung Perkuat Pengendalian Inflasi ...

MOMENTUM, Bandarlamapung--Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat ...


HUT Pertama Kodam XXI/Raden Intan, TNI-Pempro ...

MOMENTUM, Bandarlampung--Pemerintah Provinsi Lampung dan Kodam XX ...


Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Pemprov Lampun ...

MOMENTUM, Lampung--Pemerintah Provinsi Lampung mendorong seluruh ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com