Mantan Kajati Lampung Danang Suryo Wibowo Jadi Direktur II Jampidintel

Tanggal 11 Agu 2026 - Laporan Harian Momentum - 129 Views
Jaksa Agung ST Burhanuddin melantik dan memimpin prosesi pengambilan sumpah jabatan Kajati dan Pejabat Eselon II. Foto: Ist.

MOMENTUM, Jakarta -- Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung Danang Suryo Wibowo mendapat promosi jabatan sebagai Direktur II pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jampidintel) Kejaksaan Agung.

Danang dilantik Jaksa Agung ST Burhanuddin bersama sejumlah Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) dan pejabat Eselon II di lingkungan Kejaksaan Agung, Selasa (11/8/2026).

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut dipimpin langsung oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin.

Selain Danang, sejumlah pejabat lainnya juga mendapat penugasan baru. Berikut daftar pejabat yang dilantik:

1. Siswanto sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Pidana Militer.

2. Supardi sebagai Sekretaris Badan Pemulihan Aset.

3. Hendrizal Husin sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah.

4. Sufari sebagai Inspektur II pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan.

5. Muhammad Syarifuddin sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

6. Sutikno sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta.

7. Nurcahyo Jungkung Madyo sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan.

8. Sila Haholongan sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara.

9. Jehezkiel Devy Sudarso sebagai Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional pada Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI.

10. Bernadeta Maria Erna Elastiyani sebagai Inspektur Keuangan III pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan.

11. I Gde Ngurah Sriada sebagai Inspektur III pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan.

12. I Putu Gede Astawa sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat.

13. Chatarina Muliana sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur.

14. Herry Hermanus Horo sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Banten.

15. Roberthus Melchisedek Tacoy sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara.

16. Transiswara Adhi sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau.

17. RD Teguh Darmawan sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

18. Sri Kuncoro sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi D.I. Yogyakarta.

19. Yudi Triadi sebagai Kepala Pusat Manajemen, Penelusuran dan Perampasan Aset pada Badan Pemulihan Aset.

20. Tiyas Widiarto sebagai Kepala Pusat Penyelesaian Aset pada Badan Pemulihan Aset.

21. Basuki Sukardjono sebagai Direktur B pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum.

22. Arief Sudihar sebagai Kepala Biro Kepegawaian pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan.

23. Danang Suryo Wibowo sebagai Direktur II pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen.

24. Muslikhuddin sebagai Kepala Pusat Strategi, Kebijakan Penegakan Hukum pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan.

25. Sukarman Sumarinton sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan.

26. Sugiyanta sebagai Direktur E pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum.

27. Saiful Bahri Siregar sebagai Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus.

28. Anton Delianto sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu.

29. Taufan Zakaria sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung.

30. Erich Folanda sebagai Direktur Pengendalian Operasi pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus.

31. Syarief Sulaeman Nahdi sebagai Direktur III pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen.

32. Asep Sontani Sunarya sebagai Kepala Biro Umum pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan.

33. Teuku Rahmatsyah sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh.

34. Bima Suprayoga sebagai Direktur V pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen.

Dalam amanatnya, Burhanuddin mengatakan para pejabat yang dilantik merupakan hasil dari proses penilaian dan pertimbangan yang matang.

Menurutnya, jabatan bukan sekadar kedudukan, kehormatan maupun kekuasaan, melainkan amanah dan bentuk kepercayaan pimpinan yang harus dijalankan dengan integritas, profesionalitas dan loyalitas.

"Jabatan bukan sekadar kedudukan, kehormatan, maupun kekuasaan, melainkan sebuah amanah dan wujud kepercayaan pimpinan yang harus dijaga serta dipertanggungjawabkan dengan integritas, profesionalitas, dan loyalitas," ujar Burhanuddin.

Ia mengingatkan pelantikan berlangsung ketika institusi kejaksaan tengah menghadapi ujian dan sorotan publik. Karena itu, para pejabat baru diminta segera bekerja untuk memulihkan marwah institusi sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat.

Burhanuddin juga meminta jajaran kejaksaan memberi perhatian terhadap perkara yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat serta perkara yang berdampak terhadap keuangan dan perekonomian negara.

Khusus penanganan perkara korupsi, ia menegaskan agar tidak hanya terpusat di Kejaksaan Agung. Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri diminta berani menangani perkara korupsi strategis di wilayah masing-masing secara profesional dan bertanggung jawab.

Para pejabat juga diingatkan menjaga integritas di tengah tingginya pengawasan masyarakat.

"Sumpah jabatan yang telah diucapkan harus dimaknai sebagai janji suci dan tanggung jawab yang kelak dimintai pertanggungjawabannya kepada negara, masyarakat, dan Tuhan Yang Maha Esa," katanya.

Kepada para Kajati yang baru dilantik, Burhanuddin meminta segera beradaptasi dan memahami persoalan di wilayah masing-masing. Penegakan hukum di daerah harus dilakukan secara tenang, terukur dan tidak menimbulkan kegaduhan yang tidak diperlukan.

Para Kajati juga diminta membangun koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk menjaga stabilitas wilayah tanpa mengganggu independensi kejaksaan.

Burhanuddin turut menekankan pentingnya transparansi melalui publikasi capaian kinerja secara aktif dan berkelanjutan. Pengawasan melekat juga harus diperkuat untuk mencegah penyalahgunaan wewenang.

Sementara itu, para pejabat Eselon II di Kejaksaan Agung diminta segera memahami tugas, fungsi dan kewenangan baru. Mereka juga diminta mengevaluasi kinerja satuan kerja masing-masing serta memperkuat komunikasi antarbidang agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan.

Di akhir amanatnya, Burhanuddin menyampaikan apresiasi kepada para pejabat lama atas pengabdian selama bertugas serta berterima kasih kepada para istri dan pengurus Ikatan Adhyaksa Dharma Karini atas dukungan yang diberikan.

"Ibarat matahari, jabatan pasti akan terbenam, tetapi cahaya pengabdian akan senantiasa menyala. Semoga setiap langkah yang kita tempuh bernilai ibadah, setiap amanah yang kita tunaikan membawa berkah dan setiap kebaikan yang kita tanam menjadi jejak kemuliaan hingga akhir hayat," pungkasnya.()

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


Pembuang Jasad Bayi di Tempat Sampah Pahoman ...

MOMENTUM, Bandarlampung--Polisi mengungkap dugaan pembuangan jasa ...


Mantan Kajati Lampung Danang Suryo Wibowo Jad ...

MOMENTUM, Jakarta -- Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lamp ...


Mobil yang Ditumpangi KH Anwar Zahid Kecelaka ...

MOMENTUM, Bojonegoro--Pendakwah kondang KH Anwar Zahid mengalami ...


Challenge Hafalan Al-Qur'an Berhadiah Miras d ...

MOMENTUM, Jakarta -- Polisi menyelidiki aksi promosi minuman kera ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com