Stok Beras Bulog Capai 5,2 Juta Ton, Siap Intervensi Harga

Tanggal 18 Agu 2026 - Laporan Harian Momentum. - 161 Views
Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), kementerian, dan lembaga terkait yang digelar secara daring dari Command Center Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Lampung, Selasa (18/8/2026). Foto: Ist.

MOMENTUM, Bandarlampung - Perum Bulog menguasai stok beras sekitar 5,2 juta ton. Cadangan tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan di tengah potensi kenaikan harga di sejumlah daerah.

Informasi tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), kementerian, dan lembaga terkait yang digelar secara daring, Selasa (18/8/2026).

Kepala Divisi Perencanaan Operasi dan Analisa Harga Pasar Perum Bulog Muhammad Wawan Hidayanto mengatakan stok beras yang dikuasai Bulog saat ini berada pada level sekitar 5,2 juta ton.

Besarnya cadangan tersebut memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan intervensi apabila terjadi kenaikan harga beras di daerah.

Sekretaris Jenderal Kemendagri Komjen Pol Tomsi Tohir meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) aktif memantau perkembangan harga pangan dan tidak menunggu kenaikan harga menjadi terlalu tinggi.

Menurut Tomsi, apabila ditemukan kenaikan harga yang tidak wajar, TPID harus segera berkoordinasi dengan Bulog untuk menentukan langkah intervensi.

“TPID tidak boleh menunggu harga melonjak sebelum melakukan intervensi,” kata Tomsi.

Ia juga meminta TPID bersama Forkopimda turun langsung ke pasar untuk memastikan harga dan ketersediaan bahan pangan.

Langkah tersebut diperlukan untuk mendeteksi persoalan distribusi, ketersediaan stok, maupun pembentukan harga di tingkat pasar.

Selain beras, pemerintah juga mewaspadai kenaikan sejumlah komoditas pangan lain. Pada pekan kedua Agustus 2026, kenaikan harga antara lain terjadi pada daging ayam ras, cabai merah, dan cabai rawit.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga daging ayam ras naik 4,92 persen, dari Rp38.164 menjadi Rp40.041 per kilogram. Harga tersebut sedikit di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP) sebesar Rp40.000 per kilogram.

Harga beras juga mengalami kenaikan, meski relatif tipis. Beras medium naik 0,23 persen dan beras premium 0,20 persen dibandingkan Juli 2026.

Kondisi tersebut tetap perlu diantisipasi karena beras merupakan salah satu komoditas yang memiliki pengaruh besar terhadap inflasi.

Selain perkembangan harga, pemerintah juga mewaspadai potensi El Nino dan kekeringan yang diperkirakan terjadi pada September hingga Desember 2026.

Dengan cadangan beras yang besar dan pemantauan pasar secara aktif, pemerintah berharap gejolak harga pangan dapat ditekan dan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau.(*)

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


Dua Anak Karyawan Tembus PTN, Java Coffee Est ...

MOMENTUM, Bondowoso - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kem ...


Harga Kambing di Pesawaran Anjlok, Peternak K ...

MOMENTUM, Gedongtataan - Peternak sekaligus penjual kambing konsu ...


Stok Beras Bulog Capai 5,2 Juta Ton, Siap Int ...

MOMENTUM, Bandarlampung - Perum Bulog menguasai stok beras sekita ...


IPH Lampung Naik, Lampung Tengah Tembus di At ...

MOMENTUM, Bandarlampung — Indeks Perkembangan Harga (IPH) Lampu ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com