Rekam Jejak Prof Asep Sukohar Menuju Kursi Rektor Unila

Tanggal 21 Agu 2026 - Laporan Harian Momentum - 91 Views
Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, M.Kes., Sp.KKLP.,

MOMEMTUM, Bandarlampung--Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, M.Kes., Sp.KKLP., menatap Pemilihan Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031 dengan optimisme.

Jumat, 21 Agustus 2026, mantan Wakil Rektor II Unila periode 2020–2024 itu menegaskan keyakinannya mampu membawa Unila melangkah lebih jauh. Targetnya jelas: memperkuat posisi Unila di tingkat nasional sekaligus mendorong daya saing internasional.

Baca juga: Komitmen Majukan Unila

Bagi Prof. Asep, pengalaman akademik dan manajerial menjadi modal penting.

Dia seorang dokter, guru besar, akademisi, sekaligus pernah berada di jajaran pimpinan universitas. Pengalaman itu membuatnya mengklaim memahami persoalan Unila dari sisi akademik maupun tata kelola. Berikut sejumlah rekam jejak yang menjadi bekalnya menuju kursi Rektor Unila.

Digitalisasi Tata Kelola Berbasis Data

Prof. Asep ikut mendorong transformasi digital tata kelola Unila. Fokusnya pada integrasi sistem informasi, pengembangan Executive Dashboard, serta penguatan pengukuran kinerja berbasis data.

Pada 2022, ia mendorong berbagai data Unila terintegrasi dalam satu dashboard. Sistem itu diarahkan menjadi instrumen monitoring dan pengambilan keputusan pimpinan.

Prof. Asep juga terlibat dalam pengembangan SIKEBAS Unila, Sistem Keringanan dan Bebas UKT, yang diluncurkan pada 11 Januari 2022.

Di bidang layanan kesehatan, ia berkontribusi dalam transformasi digital pelayanan vaksinasi COVID-19 Unila pada September 2021. Kontribusinya juga menyentuh percepatan jabatan guru besar melalui sistem PAK.

Dari 67 guru besar Unila pada awal 2019, jumlahnya meningkat menjadi 118 pada November 2023. Pada 2026, jumlah guru besar Unila tercatat mencapai 173.

Ikut Membangun Program Studi Strategis

Jejak Prof. Asep juga terlihat dalam pengembangan pendidikan kedokteran dan kesehatan di Unila.

Ia terlibat dalam tim teknis persiapan penyelenggaraan pendidikan Fakultas Kedokteran Unila pada 2001. Dasarnya SK Rektor Unila Nomor: 93/J26/2001 tanggal 16 Januari 2001.

Setahun kemudian, ia kembali terlibat dalam Panitia Persiapan Pembukaan FK Unila melalui SK Rektor No. 3/J26/2002.

Program Studi Pendidikan Dokter kemudian beroperasi pada 2002.

Pada 2018, Prof. Asep turut berkontribusi dalam pendirian dan pengembangan Program Studi Farmasi Unila. Program studi tersebut menerima mahasiswa angkatan pertama pada 2019.

Jejak berikutnya adalah Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Pulmonologi. Gagasan awalnya dimulai pada 2017. Soft opening PPDS Pulmonologi berlangsung pada 28 Juni 2021.

Ia juga berkontribusi dalam pendirian Program Studi Profesi Apoteker pada 2 April 2024. Perannya mencakup perencanaan, pendampingan, hingga penguatan kurikulum. Angkatan pertama dijadwalkan menerima mahasiswa pada Agustus 2026.

Pengalaman Manajerial 

Pengalaman manajerial Prof. Asep cukup panjang. Ia tercatat pernah menjabat Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unila pada 2020–2023.

Saat ini, ia menjabat Ketua Senat FK Unila periode 2023–2027. Ia juga terlibat dalam percepatan pendirian Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Metro, Lampung, yang berdiri pada 17 November 2022.

Pengalaman lain datang dari pembangunan dan pengembangan Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Unila.

Keterlibatannya dimulai sejak tahap persiapan pembangunan rumah sakit pendidikan pada 2015. Peran itu berlanjut ketika ia menjabat Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan.

Pada 2020, Prof. Asep terlibat dalam finalisasi desain RSPTN. Konsep yang didorong adalah rumah sakit pendidikan yang terintegrasi dengan riset, pembelajaran, teknologi informasi, serta prinsip smart and green building.

Ia juga terlibat dalam koordinasi Tim RSPTN pada 2021 dan akselerasi PIU RSPTN pada 2022.

Pengalaman Luar Kampus

Pengalaman Prof. Asep tidak hanya berada di lingkungan kampus. Iapernah menjadi Ketua Tim Kendali Mutu Kendali Biaya (KMKB) BPJS Kesehatan Provinsi Lampung periode 2016–2017.

Ia juga pernah menjabat Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama FK Unila periode 2014–2019.

Selain itu, ia pernah menjadi anggota Dewan Pengawas RSUD Abdul Moeloek periode 2015–2018 dan Badan Pengawas Rumah Sakit Provinsi Lampung pada periode yang sama.

Di bidang pendidikan kedokteran, ia turut terlibat dalam pembinaan dan pengembangan Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo) pada 2015.

Pengalaman di organisasi. Saat ini, Prof. Asep Sukohar masih dipercaya sebagai Ketua Persatuan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) Provinsi Lampung.

Modal Menuju Pemilihan Rektor

Dengan pengalaman di bidang akademik, tata kelola, kesehatan, pembangunan institusi, hingga manajemen universitas, Prof. Asep membawa satu pesan utama: Unila harus bergerak lebih cepat.

Digitalisasi, penguatan sumber daya manusia, pengembangan program studi, penguatan layanan kesehatan, dan pengambilan keputusan berbasis data menjadi bagian dari rekam jejak yang ia bawa.

Kini, pengalaman itu diuji dalam arena Pemilihan Rektor Unila periode 2027–2031.

Pertaruhannya bukan sekadar jabatan. Ini tentang seberapa jauh pengalaman tersebut mampu diterjemahkan menjadi lompatan baru bagi Unila. (**)

Editor: Munizar


Comment

Berita Terkait


Rekam Jejak Prof Asep Sukohar Menuju Kursi Re ...

MOMEMTUM, Bandarlampung--Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, M.Kes., Sp.K ...


Siswa SDN 2 Ramanirwana Menanti Sekolah yang ...

MOMENTUM, Seputihraman - Rangka plafon yang menua menjadi pemanda ...


Daftar Pirlek, Prof. Asep Sukohar Tegaskan Ko ...

MOMENTUM, Bandarlampung--Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, S.Ked., M.Ke ...


Semarak HAN ke-42, Pemprov Lampung Ajak Anak- ...

MOMENTUM, Bandarlampung--Pemerintah Provinsi Lampung mengajak ana ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com