Gubernur Lampung Minta Pendamping PKH Pastikan Warga Tak Terlewat Bantuan

Tanggal 01 Sep 2026 - Laporan Harian Momentum - 139 Views
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat berkunjung di Labuhanratu, Kecamatan Labuhanratu, Lampung Timur. Foto: Ist.

MOMENTUM, Labuhanratu--Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meminta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) memastikan seluruh keluarga penerima manfaat (KPM) memperoleh berbagai program perlindungan sosial pemerintah.

Program yang harus dipastikan diterima masyarakat antara lain PKH, Kartu Indonesia Pintar (KIP), BPJS Kesehatan, bantuan sembako, dan program pendidikan.

"Setiap pertemuan P2K2, yang pertama dicek itu apakah mereka semua sudah dapat program pemerintah atau belum. KIP, KIS, BPJS, sembako, PKH, semuanya harus dipastikan tidak ada yang terlewat," kata Mirza saat berdialog dengan warga Desa Labuhanratu, Kecamatan Labuhanratu, Lampung Timur, Senin (31/8/2026).

Menurut Mirza, pendamping PKH tidak cukup hanya memastikan bantuan PKH tersalurkan. Mereka juga harus menjadi penghubung agar masyarakat dapat mengakses program pemerintah lainnya.

Dalam dialog tersebut, sejumlah warga menyampaikan persoalan terkait bantuan sosial, termasuk kepesertaan BPJS Kesehatan yang tidak aktif meski sebelumnya tercatat sebagai penerima bantuan.

Mirza meminta pendamping segera mendata dan memverifikasi persoalan tersebut agar hak masyarakat dapat dipulihkan. Pendamping juga diminta mencatat anak-anak dari keluarga penerima PKH yang belum memperoleh KIP atau bantuan pendidikan lainnya.

Ia turut mendorong keluarga penerima manfaat memanfaatkan program Sekolah Rakyat untuk meningkatkan pendidikan anak. Dalam pertemuan itu disebutkan terdapat dua anak dari keluarga PKH yang telah bersekolah di Sekolah Rakyat. Salah satunya meraih juara tingkat provinsi dalam cabang olahraga karate.

"Kalau anak-anak sekolahnya bagus, nanti bisa kuliah dan masa depannya menjadi lebih baik. Tujuan akhirnya adalah keluarga kita semakin sejahtera," ujar Mirza.

Gubernur juga meminta keluarga penerima manfaat tidak bergantung pada bantuan sosial. Program tersebut, kata dia, harus menjadi jalan bagi keluarga untuk meningkatkan kemampuan ekonomi hingga akhirnya mandiri.

"Tujuan akhirnya adalah graduasi," katanya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah PKH Provinsi Lampung Slamet Riyadi mengatakan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) dilaksanakan setiap bulan oleh pendamping sosial.

Di Lampung terdapat 1.542 pendamping yang mendampingi sekitar 391.000 keluarga penerima manfaat di 15 kabupaten dan kota, 229 kecamatan.

Materi P2K2 meliputi pendidikan, kesehatan, gizi, pencegahan stunting, serta penguatan ekonomi keluarga. Pendamping juga membantu masyarakat mengakses berbagai program pemerintah.

Khusus di Lampung Timur, terdapat 215 pendamping PKH yang bertugas di 24 kecamatan.

Dalam kunjungan tersebut, Mirza juga mengingatkan warga menjaga bantuan sosial yang diterima dan tidak menyalahgunakannya. Ia meminta masyarakat menghindari judi online serta tidak meminjamkan KTP kepada orang lain karena berpotensi disalahgunakan.

Kunjungan kerja Mirza di Labuhanratu dirangkaikan dengan penyerahan bantuan paket sembako kepada keluarga penerima manfaat PKH. Turut hadir, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Aswarodi, serta Koordinator Wilayah PKH Provinsi Lampung Slamet Riyadi.(*)

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


Gubernur Lampung Minta Pendamping PKH Pastika ...

MOMENTUM, Labuhanratu--Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal me ...


Kondisi TNWK Pasca-Karhutla: Gajah Sumatera D ...

MOMENTUM, Lampung Timur--Pemerintah Provinsi Lampung bersama TNI- ...


Way Kambas Berbenah, Pagar Besi hingga Budida ...

MOMENTUM, Lampung Timur--Pembangunan dan pengembangan kawasan Tam ...


156 Peserta Ikuti Seleksi Magang ke Jepang di ...

MOMENTUM, Mesuji — Sebanyak 156 peserta mengikuti seleksi Progr ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com