Bertahun-tahun Rusak dan Makan Korban, Jembatan Gantung Tanjungraja-Tanjungjati Diperbaiki

Tanggal 03 Sep 2026 - Laporan Harian Momentum - 116 Views
Jembatan gantung yang menghubungkan Pekon Tanjungraja dan Pekon Tanjungjati, Kecamatan Cukuhbalak, Tanggamus. Foto: Ist.

MOMENTUM, Cukuhbalak — Bertahun-tahun, warga tetap melintasi jembatan yang lantainya rusak. Bahkan sejumlah orang dilaporkan terjatuh dan mengalami patah tulang. Kini, jembatan gantung yang menghubungkan Pekon Tanjungraja dan Pekon Tanjungjati, Kecamatan Cukuhbalak, Tanggamus, mulai direnovasi.

Renovasi dilakukan Polres Tanggamus bersama TNI, pemerintah daerah, unsur Forkopimcam, relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana), dan masyarakat setempat, Selasa (1/9/2026).

Perbaikan meliputi penggantian lantai papan serta pengecatan tiang dan seling baja pengait jembatan. Polres Tanggamus juga memberikan dua unit lampu tenaga surya untuk menerangi jembatan pada malam hari.

Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko mengatakan renovasi dilakukan untuk memastikan jembatan kembali aman dan dapat digunakan masyarakat dengan lebih baik.

“Hari ini kita melaksanakan renovasi Jembatan Merah Putih di Pekon Tanjungraja, Kecamatan Cukuhbalak. Ini perdana kita melaksanakan renovasi jembatan dan kita bersama-sama bergotong royong untuk membangun serta memperbaiki jembatan ini,” kata Rahmad dalam siaran rilisnya.

Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko menyerahkan lampu tenaga surya untuk menerangi jembatan pada malam hari. Foto: Ist.

Ia mengatakan kekuatan dan ketahanan jembatan menjadi perhatian utama dalam renovasi. Material yang dinilai tidak layak atau tidak cukup kuat akan diganti.

“Untuk mandor ataupun tukangnya benar-benar dipastikan pekerjaannya kuat dan tahan lama. Kalau ada material yang tidak kuat, nanti kita ganti,” ujarnya.

Rahmad mengatakan jembatan tersebut menjadi akses penting bagi warga Pekon Tanjungraja dan Tanjungjati. Sekitar 200 kepala keluarga menggunakan jembatan itu dalam aktivitas sehari-hari, termasuk untuk menuju sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.

Belum adanya jembatan yang dapat dilalui kendaraan roda empat membuat akses tersebut semakin penting, terutama saat musim hujan dan banjir. Warga selama ini terpaksa memanfaatkan akses di bagian bawah sungai ketika jembatan tidak dapat digunakan.

Kepala Pekon Tanjungjati Irwansyah mengatakan kerusakan jembatan telah berlangsung sekitar empat hingga lima tahun. Meski kondisinya rusak, warga tetap menggunakannya karena menjadi salah satu akses utama kedua pekon.

“Selama rusak ini warga tetap melintas di jembatan. Kadang mencari celah karena memang jalan satu-satunya harus dilewati ketika banjir. Mau tidak mau tetap menggunakan jembatan ini,” kata Irwansyah.

Menurut dia, kondisi jembatan yang rusak beberapa kali menyebabkan warga terjatuh. Sejumlah korban mengalami luka hingga patah tulang.

“Kalau korban jiwa tidak ada, tetapi korban luka dan patah sudah pernah ada. Kalau diingat-ingat, mungkin sudah sekitar 10 kali,” ujarnya.

Irwansyah memperkirakan setelah direnovasi, jembatan tersebut dapat kembali digunakan sekitar 700 orang setiap hari. Penggunanya tidak hanya warga Tanjungraja dan Tanjungjati, tetapi juga masyarakat dari wilayah lain, termasuk Kelumbayan dan sejumlah kecamatan lainnya.

Kepala Pekon Tanjungraja Karnilas Farontaka mengatakan jembatan tersebut juga menjadi jalur lintas masyarakat dari berbagai daerah.

“Jembatan ini bukan hanya penghubung Tanjungraja dan Tanjungjati saja, melainkan penghubung antarkawasan karena ini jalur lintas khusus. Jadi penggunanya umum, dari berbagai daerah banyak yang melewati jembatan ini,” ujarnya.

Karnilas berharap pemerintah melanjutkan pembangunan jembatan permanen yang disebut telah direncanakan. Menurut dia, jembatan beton diperlukan agar warga memiliki akses yang lebih aman dan tidak terganggu ketika sungai meluap.

Sementara itu, pedagang ikan keliling asal Pekon Tanjungjati, Helmi, mengatakan kerusakan jembatan membuatnya harus menggunakan jalur air untuk beraktivitas.

“Biasanya saya lewat sini setiap hari. Sebelum rusak sering sekali lewat jembatan ini. Tapi semenjak rusak, saya tidak pernah lagi lewat sini dan memilih lewat jalur air,” kata Helmi.

Ia berharap renovasi tersebut membuat jembatan kembali dapat digunakan, terutama ketika akses lain terhambat banjir.

Selain merenovasi jembatan, Polres Tanggamus memasang dua lampu tenaga surya. Bantuan tersebut diharapkan membuat jembatan lebih terang dan aman bagi warga yang melintas pada malam hari. (*)

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


Pemprov Lampung Kembali Mutasi Pejabat, 34 Es ...

MOMENTUM, Bandarlampung — Pemerintah Provinsi Lampung kembali m ...


Bertahun-tahun Rusak dan Makan Korban, Jembat ...

MOMENTUM, Cukuhbalak — Bertahun-tahun, warga tetap melintasi je ...


25 Prodi PPDS Baru Disahkan, Percepat Pemerat ...

MOMENTUM, Jakarta--Pemerintah mengesahkan dan menyerahkan SK Izin ...


Salurkan Bantuan Alsintan, Bupati Lambar Warn ...

MOMENTUM, Liwa-- Pemerintah Kabupaten Lampung Barat (Lambar) meny ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com