MOMENTUM, Bandarlampung—Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung mengajukan 37 item obat-obatan dan bahan medis habis pakai (BMHP) kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk memperkuat stok logistik medis menghadapi dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Plt. Kepala Dinkes Lampung Djohan Lius mengatakan, pengajuan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan sektor kesehatan.
"Dinas Kesehatan Provinsi Lampung telah mengajukan permintaan logistik untuk antisipasi, baik obat-obatan maupun bahan medis habis pakai ke Kementerian Kesehatan. Ada 37 item obat dan bahan medis habis pakai yang kami ajukan," kata Djohan, Senin (7/9/2026).
Menurut Djohan, Kemenkes merespons pengajuan tersebut dengan baik. Saat ini, Dinkes Lampung masih menunggu pengiriman logistik dari pemerintah pusat.
"Alhamdulillah, kami laporkan juga kepada Ibu Wakil Gubernur dan Pak Sekda bahwa respons dari kementerian sangat baik. Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan datang kiriman logistik tersebut," ujarnya.
Penguatan stok logistik dilakukan untuk mengantisipasi potensi peningkatan gangguan kesehatan masyarakat akibat paparan abu vulkanik, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, dan iritasi kulit.
Selain menyiapkan logistik, Dinkes Lampung memperkuat sistem pelayanan kesehatan di daerah. Sebanyak 15 kabupaten/kota dibagi dalam lima regional sistem rujukan rumah sakit.
Untuk rujukan tertinggi di tingkat provinsi, terdapat tiga rumah sakit umum daerah (RSUD) milik Pemprov Lampung, yakni RSUD Abdul Moeloek, RSUD Alamsyah Ratu Perwiranegara, dan RSUD Bandar Negara Husada.
Dinkes Lampung juga telah menerbitkan surat edaran kepada Dinkes kabupaten/kota agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak.
Djohan turut mengimbau masyarakat tidak panik dan tidak melakukan pembelian masker secara berlebihan. Ia memastikan persediaan masker di Dinkes Lampung masih mencukupi.
Distribusi masker, kata dia, akan diprioritaskan untuk wilayah terdampak serta institusi yang membutuhkan.
"Kepada masyarakat untuk tidak panik, tidak membeli dalam jumlah berlebihan. Mudah-mudahan logistik kita di Provinsi Lampung akan kita jaga dalam jumlah yang mencukupi," tegasnya.(*)
Editor: Muhammad Furqon
E-Mail: harianmomentum@gmail.com