Dampak Erupsi Menurun, Sekolah Dibuka dan Penerbangan Normal

Tanggal 08 Sep 2026 - Laporan Wawan/rls - 166 Views
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela (tengah) menyampaikan keterangan dalam konferensi pers perkembangan penanganan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau di Pusdalops BPBD Provinsi Lampung, Bandar Lampung, Selasa (8/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Lampung mengumumkan pembukaan kembali kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dan penanganan sektor transportasi.

MOMENTUM, Lampung--Pemerintah Provinsi Lampung resmi mengembalikan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah mulai Rabu (9/9/2026). Keputusan ini diambil seiring menurunnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau serta berkurangnya paparan abu vulkanik secara signifikan di sejumlah wilayah.

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menyampaikan bahwa perbaikan kualitas udara serta durasi erupsi yang kian memendek menjadi pertimbangan utama. Kendati sekolah dibuka kembali, seluruh satuan pendidikan tetap diinstruksikan menerapkan protokol kesehatan dan membatasi aktivitas di luar ruangan.

Berdasarkan data pemantauan, aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Selasa (8/9/2026) merekam empat kali erupsi dengan durasi singkat di bawah 20 detik. Tiupan angin yang lemah membawa sebaran abu ke arah barat laut dan utara, sehingga tingkat konsentrasi abu vulkanik di pemukiman warga mereda.

Hasil pengujian kualitas udara di Bandar Lampung dan sekitarnya menunjukkan indikator PM10 serta PM2.5 berada pada kategori sedang. Kondisi ini dinilai cukup aman untuk memulai kembali aktivitas persekolahan jenjang SD, SMP, hingga SMA yang sempat dialihkan ke sistem daring.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menjelaskan bahwa selama penghentian tatap muka, pihak sekolah fokus melakukan pembersihan lingkungan. Pembersihan ruang kelas digelar secara serentak di enam wilayah terdampak melalui koordinasi bersama BPBD setempat.

Di sektor kesehatan, Pemprov Lampung mencatat adanya 2.416 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan abu vulkanik. Meski demikian, Wagub Jihan memastikan kondisi pelayanan kesehatan tetap terkendali dengan pasokan logistik obat dan masker yang mencukupi.

Guna mengantisipasi dampak lanjutan di kawasan pesisir, Pemprov Lampung membentuk tim krisis kesehatan dan menyiagakan fasilitas medis. Penyiraman jalan di area terdampak serta pembagian masker gratis terus digencarkan untuk menekan paparan debu.

Sektor transportasi udara turut menunjukkan pemulihan setelah Bandara Radin Inten II kembali beroperasi normal mulai pukul 10.00 WIB. Pihak pengelola bandara telah menyelesaikan pembersihan landasan pacu (runway) dan memastikan lokasi bebas dari abu vulkanik.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, mengonfirmasi bahwa moda transportasi laut di Selat Sunda juga beroperasi tanpa hambatan. Penyeberangan kapal feri dipastikan tetap berjalan lancar untuk melayani mobilitas masyarakat dan logistik.

Pemprov Lampung mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan mematuhi zona bahaya radius 3 kilometer dari kawah aktif. Warga diminta tetap mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah serta tidak melakukan panic buying masker maupun alat kesehatan.(**)

Editor: Agus Setyawan


Comment

Berita Terkait


Sukarame Jadi Pekon Tapis, Jangan Berhenti di ...

MOMENTUM, Balikbukit--Pekon Sukarame, Kecamatan Balikbukit, Kabup ...


Pemprov Lampung Cek Kesiapan Desa Tangguh Ben ...

MOMENTUM, Pesawaran — Pemerintah Provinsi Lampung mengecek kesi ...


Pemprov Siapkan Tim Transisi Rencana Masuknya ...

MOMENTUM, Bandarlampung — Pemerintah Provinsi Lampung akan memb ...


Dampak Erupsi Menurun, Sekolah Dibuka dan Pen ...

MOMENTUM, Lampung--Pemerintah Provinsi Lampung resmi mengembalika ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com