MOMENTUM, Balikbukit — Kopi robusta Lampung Barat berpeluang menjadi cinderamata bagi peserta Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) yang akan digelar di Provinsi Lampung pada April 2027.
Rencana itu disampaikan Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus saat menerima audiensi jajaran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung di Rumah Dinas Bupati Lampung Barat, Pekon Kubuperahu, Kecamatan Balikbukit, Selasa (8/9/2026) malam.
Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus membahas persiapan Lampung sebagai tuan rumah dua agenda besar insan pers tersebut.
Parosil menyatakan Pemkab Lampung Barat siap berkontribusi dalam pelaksanaan HPN dan Porwanas, salah satunya dengan memperkenalkan produk unggulan daerah berupa kopi robusta.
"Pakcik siap memberikan kontribusi, khususnya yang berkaitan dengan Lampung Barat. Salah satunya kopi robusta," kata Parosil.
Menurut dia, bentuk cinderamata, termasuk teknis dan desain kemasan kopi, masih akan dibahas lebih lanjut agar sesuai untuk diperkenalkan dalam agenda nasional tersebut.
"Teknis atau seperti apa bentuk dan desainnya nanti kita akan diskusikan dulu," ujarnya.
Parosil menilai HPN dan Porwanas bukan hanya menjadi agenda organisasi dan olahraga wartawan, tetapi juga momentum untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus menggerakkan perekonomian.
"Dua agenda besar dijadikan satu, yakni HPN dan Porwanas. Ini merupakan hal yang luar biasa. Ini akan menggerakkan roda perekonomian yang luar biasa dengan adanya kegiatan HPN dan Porwanas ini," katanya.
Karena itu, ia berharap Lampung Barat mendapat ruang untuk memperkenalkan kopi robusta kepada ribuan wartawan dan tamu yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
"Berikan kami kesempatan untuk mempromosikan kopi robusta dalam kegiatan HPN dan Porwanas," ujarnya.
Ketua PWI Provinsi Lampung Wirahadikusumah mengatakan, audiensi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi dengan pemerintah daerah menjelang pelaksanaan HPN dan Porwanas.
Selain bersilaturahmi, PWI Lampung menyampaikan sejumlah agenda sekaligus meminta dukungan, saran, dan kritik dari Pemkab Lampung Barat.
"Ini agenda silaturahim. Karena sudah dua tahun PWI Provinsi Lampung belum berkunjung ke Lampung Barat. Selain itu, ada beberapa agenda yang disampaikan ke Bupati, butuh dukungan, saran, kritik," kata Wirahadikusumah.
Ia mengatakan PWI Lampung telah ditetapkan sebagai bagian dari penyelenggaraan HPN dan Porwanas di Provinsi Lampung. Kedua agenda tersebut rencananya digelar bersamaan pada April 2027.
Rangkaian kegiatan dijadwalkan dimulai pada 5 April 2027, sedangkan puncak peringatan HPN dijadwalkan pada 12 April 2027.
Sekitar 5.000 wartawan diperkirakan hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut. Bagi PWI Lampung, menjadi tuan rumah merupakan tantangan sekaligus kebanggaan karena Lampung belum pernah menjadi tuan rumah HPN.
"Kami ingin sukses sebagai tuan rumah. Karena tamunya wartawan, kami ingin menyambut dengan baik," ujarnya.
Berbagai persiapan mulai dilakukan, termasuk koordinasi dengan sejumlah pihak terkait transportasi penyeberangan. Gubernur Lampung juga disebut telah beberapa kali mengecek kesiapan pelaksanaan kegiatan.
Salah satu rencana yang disiapkan adalah pembukaan Porwanas di Stadion Pahoman, Bandarlampung. Sementara itu, api Porwanas direncanakan diambil dari wilayah Suoh, Lampung Barat, kemudian dibawa berkeliling ke sejumlah wilayah di Provinsi Lampung.
Rencana tersebut dikaitkan dengan sejarah penyelenggaraan Porwanas di Lampung pada 1993.
"Kalau memang dulu ada histori api Porwanas diambil dari Suoh, nanti bisa jadi referensi. Kalau memang layak sesuai dengan kriteria, kenapa tidak. Nanti ada tim yang akan melihat apakah masih ada api di Suoh," kata Wirahadikusumah.
Tawaran kopi robusta sebagai cinderamata mendapat sambutan positif dari PWI Lampung. Wirahadikusumah mengatakan, momentum HPN dan Porwanas dapat dimanfaatkan setiap daerah untuk memperkenalkan ciri khas masing-masing, baik hasil bumi, produk unggulan maupun kebudayaan.
"Kami menyambut baik rencana Bupati Lampung Barat untuk memberikan cinderamata kopi dalam kegiatan HPN dan Porwanas. Memang banyak daerah yang ingin mengambil momen ini dengan menonjolkan ciri khas daerah masing-masing," katanya.
Menurut dia, kehadiran ribuan wartawan dari berbagai daerah dapat menjadi ruang promosi yang luas bagi potensi daerah di Lampung.
Sementara itu, Parosil menilai keberhasilan pelaksanaan HPN dan Porwanas membutuhkan sumber daya manusia yang kuat serta soliditas seluruh pihak.
"Pertemuan ini sangat baik. Saya yakin pelaksanaan agenda ke depan akan sukses. Agenda ini membutuhkan SDM yang kuat dan soliditas yang baik," katanya.
Ia juga mengapresiasi PWI Lampung yang dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan HPN dan Porwanas.
"Saya mendoakan mudah-mudahan apa yang menjadi kepercayaan dari PWI pusat bisa dilaksanakan dengan baik dan sukses," ujarnya.
Parosil juga menyatakan akan berupaya hadir dalam kegiatan kick off HPN yang dijadwalkan pada 29 November 2026. Kegiatan tersebut akan dirangkai dengan PWI Running.
Di sisi lain, PWI Lampung memastikan persiapan HPN dan Porwanas terus dilakukan melalui berbagai bidang. Wirahadikusumah menegaskan, PWI tidak dapat menjalankan seluruh agenda tersebut sendiri sehingga dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, tetap dibutuhkan.
Namun, ia memastikan penyelenggaraan kegiatan tersebut diupayakan tidak membebani anggaran pemerintah daerah.
"Janji kami kepada gubernur, kami tidak akan membebani APBD," katanya.
Dalam audiensi tersebut, Wirahadikusumah didampingi Sekretaris PWI Lampung Andi Panjaitan, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Segan Simanjuntak, Wakil Ketua Bidang Pembinaan Daerah Lukmansah, serta sejumlah pengurus lainnya.
Sementara Parosil didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pirwan, Kepala Bappeda Lampung Barat Erik Enriko, Kepala BPKAD Lampung Barat Sumadi, serta sejumlah pejabat lainnya.
Bagi Lampung Barat, HPN dan Porwanas menjadi peluang untuk membawa produk unggulan daerah lebih jauh. Jika terealisasi, kopi robusta Lampung Barat tidak hanya menjadi cinderamata, tetapi juga menjadi salah satu cara memperkenalkan identitas dan potensi daerah kepada tamu dari berbagai penjuru Indonesia. (*)
Editor: Muhammad Furqon
E-Mail: harianmomentum@gmail.com