AI dan Pemberdayaan Warga Sukses Tekan Konflik Gajah di TNWK, Zero Kasus Selama Dua Bulan

Tanggal 16 Sep 2026 - Laporan Wawan/rls - 156 Views
Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di TNWK, Brigjen TNI Sriyanto, saat memberikan keterangan kepada awak media terkait penerapan Sistem Pengawasan Terpadu berbasis kecerdasan buatan (AI) di kawasan perbatasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK).

MOMENTUM, Lampung Timur--Penerapan Sistem Pengawasan Terpadu berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence) kini telah membentang di perbatasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) untuk mengatasi konflik antara manusia dan satwa liar. Inovasi ini memadukan teknologi canggih dengan infrastruktur mitigasi fisik sepanjang puluhan kilometer di kawasan tersebut.

Integrasi antara teknologi modern dan pendekatan kemasyarakatan terbukti membuahkan hasil yang positif. Sepanjang Juli dan Agustus 2026 lalu, langkah ini sukses menekan angka interaksi negatif antara gajah sumatra dan warga di desa-desa penyangga hingga mencapai nol kasus.

Pembangunan infrastruktur mitigasi ini dikerjakan menggunakan konsep Swakelola Tipe IV. Dalam pelaksanaannya, proyek tersebut melibatkan partisipasi aktif dari 1.091 warga lokal di sekitar kawasan.

Inisiatif ini dirancang dengan menggabungkan tiga pilar utama secara bersamaan. Ketiga pilar tersebut meliputi infrastruktur fisik, pemanfaatan kecerdasan buatan, serta pemberdayaan ekonomi guna mengakhiri konflik agraria-konservasi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Teknologi kecerdasan buatan menjadi tumpuan utama dalam mengawasi perbatasan kawasan yang membentang sepanjang 167 kilometer. Seluruh pengawasan dipusatkan di sebuah command center dengan memanfaatkan kamera CCTV berputar 360 derajat.

Kamera pemantau tersebut dipasang setiap satu kilometer di sepanjang garis batas kawasan. Sistem ini juga terintegrasi langsung dengan penggunaan drone serta 38 kamera jebak (camera trap) yang disebar di dalam belantara TNWK.

Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatera di TNWK, Brigjen TNI Sriyanto, menjelaskan bahwa sistem berbasis AI ini mampu memproyeksikan pergerakan gajah. Selain itu, sistem tersebut dapat mendeteksi kondisi kesehatan satwa, seperti mengidentifikasi apakah gajah sedang kekurangan vitamin atau jatuh sakit.

Pengawasan digital yang diterapkan terbukti ampuh dalam menekan angka kejahatan kehutanan di area konservasi. Tercatat dalam enam bulan terakhir, sistem ini berhasil membantu memfasilitasi tiga kali penangkapan pelaku perburuan serta kegiatan ilegal di dalam kawasan TNWK.

Pemasangan CCTV 360 derajat juga efektif menyelesaikan ancaman perusakan alat pemantau oleh oknum tak bertanggung jawab. Sebelumnya, sebanyak 38 dari total 52 kamera jebak sempat mengalami insiden dibakar atau diambil kartu memorinya.

Selain memantau pergerakan satwa liar, dashboard digital yang dikembangkan bersama mahasiswa dan alumni Universitas Lampung (Unila) memiliki fungsi multiguna. Sistem ini mampu mendeteksi potensi kejahatan dan aktivitas warga di sepanjang perbatasan, termasuk mengidentifikasi kendaraan tanpa pelat nomor hingga aksi balap liar.(**)

Editor: Agus Setyawan


Comment

Berita Terkait


KPK Tetapkan 8 Tersangka Kasus HGB Summarecon ...

MOMENTUM, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapk ...


Kejagung Sita 38 Aset Senilai Rp846 Miliar da ...

MOMENTUM, Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita 38 obyek ...


AI dan Pemberdayaan Warga Sukses Tekan Konfli ...

MOMENTUM, Lampung Timur--Penerapan Sistem Pengawasan Terpadu berb ...


Rotasi Kasat Lantas, Kapolres Pringsewu Tekan ...

MOMENTUM, Pringsewu--Polres Pringsewu melakukan pergantian Kepala ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com