Bupati Pesawaran: KLA Jangan Berhenti di Atas Kertas

Tanggal 16 Sep 2026 - Laporan Rifat Arief - 92 Views
Bupati Pesawaran Nanda Indira (tengah) bersama peserta Rapat Koordinasi Pembentukan Gugus Tugas KLA 2026–2030,

MOMENTUM, Gedongtataan--Pemkab Pesawaran terus memperkuat gerakan lintas sektor untuk mewujudkan status sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) yang bukan sekadar memenuhi indikator administratif, tetapi benar-benar mampu melindungi perempuan dan anak dari kekerasan.

Komitmen itu ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Pembentukan Gugus Tugas KLA Pesawaran 2026–2030, sekaligus penandatanganan kesepakatan bersama tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Aula Pemkab Pesawaran, Selasa (15-9-2026).

Bupati Pesawaran Nanda Indira Bastian menegaskan, KLA tidak boleh berhenti pada rakor, dokumen, dan penandatanganan kesepakatan. Seluruh unsur: pemerintah, masyarakat, dunia usaha, lembaga kemasyarakatan, media, hingga keluarga harus bergerak dengan peran masing-masing.

“Saya berharap rapat koordinasi ini dapat menjadi sarana yang efektif untuk mewujudkan Pesawaran sebagai Kabupaten Layak Anak. Namun, kegiatan kita hari ini tidak boleh berhenti pada seremonial rakor dan penandatanganan di atas kertas saja,” tegas Nanda.

Bupati juga meminta seluruh pihak memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak secara nyata.

“Semua pihak harus bergerak bersama, berusaha keras, dan bahu-membahu untuk menjadikan Pesawaran sebagai kabupaten yang benar-benar ramah anak, sekaligus menekan semaksimal mungkin angka kekerasan terhadap perempuan dan anak,” pintanya.

Menurut Nanda, perlindungan anak tidak semata-mata dibebankan kepada pemerintah. Lingkungan pertama dan paling menentukan justru berada di dalam keluarga.

Karena itu, setiap rumah tangga harus menjadi ruang aman bagi anak untuk memperoleh kasih sayang, perlindungan, sekaligus tempat menyampaikan persoalan yang dihadapi.

“Esensi mendasar dari sebuah Kabupaten Layak Anak sebenarnya dimulai dari rumah kita masing-masing. Kita harus memastikan setiap rumah tangga di Kabupaten Pesawaran menjadi medium persemaian kasih sayang. Dari keluargalah kita perkuat pondasi ini,” terangnya.

Kepala Dinas P3AP2KB Pesawaran Nur Asikin mengatakan, rakor tersebut menjadi bagian dari penguatan komitmen dan koordinasi lintas sektor dalam Gugus Tugas KLA.

Selain mengevaluasi capaian indikator KLA 2026, forum itu juga mempersiapkan peninjauan ulang verifikasi administrasi yang dijadwalkan berlangsung 5–6 Oktober 2026.

Sekitar 50 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas unsur Gugus Tugas KLA lintas sektor, organisasi perangkat daerah, media, lembaga kemasyarakatan, dunia usaha, dan Forum Anak.

Rakor juga menghadirkan Riyandica Novita Eka Putri dan Nella Mertha Diyani dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Lampung untuk menyampaikan evaluasi capaian KLA.

Turut hadir jajaran Forkopimda Pesawaran, perwakilan instansi vertikal, Ketua DWP Pesawaran, pejabat struktural Pemkab Pesawaran, serta unsur pendukung KLA lainnya. (**)

Editor: Munizar


Comment

Berita Terkait


Bidik Ekonomi Blue-Green, Lampung Perluas Tim ...

MOMENTUM, Bandarlampung--Pemerintah Provinsi Lampung memperluas c ...


Pemprov Lampung Satukan Kekuatan Lintas Sekto ...

MOMENTUM, Bandarlampung--Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat s ...


Bupati Pesawaran: KLA Jangan Berhenti di Atas ...

MOMENTUM, Gedongtataan--Pemkab Pesawaran terus memperkuat gerakan ...


Pringsewu Dorong Mocaf Jadi Mesin Ekonomi Des ...

MOMENTUM, Pringsewu--Pengembangan tepung mocaf—tepung singkong ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com