MOMENTUM, Bandarlampung--Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung mengingatkan persiapan menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA) 2026. Hal ini menandai dimulainya hitung mundur kurang lebih sebulan menuju hari pelaksanaan ujian tersebut.
Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.STP., M.H., mengimbau seluruh elemen pendidikan di daerah untuk memperkokoh kesiapan. Langkah ini ditujukan untuk memacu semangat ribuan peserta didik yang akan menghadapi babak penting dalam jenjang pendidikan mereka.
"Saatnya bersiap, tingkatkan kompetensi, raih prestasi!" tegas Thomas Amirico dalam keterangannya di Bandarlampung, Jumat (18-9-2026).
Ia menekankan sisa waktu yang ada harus dimanfaatkan secara optimal untuk mengasah kemampuan teknis dan mental peserta.
Thomas menjelaskan pelaksanaan TKA hendaknya tidak dipandang sebagai beban yang menakutkan oleh para siswa. Menurut dia, ujian ini merupakan panggung pembuktian atas proses belajar yang telah dilalui selama ini.
"TKA bukan halangan, melainkan jalan untuk melihat seberapa jauh kita telah tumbuh dan siap melangkah lebih jauh," ujar Thomas.
Pandangan tersebut ditanamkan agar para siswa memiliki keyakinan diri yang kuat dalam menghadapi evaluasi akademik.
Guna memandu proses persiapan agar berjalan terstruktur, Disdikbud Lampung telah merumuskan empat pilar utama bagi para peserta. Pilar pertama menitikberatkan pada pemahaman materi secara mendalam, bukan sekadar hafalan tekstual.
Pilar kedua mendorong peserta untuk berlatih mengerjakan soal secara rutin guna meningkatkan ketepatan berpikir. Sementara pilar ketiga menekankan kedisiplinan pengelolaan waktu antara belajar, istirahat, dan ibadah secara seimbang.
Pilar keempat mengingatkan pentingnya aspek spiritualitas dan fokus pada tujuan akhir. Penggabungan seluruh pilar ini diharapkan dapat membentuk kesiapan mental serta intelektual siswa yang tangguh sebelum hari ujian tiba.
Thomas juga menggarisbawahi bahwa keberhasilan TKA merupakan tanggung jawab kolektif antara siswa, tenaga pendidik, orang tua, dan pemerintah daerah. Sinergi seluruh pihak sangat dibutuhkan guna memberikan dukungan moral maupun fasilitas belajar yang memadai.(**)
Editor: Agus Setyawan
E-Mail: harianmomentum@gmail.com