MOMENTUM, Bandarlampung--Kasus tragis meninggalnya seorang siswa sekolah dasar akibat tersedak buah kelengkeng dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi catatan evaluasi krusial bagi pelaksanaan program tersebut di Provinsi Lampung.
Atas kejadian tersebut, Satgas MBG Provinsi Lampung menginstruksikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk lebih memperketat standar keamanan dan kelayakan penyajian makanan, khususnya bagi siswa tingkat SD.
Ketua Satgas MBG Lampung, Saipul menjelaskan, meskipun petunjuk teknis (juknis) MBG belum mengatur batasan spesifik terkait pemberian buah berbiji, insiden di Lampung Tengah harus menjadi dasar pertimbangan penyusunan menu ke depan.
"Untuk anak-anak usia SD, disarankan menyajikan buah atau makanan yang tidak memiliki biji guna mengantisipasi potensi bahaya saat dikonsumsi," ujar Saipul di Bandarlampung, Rabu (23-9-2026).
Ia menegaskan, penyusunan porsi dan pilihan menu untuk anak sekolah tidak boleh hanya berfokus pada kecukupan gizi semata, melainkan wajib memperhitungkan kepraktisan serta tingkat risiko keamanan saat makanan tersebut dimakan.
SPPG diimbau untuk memprioritaskan sajian buah atau kudapan yang higienis dan mudah dikonsumsi tanpa menuntut anak mengupas kulit maupun membuang bijinya sendiri di sekolah.
Saipul menyoroti jenis buah seperti kelengkeng dan salak yang dinilai berisiko tinggi apabila dikonsumsi oleh anak-anak tanpa pengawasan ketat, terlebih anak kerap makan sambil beraktivitas aktif.
"Anak-anak sering kali makan sambil bermain. Jika tidak paham cara membuang bijinya, ada risiko buah tertelan utuh dan membahayakan saluran pernapasan," jelas Saipul.
Peristiwa ini dipicu dari musibah yang menimpa Reyhan Arisyah Putra (9), siswa kelas 3 SDN 03 Poncowarno, Kabupaten Lampung Tengah, yang meninggal dunia usai tersedak kelengkeng dari menu MBG pada Selasa (22-9-2026).
Hasil penyelidikan kepolisian mengindikasikan korban mengonsumsi buah tersebut sambil berlarian, hingga tersedak dan dilarikan ke RS Kartini Kalirejo sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Melalui evaluasi total di tingkat SPPG ini, Satgas MBG Lampung berharap setiap penyedia layanan dapat merancang menu yang aman, sesuai kelompok usia, serta mencegah berulangnya musibah serupa di wilayah Lampung.(**)
Editor: Agus Setyawan
E-Mail: harianmomentum@gmail.com