Korban KMP Virgo Transport 8 Tinggalkan Dua Anak Kecil

Tanggal 27 Sep 2026 - Laporan Rifat Arif. - 99 Views
Penyerahan bantuan finansial dari Kades Bernung, Deswan kepada keluarga korban KMP Virgo Transport 8. Foto: Ist.

MOMENTUM, Gedongtataan--Keluarga Rozaktana (34), warga Desa Bernung, Kecamatan Gedongtataan, salah satu korban KMP Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa, masih menunggu kepastian mengenai keberadaan korban.

Sekretaris Desa (Sekdes) Bernung Komar mengatakan, keluarga korban saat ini berada di Pringsewu dan belum dapat ikut ke lokasi pencarian karena terkendala biaya.

“Kalau istrinya sekarang di Pringsewu, ikut mertuanya. Tidak ikut ke pos pencarian karena tidak ada biaya,” kata Komar, Sabtu (27-9-2026).

Komar mengatakan, kondisi keluarga korban saat ini cukup memprihatinkan. Istri Rozaktana masih terus menunggu kabar mengenai keberadaan suaminya.

Menurut dia, keluarga tetap berharap upaya pencarian yang dilakukan instansi terkait dapat menemukan korban sehingga memberikan kepastian bagi keluarga.

“Yang pasti dari pihak terkait, instansi terkait, atau korban karena sudah meninggal, yang kita pikirkan akan ditinggalkan. Harapannya dari pihak pemerintahan kita, dari kabupaten khususnya, ada perhatian,” ujarnya.

Korban Tinggalkan Dua Anak Kecil

Perhatian tersebut, kata Komar, terutama diharapkan diberikan kepada anak-anak korban yang masih kecil.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, Rojaktana memiliki dua anak yang masing-masing berusia tiga dan lima tahun," katanya.

Komar menjelaskan, rumah Rozaktana di Desa Bernung saat ini dalam kondisi kosong. Rozaktana bersama istrinya diketahui telah tinggal di Tangerang selama hampir empat tahun terakhir.

“Rumahnya kosong karena korban selama ini berada di Tangerang bersama istri untuk bekerja,” ujarnya.

Menurut Komar, Rozaktana biasanya pulang ke kampung halaman ketika Lebaran. Rumah tersebut tidak ditempati keluarga dan hanya sesekali dikunjungi orang tua korban untuk dibersihkan.

Komar mengaku tidak mengetahui secara pasti pekerjaan Rozaktana selama berada di Tangerang. Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, korban diduga hendak berdagang dan perjalanan ke Kalimantan menggunakan kapal berkaitan dengan aktivitas tersebut.

“Kalau untuk kerja di Tangerang saya kurang tahu. Mungkin mau dagang. Kalau keberangkatannya ke Kalimantan menggunakan kapal, ya berkaitan dengan itu,” katanya.

Rozaktana dan istrinya diketahui telah menikah sekitar tujuh tahun. Setelah menikah, keduanya sempat tinggal di Pringsewu sebelum kemudian menetap di Tangerang bersama anak-anak mereka.

Sementara itu di tengah penantian keluarga, Kepala Desa Bernung, Desawan telah memberikan bantuan finansial secara langsung kepada keluarga Rozaktana.

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moril pemerintah desa kepada keluarga yang hingga kini masih menunggu kepastian mengenai nasib Rojaktana.

Deswan mengatakan, bantuan yang diberikan merupakan bentuk empati pemerintah desa terhadap keluarga korban yang tengah menghadapi masa sulit.

“Kami turut merasakan duka dan keprihatinan yang dialami keluarga. Bantuan ini mungkin tidak seberapa, namun kami berharap dapat sedikit meringankan beban keluarga korban,” kata Deswan.

Selain memberikan bantuan, Deswan mengajak masyarakat Desa Bernung untuk bersama-sama mendoakan agar proses pencarian yang dilakukan tim SAR dapat membuahkan hasil dan memberikan kepastian bagi keluarga.

Dia menyebut, Rozaktana merupakan warga Dusun Sukaharjo, Desa Bernung, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran. 

Ia menjadi salah satu korban dalam musibah tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin dan mengalami kecelakaan di perairan Masalembo pada 13 September 2026.

Sementara itu, istri Rozaktana, Dewi Meria (32) menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan pemerintah desa serta berbagai pihak sejak terjadinya musibah tersebut.

Dewi mengatakan, hingga kini suaminya masih belum ditemukan meski proses pencarian telah dilakukan tim SAR gabungan.

“Hingga saat ini, suami saya Rozaktana masih belum ditemukan meski proses pencarian telah dilakukan oleh tim SAR gabungan. Kondisi tersebut membuat keluarga, terutama saya sebagai istri, terus diliputi kecemasan dan harapan agar suami saya dapat segera ditemukan,” kata Dewi.

Ia juga berharap masyarakat Desa Bernung ikut mendoakan Rozaktana yang hingga kini masih dalam pencarian.

“Saya juga berharap masyarakat Desa Bernung mendoakan suami saya yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan sehingga keluarga memperoleh kepastian dan ketenangan,” harapnya.(*)

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


Muslimat NU Bandarmataram Perkuat Peran Perem ...

MOMENTUM, Bandarmataram--Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat Nahd ...


Korban KMP Virgo Transport 8 Tinggalkan Dua A ...

MOMENTUM, Gedongtataan--Keluarga Rozaktana (34), warga Desa Bernu ...


Dua Gunung Berapi Erupsi, Warga Diminta Waspa ...

MOMENTUM, Bandarlampung--Dua gunung berapi di Indonesia, Gunung M ...


Putra Bungsu Proklamator, Guruh Soekarnoputra ...

MOMENTUM, Jakarta--Kabar duka datang dari keluarga Presiden perta ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com