169 Pelajar Adu Kemampuan Bahasa Lampung di FTBI Pringsewu

Tanggal 06 Okt 2026 - Laporan Joko Sulistyo. - 119 Views
Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2026 Tingkat SLTP di Kabupaten Pringsewu. Foto: Ist.

MOMENTUM, Pringsewu--Sebanyak 169 pelajar SMP/MTs negeri dan swasta se-Kabupaten Pringsewu mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2026 yang mempertandingkan empat cabang lomba Bahasa Lampung.

Festival yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pringsewu itu berlangsung di Hotel Urban Pringsewu, Selasa (6/10/2026).

Kepala Seksi Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pringsewu Angga Dewantara mengatakan, 169 peserta tersebut mengikuti empat cabang lomba, yakni pidato Bahasa Lampung dengan 47 peserta, menulis cerpen Lampung 33 peserta, menulis aksara Lampung 63 peserta, dan komedi tunggal Bahasa Lampung 26 peserta.

Menurut Angga, para juara pertama dari masing-masing cabang lomba akan mewakili Pringsewu pada tingkat Provinsi Lampung dan jenjang berikutnya. Karena itu, panitia melibatkan dewan juri dari sejumlah perguruan tinggi dan lembaga di Bandarlampung serta Pesawaran.

"Panitia melakukan seleksi ketat. Kami menghadirkan dewan juri dari Bandarlampung dan Pesawaran, dari unsur Unila, Polinela, RRI Bandarlampung dan pihak SMA di Bandarlampung," kata Angga.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pringsewu Iswanto, yang mewakili kepala dinas saat membuka festival, mengatakan FTBI tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga bagian dari upaya mempertahankan penggunaan Bahasa Lampung di kalangan generasi muda.

"Anak-anak kita sekarang lebih fasih bahasa asing daripada bahasa ibu sendiri. Melalui FTBI ini kita ingin mengembalikan kebanggaan berbahasa Lampung. Bahasa ibu adalah jati diri," tegasnya.

Iswanto mengatakan penggunaan Bahasa Lampung di kalangan generasi muda semakin berkurang. Menurut dia, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian agar Bahasa Lampung tetap digunakan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

"Festival Tunas Bahasa Ibu ini bukan sekadar perlombaan. Ini adalah upaya kita untuk menanamkan kembali rasa cinta dan bangga berbahasa Lampung kepada tunas-tunas muda," ujarnya.

Ia meminta peserta mengikuti perlombaan dengan percaya diri dan tidak malu menggunakan Bahasa Lampung. Menurutnya, pengalaman mengikuti festival lebih penting daripada sekadar hasil perlombaan.

"Jangan malu berbahasa Lampung dan justru harus bangga. Menang kalah itu biasa, namun yang paling penting adalah pengalaman dan kecintaan kalian pada bahasa daerah semakin tumbuh," katanya.

Iswanto juga mengajak para peserta menggunakan Bahasa Lampung dalam percakapan sehari-hari dan mengenalkannya kepada teman-teman di sekolah.

"Jadilah duta bahasa. Setelah dari sini, ajak teman-teman di sekolah untuk terus menggunakan Bahasa Lampung dalam percakapan sehari-hari," pungkasnya.(*)

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


169 Pelajar Adu Kemampuan Bahasa Lampung di F ...

MOMENTUM, Pringsewu--Sebanyak 169 pelajar SMP/MTs negeri dan swas ...


Dosen IIB Darmajaya Latih Siswa Bikin Game ...

MOMENTUM, Lampung--Siswa-siswi SMKN 8 Bandarlampung diajak mempra ...


Pendaftaran SMA Kemala Taruna Bhayangkara Res ...

MOMENTUM, Bandarlampung--Polsek Labuhan Ratu gencar melakukan sos ...


PKK dan Bunda Literasi Kedungwuni Dorong Perp ...

MOMENTUM, Kedungwuni -- Perpustakaan desa tidak cukup hanya memil ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com