Kisah Anoy Dasimah Naik Kelas Bersama BRI Unit Pasar Tugu, dari Pedagang Sembako hingga Supplier Swalayan

Tanggal 08 Okt 2026 - Laporan Nurjanah - 140 Views
Perjalanan usaha Anoy Dasimah, nasabah BRI Unit Pasar Tugu.

MOMENTUM, Bandarlampung--Perjalanan usaha Anoy Dasimah, nasabah BRI Unit Pasar Tugu, menjadi bukti bahwa akses permodalan yang tepat dapat membantu pelaku usaha mikro mengembangkan bisnis secara bertahap dan berkelanjutan.

Berawal dari berjualan sembako secara sederhana di kawasan Pasar Tugu sejak sekitar tahun 2001, Anoy kini berhasil mengembangkan usahanya hingga merambah produksi dan penjualan kue kering yang dipasok ke sejumlah swalayan.

Selama menjalankan usaha, Anoy sempat menghadapi berbagai tantangan permodalan. Untuk memenuhi kebutuhan modal usaha, ia pernah menggadaikan emas hingga meminjam kepada rentenir dengan bunga yang cukup tinggi.

Situasi tersebut mulai berubah ketika Anoy mengetahui bahwa BRI melalui Unit Pasar Tugu memiliki fasilitas pembiayaan yang dapat membantu pelaku usaha mendapatkan tambahan modal.

Pada tahun 2019, Anoy mengajukan pinjaman pertamanya di BRI sebesar Rp25 juta. Dana tersebut digunakan sebagai tambahan modal untuk mengembangkan warung sembako yang telah dijalankannya selama bertahun-tahun.

Seiring perkembangan usaha dan kedisiplinannya dalam memenuhi kewajiban, pinjaman tersebut akhirnya lunas pada tahun 2022. Tidak berhenti di sana, Anoy kembali mendapatkan kepercayaan untuk mengembangkan usahanya melalui pinjaman kedua dengan plafond sebesar Rp50 juta.

Pada tahap ini, usaha Anoy mulai berkembang lebih luas. Tidak hanya menjual sembako, ia mulai merambah usaha produksi dan penjualan kue kering yang dikerjakan dari rumah.

Perkembangan produksi kue kering yang semakin meningkat membuat produk Anoy mulai dipasarkan lebih luas hingga mampu memasok ke beberapa supermarket.

Melihat peluang usaha yang semakin terbuka, pada tahun 2026 Anoy kembali mengajukan pinjaman di BRI dengan plafond sebesar Rp80 juta. Tambahan modal tersebut digunakan untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus menambah volume produksi kue kering agar dapat memenuhi permintaan pelanggan dan pasar.

Perjalanan Anoy menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Dari awalnya hanya memiliki warung sembako kecil dengan modal terbatas, kini usahanya telah berkembang menjadi usaha yang tidak hanya menjual sembako, tetapi juga memproduksi kue kering dan menjadi supplier bagi sejumlah swalayan.

“Dulu saya sempat menggadaikan emas dan meminjam kepada rentenir untuk memenuhi kebutuhan modal usaha. Setelah mengetahui BRI bisa membantu memberikan pinjaman modal usaha, saya mulai beralih menggunakan pembiayaan dari BRI. Alhamdulillah, usaha saya bisa berkembang sedikit demi sedikit,” ujar Anoy.

Ia berharap usahanya dapat terus berkembang sehingga mampu meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pemasaran.

Kisah Anoy juga menjadi gambaran bagaimana pembiayaan perbankan dapat menjadi salah satu alternatif permodalan yang membantu pelaku usaha mikro mengembangkan bisnisnya secara bertahap, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman informal dengan bunga tinggi.

Pemimpin Cabang BRI Kanca Teluk Betung, Hutama Wiranegara Gunawan, menyampaikan bahwa BRI terus berkomitmen memberikan akses layanan dan pembiayaan kepada pelaku UMKM agar dapat mengembangkan usaha serta meningkatkan kesejahteraan.

“BRI terus berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya pelaku UMKM, dengan memberikan akses layanan perbankan dan pembiayaan yang dapat mendukung kebutuhan usaha. Kami berharap semakin banyak pelaku usaha yang dapat naik kelas dan mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan,” ujar Hutama.

Perjalanan Anoy dari pedagang sembako kecil hingga mampu menjadi supplier kue kering di sejumlah swalayan menjadi bukti bahwa usaha yang dijalankan dengan tekun, disertai akses permodalan yang tepat, dapat tumbuh secara bertahap.

Dari modal awal Rp25 juta, kemudian meningkat menjadi Rp50 juta dan kini Rp80 juta, perjalanan pembiayaan Anoy bersama BRI menjadi bagian dari kisah pertumbuhan UMKM yang terus berusaha naik kelas.(**)

Editor: Agus Setyawan


Comment

Berita Terkait


CSR Jangan Sekadar Bantuan, Harus Jadi Bagian ...

MOMENTUM, Bandarlampung--Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal ...


Pengemudi Ojol Tak Kena Pajak dan Dapat Akses ...

MOMENTUM, Jakarta--Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM ...


Kisah Anoy Dasimah Naik Kelas Bersama BRI Uni ...

MOMENTUM, Bandarlampung--Perjalanan usaha Anoy Dasimah, nasabah B ...


PTPN I Regional 7 Salurkan Bantuan TJSL untuk ...

MOMENTUM, Bandarlampung - PTPN III (Persero) Holding Perkebunan m ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com