MOMENTUM, Gunungsugih--I Komang Koheri dan Ketua DPC PKB Lampung Tengah, Uswatun Hasanah, terlihat bersama dalam kegiatan car free day di Gunungsugih, Minggu (11/10/2026). Keduanya bahkan tampak mengendarai mobil bak terbuka yang dikemudikan Uswatun, sementara Komang duduk di kursi penumpang depan.
Kebersamaan itu berlangsung di tengah proses administrasi penetapan Komang sebagai Bupati Lampung Tengah definitif. Setelah proses tersebut tuntas, pengisian jabatan wakil bupati yang kosong berpotensi menjadi agenda politik berikutnya.
Sebelum tampil bersama dalam kegiatan tersebut, Komang dan Uswatun juga terlihat dalam sejumlah kesempatan. Di antaranya saat Komang berkunjung ke Rumah Sakit Mitra Mulia dan ketika keduanya bertemu di kediaman Uswatun dalam rangkaian kegiatan Lampung Tengah Berhaji yang menghadirkan Ustaz Koko Liem.
Sementara itu, Sekretariat DPRD Lampung Tengah telah menerima salinan keputusan Menteri Dalam Negeri terkait pemberhentian Bupati Lampung Tengah masa jabatan 2025–2030. Dokumen tersebut telah diteruskan kepada pimpinan DPRD untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
Dalam konteks pengisian jabatan wakil bupati, PDI Perjuangan memiliki posisi strategis karena menjadi satu-satunya partai pengusung pasangan Ardito Wijaya–I Komang Koheri pada Pilkada Lampung Tengah sebelumnya. Proses pengisian jabatan tersebut harus mengikuti mekanisme politik dan ketentuan perundang-undangan.
Namun, pada Juli 2026, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Eriko Sotarduga, menyatakan calon pendamping Komang tidak harus berasal dari internal partai. Pernyataan tersebut membuka kemungkinan figur dari luar PDI Perjuangan masuk dalam pembahasan calon wakil bupati.
Nama Uswatun pun mulai dikaitkan dengan kemungkinan menjadi pendamping Komang. Saat ditanya mengenai peluang tersebut, Ketua DPC PKB Lampung Tengah itu menjawab singkat.
“Kita lihat saja dan menunggu arahan dari Ketua DPW Nunik (Chusnunia),” ujarnya.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi yang mengonfirmasi kemungkinan duet Komang dan Uswatun. Kebersamaan keduanya menjadi sorotan di tengah dinamika politik menjelang pengisian jabatan wakil bupati, tetapi keputusan akhir tetap bergantung pada mekanisme dan kesepakatan politik yang berlaku.(*)
Editor: Muhammad Furqon
E-Mail: harianmomentum@gmail.com