Ahli Kimia dari China Diduga Terlibat dalam Produksi 1,2 Ton Sabu di Aceh

Tanggal 24 Okt 2026 - Laporan Harian Momentum - 149 Views
Kapolri Suyudi Ario Seto di Aceh. Foto: Ist.

MOMENTUM, Pidie -- Dua warga negara China, salah satunya diduga memiliki keahlian di bidang kimia, ditangkap dalam penggerebekan pabrik sabu di Gampong Beureueh Dua, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Aceh. Dalam pengungkapan tersebut, tim gabungan menyita 1,2 ton sabu berbentuk cair dan kristal.

Pengungkapan laboratorium gelap atau clandestine laboratory itu dilakukan tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN), Polri, dan Bea Cukai pada 22 Oktober 2026. Sebanyak 11 orang terduga pelaku ditangkap karena diduga terlibat dalam aktivitas produksi narkotika tersebut.

Kapolri Suyudi Ario Seto menegaskan, pengungkapan itu menunjukkan bahwa Indonesia tidak lagi sekadar menjadi pasar peredaran narkoba, tetapi juga mulai menjadi sasaran produksi jaringan narkotika internasional.

“Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa Indonesia bukan lagi sekadar pasar, melainkan target produksi jaringan internasional,” kata Suyudi saat menghadiri konferensi pers di lokasi pabrik di Kabupaten Pidie, Jumat (23/10/2026).

Menurut Suyudi, terbongkarnya pabrik tersebut merupakan pukulan bagi jaringan narkotika internasional sekaligus peringatan bagi seluruh elemen bangsa untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman produksi dan peredaran narkoba.

Ia meminta TNI-Polri, pemerintah, dan masyarakat memperkuat kerja sama untuk mencegah rumah, rumah toko (ruko), maupun bangunan lain disalahgunakan sebagai tempat produksi narkotika.

Kapolri juga mengingatkan pemilik rumah kontrakan dan ruko agar lebih selektif dalam menerima penyewa, termasuk memastikan identitas dan latar belakang mereka.

“Jangan apatis dengan kondisi wilayah kita, dengan tetangga kita. Hati-hati, saya berpesan terutama yang punya ruko disewakan atau rumah yang dikontrakkan harus betul-betul meyakinkan dan memastikan bahwa orang yang masuk menyewa adalah orang-orang yang betul-betul bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Suyudi menilai keberadaan pabrik sabu di lingkungan permukiman menunjukkan bahwa ancaman narkotika dapat berada sangat dekat dengan kehidupan masyarakat.

Ia menyebut narkotika sebagai bentuk penjajahan gaya baru yang berpotensi melemahkan ketahanan nasional dan merusak masa depan generasi muda.

“Negara tidak pernah kalah dan tidak akan pernah memberi ruang sedikit pun kepada para bandar narkoba di bumi pertiwi yang kita cintai ini,” tegasnya.

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, yang akrab disapa Dek Fadh, mengapresiasi BNN dan kepolisian atas pengungkapan jaringan narkotika sekaligus pabrik sabu tersebut.

“Atas nama Pemerintah Aceh, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kepolisian bersama BNN yang telah mengungkap jaringan dan sekaligus pabrik tempat menciptakan sabu,” kata Fadhlullah.

Menurut dia, kondisi geografis Aceh yang dikelilingi laut menjadi tantangan tersendiri dalam mencegah masuknya narkotika dari luar negeri.

“Aceh memiliki luas 58 ribu kilometer, luasnya dikelilingi oleh laut. Berdekatan dengan Vietnam, Kuala Lumpur, Penang, dan negara-negara sahabat,” ujarnya.

Fadhlullah mengatakan, selama ini masyarakat lebih sering mendengar kabar tentang masuknya narkotika ke Aceh daripada produksi narkoba di wilayah tersebut.

“Biasanya kami hanya mendengar masuknya narkoba, bukan produksinya,” katanya.

Karena itu, keberadaan pabrik sabu di Kabupaten Pidie menjadi kenyataan baru yang mengkhawatirkan bagi masyarakat Aceh.

“Tapi hari ini, kenyataan dan bukti yang kita lihat adalah pabrik yang didirikan di tanah, di gampong, di Bumi Serambi Mekkah ini,” ucapnya.

Ia berharap pengungkapan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan lingkungan dan mencegah Aceh menjadi tempat produksi maupun peredaran narkotika.

Fadhlullah mengajak tokoh agama, keuchik atau kepala desa, perangkat kecamatan, serta pemerintah kabupaten untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dari ancaman narkoba.

“Mari sama-sama kita menjaga gampong,” tegasnya.(*)

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


Ahli Kimia dari China Diduga Terlibat dalam P ...

MOMENTUM, Pidie -- Dua warga negara China, salah satunya diduga m ...


Pria Tunarungu dan Tunawicara Ditangkap Polis ...

MOMENTUM, Pringsewu – Seorang pria penyandang disabilitas tunar ...


Polri Ungkap Pemilik Kapal Penyelundup 1 Ton ...

MOMENTUM, Belawan--Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto membeberkan ...


Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1,16 Ton ...

MOMENTUM, Jakarta--Tim gabungan dari Bareskrim Polri, Badan Narko ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com