Buka MTQ ke-53 Lampung, Gubernur Tekankan Pentingnya Pendidikan Al-Qur’an

Tanggal 26 Okt 2026 - Laporan Harian Momentum - 87 Views
Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-53 Tingkat Provinsi Lampung 2026 di GOR Way Handak, Kalianda, Lampung Selatan. Foto: Ist.

MOMENTUM, Kalianda — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pentingnya pendidikan Al-Qur’an sejak dini untuk membentuk generasi muda yang berakhlak mulia, berkarakter, dan mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Hal itu disampaikan Mirza saat membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-53 Tingkat Provinsi Lampung 2026 di GOR Way Handak, Kalianda, Lampung Selatan, Minggu (25/10/2026).

Menurut Mirza, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan kemajuan ekonomi, pertanian, teknologi, dan pendidikan formal. Penguatan nilai-nilai agama juga diperlukan agar kemajuan tersebut diimbangi dengan pembentukan karakter masyarakat.

Karena itu, kecintaan terhadap Al-Qur’an perlu ditanamkan sejak dini melalui pendidikan keluarga, lembaga pendidikan keagamaan, taman pendidikan Al-Qur’an, hingga pondok pesantren.

“Indonesia Emas hanya bisa dicapai kalau generasinya menjadi generasi emas. Generasi yang kita harapkan adalah generasi yang berakhlak baik, cinta damai, menyayangi sesama, mencintai negara, dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan tanggung jawabnya,” kata Mirza.

Ia mencontohkan sejumlah tokoh peradaban Islam yang berkontribusi terhadap kemajuan dunia. Menurutnya, pendidikan yang menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari pembentukan karakter sejak usia dini menjadi salah satu hal penting dalam membangun generasi berkualitas.

Mirza juga mengapresiasi banyaknya tokoh di Lampung, termasuk pejabat pemerintahan dan anggota legislatif, yang memiliki latar belakang pendidikan pesantren. Hal itu, menurutnya, menunjukkan pendidikan agama dapat berjalan beriringan dengan pencapaian di bidang kepemimpinan.

“Jangan takut mengajarkan anak-anak kita Al-Qur’an dengan sungguh-sungguh. Kemuliaan seorang pencinta Al-Qur’an tidak hanya terlihat dari bacaan dan hafalannya, tetapi juga dari akhlak serta amal perbuatannya,” ujarnya.

Sebagai upaya memperkuat pendidikan Al-Qur’an, Pemerintah Provinsi Lampung bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menjalankan program Satu Desa Satu Hafiz Al-Qur’an. Program tersebut menargetkan 2.500 anak setiap tahun untuk memperoleh beasiswa pendidikan tahfiz di pondok pesantren, dengan harapan dapat menghafal Al-Qur’an dalam waktu tiga tahun.

Melalui program tersebut, Pemprov Lampung berharap lahir para hafiz yang tidak hanya menguasai hafalan Al-Qur’an, tetapi juga menjadi teladan dan penggerak nilai-nilai keagamaan di lingkungan masing-masing.

Mirza juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan yang menjadi tuan rumah MTQ ke-53 Tingkat Provinsi Lampung. Ia berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga memperkuat syiar Islam dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.

Kepada para peserta, ia berpesan agar menampilkan kemampuan terbaik, menjunjung tinggi kejujuran dan sportivitas, serta menghormati dewan hakim. MTQ, menurutnya, harus menjadi kesempatan untuk terus belajar dan memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an.

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mengatakan MTQ menjadi momentum untuk memperkuat identitas Lampung Selatan dan Provinsi Lampung sebagai daerah yang tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga memiliki masyarakat religius dan berakhlak mulia.

Ia berharap ajang tersebut melahirkan qari dan qariah, hafiz dan hafizah, serta generasi muda yang berprestasi dan mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Lampung Muhammad Firsada menyampaikan, MTQ ke-53 mengusung tema “Dahsyatnya Al-Qur’an Menggali Serambi Indonesia Maju”. Tema tersebut menekankan harapan agar Al-Qur’an menjadi pedoman hidup dan inspirasi dalam membangun masyarakat Lampung yang religius, harmonis, berakhlak mulia, dan berkemajuan.

MTQ ke-53 diikuti 493 peserta, terdiri atas 256 putra dan 237 putri dari 14 kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Kegiatan berlangsung pada 25–30 Oktober 2026, dengan babak penyisihan pada 26–28 Oktober, babak final pada 29 Oktober, serta pengumuman juara dan penutupan pada 30 Oktober.

Selain menjadi ajang untuk mengukur kemampuan membaca, menghafal, dan memahami Al-Qur’an, MTQ ini juga menjadi bagian dari pembinaan peserta terbaik yang akan mewakili Lampung pada MTQ Tingkat Nasional 2027.

Melalui kegiatan tersebut, Pemprov Lampung berharap syiar Al-Qur’an semakin meluas, silaturahmi antardaerah semakin kuat, dan lahir generasi Qurani yang berakhlak mulia serta berkontribusi bagi kemajuan Lampung menuju Indonesia Emas 2045.(*)

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


Kebakaran Baru TNWK Padam, Berjarak 14 Km dar ...

MOMENTUM, Bandarlampung — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ...


Wira dan Adi K Calon Tunggal Ketua PWI dan DK ...

MOMENTUM, Bandarlampung — Hingga akhir pendaftaran bakal calon ...


Buka MTQ ke-53 Lampung, Gubernur Tekankan Pen ...

MOMENTUM, Kalianda — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal me ...


Kajari Pringsewu Dukung HPN dan Porwanas 2027 ...

MOMENTUM, Pringsewu — Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pringsew ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com