Presiden PKS: Swasembada Pangan Harus Sejalan dengan Kesejahteraan Petani

Tanggal 26 Okt 2026 - Laporan Wawan/rls - 86 Views
Puncak Peringatan Hari Tani Nasional 2026 yang digelar di Pringsewu, Lampung, Ahad (25/10/2026).

MOMENTUM, Pringsewu--Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Almuzzammil Yusuf, menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan nasional tidak boleh hanya diukur dari tingginya angka produksi, melainkan juga harus diiringi peningkatan kesejahteraan keluarga petani.

Penekanan itu ia sampaikan saat menjadi pembicara utama dalam Puncak Peringatan Hari Tani Nasional 2026 yang digelar di Pringsewu, Lampung, Ahad (25/10/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan DPP PKS ini dihadiri pula oleh Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas, serta Ketua DPP PKS Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan Riyono Caping. Sebanyak sepuluh ribu peserta hadir, setelah sebelumnya mengikuti jalan santai sebagai pembuka rangkaian peringatan.

Almuzzammil menyampaikan dukungan penuh PKS terhadap agenda ketahanan pangan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto. Namun, ia menegaskan agenda tersebut tidak boleh membuat petani sekadar menjadi mesin produksi.

"Swasembada pangan tidak hanya berarti meningkatnya produksi nasional, tetapi juga meningkatnya kesejahteraan keluarga petani. Pangan harus tersedia dan terjangkau bagi rakyat, sekaligus memberikan penghidupan yang layak bagi petani," ujarnya.

Lebih jauh, ia mendorong agar petani tidak lagi hanya menjual bahan mentah, tetapi menikmati nilai tambah dari hasil bumi mereka. Ia mencontohkan potensi pengolahan singkong menjadi tepung mocaf di Pringsewu yang dapat meningkatkan pendapatan petani secara signifikan.

"Petani jangan hanya menjadi penghasil bahan mentah. Petani harus memiliki kesempatan menikmati nilai tambah dari hasil pertaniannya," tegas Almuzzammil.

Selain kesejahteraan ekonomi, Almuzzammil juga menekankan pentingnya regenerasi petani dan membangun kebanggaan generasi muda terhadap dunia pertanian. Ia berpesan kepada anak-anak petani agar tidak merasa rendah diri dengan latar belakang keluarga mereka.

"Jangan pernah merasa rendah diri karena orang tua kalian bekerja di sawah dan ladang. Dari keluarga petani telah lahir banyak pemimpin, ilmuwan, pengusaha, dan tokoh bangsa," ucapnya.

Almuzzammil menegaskan, pembangunan pertanian harus menempatkan petani sebagai subjek utama, bukan sekadar pelaksana produksi.

"Kita ingin petani tidak hanya kuat bekerja, tetapi juga kuat secara ekonomi. Kita ingin anak petani tidak hanya mewarisi lahan, tetapi juga mewarisi masa depan yang penuh harapan. Dan kita ingin Indonesia bukan hanya menjadi bangsa yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya, tetapi juga bangsa yang memuliakan para petaninya," pungkasnya.

Melalui peringatan Hari Tani Nasional 2026, PKS mendorong terwujudnya ketahanan pangan yang berkeadilan: pangan tersedia cukup, harganya terjangkau, dan petani yang menghasilkannya hidup sejahtera.(**)

Editor: Agus Setyawan


Comment

Berita Terkait


Presiden PKS: Swasembada Pangan Harus Sejalan ...

MOMENTUM, Pringsewu--Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Al ...


Lampung Utara Tuntaskan Pembahasan dan Penges ...

MOMENTUM, Kotabumi — Kabupaten Lampung Utara mencatatkan capaia ...


DPRD Lampung Utara Sepakati Propemperda 2027, ...

MOMENTUM, Kotabumi--Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupat ...


Anggota DPR RI Kadafi Dorong Mahasiswa UMPRI ...

MOMENTUM, Pringswu--Anggota DPR RI Komisi X, Muhammad Kadafi, mem ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com