224 Pelajar Ikuti English Competition 2026 di Pringsewu

Tanggal 27 Okt 2026 - Laporan Joko Sulistyo. - 116 Views
English Competition 2026 di SMPN 4 Pringsewu. Foto: Sulistyo.

MOMENTUM, Pringsewu — Sebanyak 224 pelajar SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Pringsewu mengikuti English Competition 2026 yang digelar di kampus SMPN 4 Pringsewu, Selasa (27/10/2026). 

Ajang yang memasuki tahun kedua ini bertujuan meningkatkan kepercayaan diri siswa, mengasah kemampuan berbahasa Inggris, serta menjaring bibit unggul untuk berkompetisi di tingkat provinsi hingga nasional.

Kegiatan tersebut diselenggarakan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP bekerja sama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris SMP, di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pringsewu.

Ketua MKKS SMP Pringsewu, Syahroni, mengatakan kompetisi ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membangun keberanian menggunakan bahasa Inggris tanpa takut melakukan kesalahan.

“Saya ingin anak-anak Pringsewu tidak minder. Jangan takut salah grammar, jangan takut salah pronunciation. Yang penting berani dulu. Be confident. Orang yang berani salah, dia akan lebih cepat pintar daripada orang yang takut mencoba,” ujar Syahroni.

Menurut dia, Pringsewu memiliki banyak siswa berpotensi yang perlu mendapatkan ruang untuk mengembangkan kemampuan dan menunjukkan prestasi. Melalui kompetisi ini, pihaknya berharap lahir peserta berprestasi yang dapat mewakili Kabupaten Pringsewu pada ajang yang lebih tinggi.

“Pringsewu ini gudangnya anak-anak pintar. Saya yakin dari 224 peserta hari ini akan lahir juara-juara yang nantinya bisa dikirim ke tingkat Provinsi Lampung, bahkan ke tingkat nasional,” katanya. 

Syahroni menambahkan, kompetisi tersebut tidak hanya menjadi ajang menguji kemampuan siswa, tetapi juga sarana evaluasi bagi guru dan kepala sekolah dalam mengajarkan bahasa Inggris secara efektif dan menyenangkan.

“Lomba ini bukan hanya menguji siswa, tapi juga menguji kita, para guru dan kepala sekolah. Sejauh mana kita telah mengajarkan bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan, bukan dengan cara yang menakutkan,” ujarnya.

Ia berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti perlombaan dengan jujur dan sportif. Menurut dia, keberanian tampil dan mencoba merupakan bagian penting dari proses belajar, terlepas dari hasil akhir yang diperoleh.

“Jadikan ini pengalaman, bukan beban. Bawa pulang ilmunya. Setelah lomba ini selesai, tularkan semangat bahasa Inggris ini ke teman-teman kalian di sekolah. Ajak teman kalian untuk ngobrol pakai bahasa Inggris, minimal satu jam sehari,” pesannya.

Syahroni juga meminta dewan juri memberikan penilaian secara objektif, adil, dan transparan agar peserta terbaik dapat terpilih untuk mewakili Pringsewu.

Mewakili Kepala Disdikbud Kabupaten Pringsewu, Andi, saat membuka kegiatan mengatakan, English Competition 2026 bukan sekadar perlombaan, melainkan wadah untuk mempersiapkan generasi muda yang mampu bersaing di tingkat global.

“Kita tidak bisa pungkiri, bahasa Inggris adalah jendela dunia. Anak-anak Pringsewu harus berani bicara, harus percaya diri menggunakan bahasa Inggris. Bukan untuk gaya-gayaan, tapi untuk masa depan mereka. Dari Pringsewu untuk dunia,” kata Andi.

Sementara itu, Ketua MGMP Bahasa Inggris SMP Pringsewu, Rizal Mursalim, menjelaskan bahwa kompetisi tahun ini mempertandingkan lima cabang lomba dengan total 224 peserta. Kelima cabang tersebut meliputi Story Telling dengan 32 peserta, Speech 38 peserta, News Reading 51 peserta, Solo Song 25 peserta, dan English Olympics 80 peserta. Panitia juga menggelar bazar untuk memeriahkan kegiatan.

Menurut Rizal, setiap cabang lomba dirancang untuk menguji aspek kemampuan berbahasa Inggris yang berbeda, mulai dari keterampilan berbicara di depan umum, keberanian tampil, penguasaan materi, hingga ketelitian dan penguasaan kosakata.

Peserta Story Telling, misalnya, membawakan cerita rakyat Lampung dan kisah inspiratif dunia dengan mengandalkan ekspresi serta pelafalan yang baik. Sementara itu, cabang Speech mengasah kemampuan menyampaikan gagasan di depan publik.

“Selain itu, ada lomba yang menguji kemampuan berpikir kritis, penguasaan materi, serta ketelitian dan kekayaan kosakata peserta,” jelas Rizal.

Dari setiap cabang perlombaan, panitia akan menetapkan juara pertama, kedua, dan ketiga. Para pemenang diharapkan dapat menjadi representasi Kabupaten Pringsewu dalam kompetisi bahasa Inggris pada jenjang yang lebih tinggi.(*)

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


Korban Kecelakaan Lalu Lintas Terbanyak Usia ...

MOMENTUM, Pringsewu — Satlantas Polres Pringsewu mengajak pelaj ...


224 Pelajar Ikuti English Competition 2026 di ...

MOMENTUM, Pringsewu — Sebanyak 224 pelajar SMP negeri dan swast ...


PTPN I Jadi Laboratorium Ilmu Mahasiswa Magan ...

MOMENTUM, Bandung --Menghubungkan teori di bangku kuliah dengan k ...


Kadisdikbud Tubaba Ngaku Tak Tahu Data Sekola ...

MOMENTUM, Panaragan -- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Di ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com