IBN Pringsewu Buka Peluang Kuliah bagi Pekerja

Tanggal 29 Okt 2026 - Laporan Joko Sulistyo. - 171 Views
Kampus Institut Bakti Nusantara (IBN) Pringsewu, Lampung di Pringsewu. Foto: Ist.

MOMENTUM, Pringsewu--Program Studi Manajemen Program Sarjana Institut Bakti Nusantara (IBN) Pringsewu, Lampung, memperoleh sertifikat kelayakan penyelenggaraan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi melalui sistem SiERRA.

Pengakuan tersebut menjadi langkah strategis IBN dalam memperluas akses pendidikan tinggi, khususnya bagi pekerja, karyawan, pelaku usaha, dan masyarakat profesional yang telah memiliki pengalaman kerja.

Rektor IBN Pringsewu, Fauzi, menjelaskan, berdasarkan sertifikat yang diterbitkan melalui sistem SiERRA, Program Studi Manajemen IBN dinyatakan layak menyelenggarakan RPL Tipe A pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 dengan nomor penyelenggara 022015612012026136191.


Menurutnya, sertifikat tersebut menjadi bukti kelayakan program studi dalam menyelenggarakan mekanisme pengakuan capaian pembelajaran yang diperoleh melalui pendidikan formal, nonformal, informal, maupun pengalaman kerja yang relevan.

Fauzi mengatakan, melalui program RPL, masyarakat yang telah memiliki pengalaman kerja dan kompetensi profesional berkesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang Sarjana (S1) Manajemen dengan memanfaatkan pengalaman tersebut sebagai bagian dari penilaian akademik.

Program ini membuka peluang bagi mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan S1 dalam waktu sekitar dua tahun, bergantung pada jumlah satuan kredit semester (SKS) yang dapat diakui melalui proses asesmen serta sisa mata kuliah yang harus ditempuh.

"Dengan demikian, pekerja dan karyawan tidak harus mengulang seluruh proses pembelajaran dari awal apabila kompetensi yang dimiliki telah memenuhi capaian pembelajaran mata kuliah tertentu," jelasnya.

Fauzi menambahkan, akreditasi Unggul memungkinkan pengakuan pembelajaran lampau mencapai maksimal 70 persen dari total beban studi, sesuai ketentuan yang berlaku.

"Jika total beban studi 145 SKS, pengakuan 70 persen setara sekitar 100 SKS. Dengan demikian, mahasiswa masih harus menempuh sekitar 45 SKS untuk menyelesaikan pendidikan S1 Manajemen. Namun, jumlah SKS yang diakui tetap ditentukan melalui proses asesmen," terangnya.

Kelayakan penyelenggaraan RPL Tipe A tersebut didukung komitmen IBN dalam meningkatkan mutu pendidikan, termasuk capaian akreditasi Unggul/A yang dimiliki Program Studi Manajemen.

Status akreditasi tersebut menjadi salah satu modal penting dalam menunjukkan kualitas penyelenggaraan pendidikan, tata kelola akademik, kompetensi dosen, serta kesiapan program studi melaksanakan pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan dunia kerja.

Dalam pelaksanaannya, pengalaman kerja calon mahasiswa akan dinilai melalui mekanisme asesmen, antara lain pemeriksaan dokumen portofolio, sertifikat kompetensi, riwayat pekerjaan, hasil pelatihan, dan bukti keterampilan profesional yang relevan dengan bidang Manajemen.

"Dengan mekanisme tersebut, pengalaman dan kompetensi yang telah dimiliki calon mahasiswa dapat dipertimbangkan dalam proses pembelajaran sesuai hasil asesmen dan ketentuan yang berlaku," imbuh Fauzi. (/*)

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


IBN Pringsewu Buka Peluang Kuliah bagi Pekerj ...

MOMENTUM, Pringsewu--Program Studi Manajemen Program Sarjana Inst ...


Library Expo 2026, Rektor Unila Resmikan Waja ...

MOMENTUM, Lampung--Unit Pelaksana Akademik (UPA) Perpustakaan Uni ...


Korban Kecelakaan Lalu Lintas Terbanyak Usia ...

MOMENTUM, Pringsewu — Satlantas Polres Pringsewu mengajak pelaj ...


224 Pelajar Ikuti English Competition 2026 di ...

MOMENTUM, Pringsewu — Sebanyak 224 pelajar SMP negeri dan swast ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com