Hingga Oktober, Realisasi Investasi Pesawaran Tembus Rp67,89 Miliar

Tanggal 02 Nov 2026 - Laporan Rifat Arif - 56 Views
Ilustrasi. Ist.

MOMENTUM, Gedongtataan--Realisasi investasi di Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung hingga Oktober 2026 mencapai Rp67,89 miliar atau 37,7 persen dari target tahunan sebesar Rp180 miliar.

Kepala Bidang Penanaman Modal, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pesawaran, Tri Suryaningsih mengatakan, nilai investasi tersebut berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA).

“Nilai realisasi investasi Kabupaten Pesawaran hingga Oktober 2026 sebesar Rp67.893.599.193 atau sebesar 37,7 persen dari target yang ditetapkan,” kata Tri Suryaningsih, Senin (2-11-2026).

Berdasarkan data DPMPTSP Pesawaran, realisasi investasi dari PMDN tercatat sebesar Rp4.370.976.461. Sementara itu, investasi dari PMA mencapai Rp63.522.623.102.

Dengan demikian, investasi asing masih mendominasi realisasi penanaman modal di Kabupaten Pesawaran hingga Oktober 2026.

Adapun target investasi Pesawaran pada 2026 ditetapkan sebesar Rp180 miliar. 

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan target investasi pada 2025 yang mencapai Rp250 miliar.

Dari sisi sektor usaha, tanaman pangan menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai mencapai Rp25.559.141.586 atau sekitar Rp25,56 miliar.

Hingga Oktober 2026, tercatat sebanyak 368 proyek dan 58 investor telah merealisasikan investasinya di Kabupaten Pesawaran.

Kecamatan Gedong Tataan masih menjadi wilayah dengan tujuan investasi terbesar. 

Namun, DPMPTSP Pesawaran belum merinci nilai investasi yang masuk ke wilayah tersebut maupun faktor spesifik yang menjadikannya tujuan utama investor.

Selain mendorong kegiatan usaha, realisasi investasi tersebut juga berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja lokal. 

Hingga Oktober 2026, jumlah tenaga kerja lokal yang terserap tercatat sebanyak 139 orang.

Tri menjelaskan, upaya menarik investor dan mendorong realisasi investasi di Pesawaran masih menghadapi sejumlah tantangan. 

Kendala tersebut meliputi aspek perizinan, kepastian tata ruang, legalitas lahan, infrastruktur, hingga kesiapan sumber daya manusia.

Dari sisi perizinan, persoalan yang dihadapi antara lain belum tuntasnya atau belum terintegrasinya Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di sejumlah zona strategis.

Salah satunya berkaitan dengan RDTR kawasan pariwisata Teluk Pandan yang berpengaruh terhadap proses Konfirmasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR).

Meski sistem perizinan melalui Online Single Submission (OSS) telah diterapkan, penyesuaian aturan turunan di daerah dan prosedur administrasi masih membutuhkan waktu.

Koordinasi lintas instansi di tingkat kabupaten, provinsi, hingga kementerian dan lembaga juga dapat memengaruhi kepastian waktu penerbitan perizinan berusaha berbasis risiko.

Persoalan lain terdapat pada ketersediaan dan legalitas lahan. Status kepemilikan tanah yang belum jelas, sengketa tumpang tindih lahan, tanah adat atau marga, serta lahan yang belum bersertifikat menjadi tantangan bagi calon investor.

Sejumlah wilayah potensial, terutama untuk pengembangan pariwisata bahari dan kehutanan, juga berada di kawasan hutan lindung, hutan produksi, atau kawasan konservasi pesisir dan pulau-pulau kecil. Kondisi tersebut membuat pemanfaatan lahan membutuhkan proses perizinan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, kenaikan harga tanah akibat spekulasi di kawasan potensial turut meningkatkan biaya awal investasi.

Dari aspek infrastruktur, akses jalan menuju kawasan industri, sentra agribisnis, dan destinasi wisata di beberapa wilayah dinilai belum memadai. 

Keterbatasan lebar jalan untuk kendaraan berat, belum meratanya pasokan listrik dan jaringan air bersih, serta belum optimalnya pengembangan kawasan industri turut menjadi tantangan.

Pengembangan Kawasan Industri Pesawaran juga masih memerlukan pengelola dan penyediaan lahan yang siap digunakan investor.

Sementara itu, dari sisi sumber daya manusia, ketersediaan tenaga kerja lokal dengan keterampilan teknis dan penguasaan teknologi terbaru masih perlu ditingkatkan. Peta potensi investasi yang siap ditawarkan kepada investor serta skema insentif daerah juga perlu terus diperkuat agar Pesawaran mampu bersaing dengan daerah lain.(*)

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


Hingga Oktober, Realisasi Investasi Pesawaran ...

MOMENTUM, Gedongtataan--Realisasi investasi di Kabupaten Pesawara ...


Makin Sering Transaksi Makin Untung, Pelangga ...

MOMENTUM, Palembang--Telkomsel Regional Sumbagsel mengajak pelang ...


Harga BBM Nonsubsidi yang Berlaku pada 1 Nove ...

MOMENTUM, Bandarlampung – Harga bahan bakar minyak (BBM) di se ...


PTPN I Gandeng Stakeholder Tanam 2.026 Pohon ...

MOMENTUM, Bandung--Ancaman perubahan iklim dan meningkatnya risik ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com