Lampung Tengah Bidik Investasi Industri dan Pengolahan Sampah

Tanggal 05 Nov 2026 - Laporan Agus Setiawan - 192 Views
Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri saat menghadiri Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2026 di Jakarta, Rabu (4/11/2026). Foto: Ist.

MOMENTUM, Jakarta – Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri mulai mendorong pengembangan investasi di sektor industri dan pengolahan sampah. Kedua sektor tersebut dinilai memiliki potensi strategis untuk menggerakkan perekonomian daerah, membuka lapangan kerja, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup.

Upaya tersebut sejalan dengan langkah Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memperkuat iklim investasi dan menarik investor nasional maupun internasional melalui Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2026 di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Dalam forum tersebut, Rahmat Mirzani Djausal didampingi Komang Koheri dan Wali Kota Metro. Mereka juga bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani untuk memperkuat sinergi dan dukungan terhadap pengembangan investasi di Provinsi Lampung.

Komang mengatakan, momentum penguatan investasi di tingkat provinsi harus dimanfaatkan Lampung Tengah untuk menawarkan potensi ekonomi daerah, terutama sektor industri dan pengolahan sampah.

Menurutnya, Lampung Tengah memiliki peluang menjadi tujuan investasi yang mampu mengembangkan industri produktif sekaligus menghadirkan solusi terhadap persoalan lingkungan.

“Ke depan, kita ingin investasi di Lampung Tengah semakin berkembang, terutama pada sektor industri dan pengelolaan sampah. Ini menjadi peluang yang harus kita dorong bersama karena selain memberikan nilai tambah ekonomi, investasi juga harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Komang.

Ia menilai, pengelolaan sampah tidak semestinya hanya dipandang sebagai persoalan kebersihan dan lingkungan. Dengan dukungan teknologi, sistem, dan manajemen yang tepat, sampah dapat dikembangkan menjadi sumber ekonomi baru yang memiliki nilai tambah.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah membuka peluang kerja sama dengan investor yang memiliki kemampuan dan teknologi pengolahan sampah. Peluang tersebut mencakup pengembangan industri daur ulang hingga pemanfaatan sampah menjadi produk bernilai ekonomis.

“Kita ingin sampah tidak hanya dikumpulkan dan dibuang, tetapi bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai. Dengan dukungan teknologi dan investasi yang tepat, pengelolaan sampah dapat menjadi peluang usaha, membuka lapangan kerja, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” tegasnya.

Selain pengolahan sampah, pengembangan investasi industri juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Komang berharap, masuknya investor dapat mendorong pertumbuhan industri pengolahan, memperkuat rantai produksi, meningkatkan daya saing potensi lokal, serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah daerah perlu menciptakan iklim usaha yang memberikan kepastian kepada investor. Upaya itu mencakup kemudahan pelayanan perizinan, kejelasan regulasi, kesiapan infrastruktur, serta kepastian kesesuaian lokasi investasi dengan ketentuan tata ruang.

“Kami ingin membangun kepercayaan investor. Pemerintah daerah harus memberikan pelayanan yang baik, kepastian aturan, dan kemudahan sesuai ketentuan. Namun, investasi yang masuk juga harus memperhatikan kelestarian lingkungan serta kepentingan masyarakat,” ungkapnya.

Komang menegaskan, pembangunan ekonomi tidak boleh hanya berorientasi pada besarnya nilai investasi. Setiap kegiatan usaha harus memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat, peningkatan pendapatan daerah, penciptaan lapangan kerja, dan keberlanjutan lingkungan.

Ia berharap, penguatan iklim investasi yang dilakukan pemerintah provinsi dapat membuka peluang lebih luas bagi Lampung Tengah untuk menarik investor berkualitas, khususnya di sektor industri dan pengolahan sampah.

“Harapan kita, Lampung Tengah semakin maju dengan hadirnya investasi yang produktif. Industri berkembang, persoalan sampah mendapatkan solusi, lapangan pekerjaan semakin terbuka, dan masyarakat menjadi pihak yang paling merasakan manfaat pembangunan,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam pembukaan LEIF 2026 menyampaikan tiga langkah strategis untuk memperkuat iklim investasi. Ketiganya meliputi percepatan perizinan berbasis digital dan transparan, penguatan kepastian regulasi, serta penciptaan iklim usaha yang kondusif melalui fasilitasi proaktif dan dukungan infrastruktur.

Forum tersebut mempertemukan lebih dari 100 calon investor potensial dari dalam dan luar negeri melalui pertemuan bisnis secara langsung atau *one-on-one meeting*, serta penjajakan kerja sama investasi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Lampung pada triwulan II 2026 tumbuh 5,29 persen secara tahunan (*year-on-year*). Capaian tersebut menempatkan Lampung sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Sumatera. (\*)

Editor: Harian Momentum


Comment

Berita Terkait


Lampung Tengah Bidik Investasi Industri dan P ...

MOMENTUM, Jakarta – Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri mulai ...


Inspektorat dan Kejari Lampung Tengah Evaluas ...

MOMENTUM, Gunungsugih – Inspektorat Kabupaten Lampung Tengah be ...


Perkuat Kepastian Hukum Lingkungan, DLH Lampu ...

MOMENTUM, Bandarlampung--Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung me ...


Warga Diminta Siaga Banjir dan Angin Kencang ...

MOMENTUM, Bandarlampung – Pemerintah Provinsi Lampung memperkua ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com