UBL Kembangkan Kapal Otonom Berbasis AI untuk Logistik dan SAR

Tanggal 05 Nov 2026 - Laporan Harian Momentum. - 142 Views

MOMENTUM, Bandarlampung – Universitas Bandar Lampung (UBL) bersama PT Suwondo Sigit Solution mengembangkan kapal otonom berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk mendukung distribusi logistik antarpulau dan operasi pencarian serta penyelamatan (search and rescue/SAR) di perairan Indonesia.

Inovasi yang diberi nama Autonomous Marine Delivery System (AMDS) tersebut dirancang untuk menjawab tantangan konektivitas maritim, terutama di wilayah kepulauan yang masih menghadapi keterbatasan transportasi, tingginya biaya distribusi, serta sulitnya akses terhadap layanan darurat.

Penanggung Jawab Teknis Proyek AMDS, Dr. Riza Muhida, mengatakan Indonesia membutuhkan solusi transportasi laut yang mampu menjangkau wilayah kepulauan secara lebih efektif.

“Indonesia membutuhkan solusi transportasi maritim yang mampu menjangkau wilayah kepulauan secara lebih efektif. Melalui AMDS, kami mengembangkan kapal otonom yang tidak hanya ditujukan untuk distribusi barang, tetapi juga dapat mendukung operasi penyelamatan dan pengiriman bantuan darurat ke wilayah yang sulit diakses,” ujar Riza, Selasa (3/11/2026).

Secara teknis, AMDS mengintegrasikan sistem navigasi berbasis AI dengan teknologi komunikasi hibrida melalui jaringan radio frekuensi (RF), seluler, dan satelit orbit rendah (Low Earth Orbit/LEO).

Kapal tersebut juga dirancang terhubung dengan smart docking station untuk mendukung proses bongkar muat barang secara otomatis.

Mengadopsi desain perahu bercadik khas Indonesia, AMDS menggunakan lambung utama berbahan Fiberglass Reinforced Plastic (FRP) dengan panjang sekitar sembilan meter dan kapasitas muatan hingga 500 kilogram.

Sistem penggeraknya menggunakan motor listrik yang didukung baterai dan panel surya. Kapal ini juga mengadopsi konsep energi hibrida berbasis tenaga surya dan angin untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

Riza menjelaskan, keunggulan AMDS terletak pada integrasi berbagai teknologi dalam satu sistem maritim cerdas, mulai dari navigasi otomatis, komunikasi, pengelolaan energi, hingga pemantauan kondisi perairan secara real-time.

“AMDS bukan sekadar kapal tanpa awak, tetapi sebuah sistem transportasi maritim cerdas yang menggabungkan teknologi navigasi, komunikasi, dan energi terbarukan. Kami berharap inovasi ini dapat berkembang menjadi solusi nyata bagi kebutuhan logistik kepulauan sekaligus memperkuat kemandirian teknologi maritim nasional,” jelasnya.

Selain mendukung pengiriman barang dan kebutuhan pokok ke pulau-pulau terpencil, AMDS dirancang untuk menjalankan patroli perairan, memantau kondisi laut, serta mengirimkan obat-obatan, peralatan keselamatan, dan bantuan logistik ke lokasi kecelakaan atau keadaan darurat.

Dengan kemampuan tersebut, AMDS berpotensi mendukung efektivitas operasi SAR, menekan biaya distribusi, dan memperluas jangkauan layanan transportasi laut.

Dalam jangka panjang, teknologi ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap penguatan program Tol Laut, pemerataan ekonomi wilayah kepulauan, serta transisi menuju transportasi maritim yang lebih ramah lingkungan.

Libatkan Mahasiswa Sejak Awal

Pengembangan AMDS juga melibatkan lima mahasiswa Program Studi Teknik Mesin UBL. Mereka terdiri atas satu mahasiswa semester tiga dan empat mahasiswa semester satu.

Keterlibatan mahasiswa sejak awal masa perkuliahan tersebut menjadi bagian dari implementasi Talent and Career Ecosystem UBL, yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung dalam riset, pengembangan teknologi, dan kolaborasi dengan industri.

Melalui proyek tersebut, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis di ruang kelas, tetapi juga berkesempatan mengembangkan keterampilan teknis, kemampuan memecahkan masalah, kreativitas, dan kerja sama tim melalui inovasi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Kolaborasi dosen, mahasiswa, dan mitra industri dalam pengembangan AMDS sekaligus memperkuat komitmen UBL menuju Entrepreneurial University, dengan mendorong ekosistem pendidikan yang menghubungkan pembelajaran, riset, inovasi, dan kebutuhan dunia industri.

Melalui pendekatan tersebut, UBL berupaya mempersiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan kesiapan memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi, menciptakan peluang, serta berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi dan teknologi nasional.

Mengusung semangat “Menghubungkan Pulau, Mengantar Harapan, Membangun Negeri Tanpa Batas”, AMDS diharapkan menjadi bagian dari solusi teknologi untuk membangun konektivitas maritim Indonesia yang lebih inklusif, aman, dan berkelanjutan. (\*)

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


UBL Kembangkan Kapal Otonom Berbasis AI untuk ...

MOMENTUM, Bandarlampung – Universitas Bandar Lampung (UBL) bers ...


Gubernur Dorong Pelatihan Vokasi Kebutuhan In ...

MOMENTUM, Bandar Lampung--Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal ...


Ketum HIPMI Lampung Ajak Pelajar SMAN 9 Beran ...

MOMENTUM, Bandarlampung--Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) H ...


Borong Dua Penghargaan, Mahasiswa Hukum UBL B ...

MOMENTUM, Bandarlampung--Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Ban ...


E-Mail: harianmomentum@gmail.com