MOMENTUM, Bandarlampung--Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung mencatat perekonomian Provinsi Lampung pada triwulan III 2026 tumbuh sebesar 5,02 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Angka pertumbuhan tersebut berada di bawah capaian nasional yang tercatat sebesar 5,47 persen.
Secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq), ekonomi Lampung hanya tumbuh 0,43 persen, yang juga jauh tertinggal dibandingkan angka nasional sebesar 1,59 persen.
Capaian tahunan pada triwulan III ini sedikit melambat jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 5,04 persen.
Sementara itu, secara kumulatif dari Januari hingga September 2026, ekonomi Lampung tumbuh 5,29 persen, masih di bawah angka nasional sebesar 5,45 persen.
Penyusutan tajam pada laju kuartalan dipengaruhi oleh kontraksi pada sejumlah komponen utama. Konsumsi rumah tangga terkontraksi 1,51 persen, konsumsi pemerintah turun 5,24 persen, dan aktivitas perdagangan mengalami kontraksi 2,75 persen.
Sektor pertanian yang memegang porsi terbesar sebesar 28,17 persen terhadap struktur ekonomi Lampung hanya mampu tumbuh 2,05 persen secara tahunan, serta mengalami kontraksi 1,16 persen secara kuartalan.
Kendati demikian, sejumlah sektor lain masih menunjukkan tren positif.
Industri pengolahan tercatat tumbuh 4,13 persen secara kuartalan dan 5,63 persen secara tahunan.
Selain itu, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 5,67 persen secara kuartalan, diikuti peningkatan ekspor sebesar 4,53 persen yang menunjukkan aktivitas produksi dan jasa masih berjalan di tengah perlambatan ekonomi daerah.(**)
Editor: Agus Setyawan
E-Mail: harianmomentum@gmail.com