Kritik Membangun untuk KPU Tersampaikan di Ngopi Bareng PWI

Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI, Wirahadikusuma (tengah) saat menjadi panelis sosialisasi Pilkada di Warta Coffe PWI.//alp

MOMENTUM, Tanjungkarang Pusat--Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Lampung Wira Hadikusuma menyampaikan kritik dan saran untuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandarlampung.

Kritik membangun itu disampaikan Wira pada kegiatan Ngopi Bareng  Masyarakat dan Pers Pemantau   Pemilu (Mapilu) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung bersama KPU Kota Bandarlampung di Warta Coffe, Jumat sore (16-10-2020).

Pertama, Wira menyarankan KPU memanfaatkan berbagai media sosial untuk menyiarkan sosialisasi Pilkada 2020. Jangan hanya menggunakan media sosial milik KPU saja.

"Contohnya saat debat Pilkada kemarin, karena terbatasi di dalam ruangan. Seharusnya menggunakan media yang banyak followernya," ucapnya.

Selain itu, Wira pun mengaku prihatiin dengan anggara iklan bagi media untuk mensosialisasikan Pilkada 9 September mendatang. 

Budget iklan yang digelontorkan KPU kota dirasa sangat kecil. Padahal kabupaten/kota lain punya budget iklan yang lebih besar.

"Iklan di media kok cuma Rp250 ribu saja," sebutnya. 

Meski demikian, Wira tetap berprasangka baik. Mungkin, menurut Wira, kecilnya anggaran sosialisasi KPU untuk media massa dikarenakan anggaran dari pemerintah kota belum sepenuhnya tersalurkan (belum cair 100 persen).

Baca juga: Mappilu PWI Lampung Fokus Pengawasan Keamanan Masyarakat dari Covid-19

Pemred Harian Momentum dan harianmomentum.com, Andi Panjaitan saat memandu sesi tanya jawab.

Selain memberi keritik dan Sarah, Wira pun mempertanyakan berbagai hal. Diantaranya, apakah Ketua Rumah Tangga (RT) dapat menjadi KPPS. 

Lalu, bagaimana cara agar pemilih yang sedang terisolasi karena Pandemi Covid-19 bisa menyumbangkan hal pilihnya.

"Memilih itu hak asasi manusia, seharusnya KPU tetap dapat memafasilitasi para pemilih yang sedang terisolasi," ungkapnya. 

Wira pun berharap KPU dapat segera menyampaikan ke para awak media secepatnya, bila ada pasangan calon kepala daerah yang melanggar aturan.

"Hal itu bertujuan supaya memberikan sanksi soal, sehingga tidak terulang dan jadi berpikir dua kali untuk melakukan kecurangan," katanya.

Pasca pemaparan dari Wira selaku panelis dalam kegiatan, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh Pemred Harian Momentum dan harianmomentum.com, Andi Panjaitan.

Sesi tanya jawab semakin menarik, sebab banyak yang turut menyampaikan saran, kritik dan pertanyaan pada Ketua KPU Bandarlampung Dedy Triadi.(**)

Laporan: Alfanie Pratama

Editor: Agung Chandra Widi

Berikan Komentar