MOMENTUM, Bandarlampung -- Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal bersama Wakil Gubernur Jihan Nurlela langsung tancap gas menjalankan agenda pembangunan di Provinsi Lampung. Fokus utama diarahkan pada penguatan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta reformasi tata kelola pemerintahan.
Ekonomi Desa dan Infrastruktur Digenjot
Melalui Program Desaku Maju, desa didorong menjadi pusat pertumbuhan ekonomi. Hilirisasi pertanian diperkuat lewat pengembangan BUMDes, bantuan alat pengering hasil panen (bed dryer), serta pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh desa.
Pemerintah juga memperkuat kapasitas masyarakat melalui pelatihan vokasi berbasis design thinking guna mendorong inovasi berbasis potensi lokal.
Di sektor infrastruktur, Pemprov Lampung mempercepat pembangunan dan perbaikan jalan strategis. Sebanyak 62 paket pekerjaan ruas jalan provinsi disiapkan dan mulai dikerjakan serentak pada Maret 2026 untuk meningkatkan konektivitas dan memperlancar distribusi ekonomi.
Kinerja ekonomi daerah juga tercermin dari keberhasilan menjaga inflasi. Pada Januari 2026, inflasi Lampung tercatat 1,9 persen, terendah di Sumatera dan masuk 10 besar terendah secara nasional.
Lampung juga memperkuat konektivitas digital melalui kerja sama satelit tanpa menggunakan APBD, serta menghadirkan layanan penyeberangan Selat Sunda melalui Kapal Dalom 1 sebagai moda transportasi baru kebanggaan daerah.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. Foto: Ist.
Investasi SDM dan Layanan Dasar Diprioritaskan
Pembangunan sumber daya manusia menjadi perhatian utama. Pendidikan vokasi diperluas di 93 SMA dan SMK, sekolah unggulan dikembangkan, serta Sekolah Rakyat mulai dirintis untuk memperluas akses pendidikan.
Di bidang kesehatan, Pemprov Lampung memperkuat upaya penurunan stunting dan mendukung Program Makan Bergizi Gratis.
Lampung tercatat memiliki 2.375 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), menempatkannya di peringkat keempat nasional. Capaian ini memperkuat posisi Lampung dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi lokal.
Prestasi juga ditorehkan di tingkat nasional, salah satunya penghargaan Sekda Terbaik Kategori Vision yang diraih Sekretaris Daerah Provinsi Lampung dalam ajang ASKOMPSI Digital Leadership Government Award 2025.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela. Foto: Ist.
Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik Dipercepat
Pemprov Lampung terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif dan transparan. Hal ini ditandai dengan peningkatan nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dari predikat B menjadi BB pada 2025, setelah sembilan tahun stagnan di predikat yang sama.
Lampung juga mencatat capaian penting dengan meraih penghargaan nasional atas keberhasilan menurunkan kemiskinan serta penghargaan Sutami Award 2025 dalam pengelolaan sumber daya air.
Digitalisasi pelayanan publik terus diperluas melalui aplikasi Lampung-in, layanan Drive Thru Pajak, dan aplikasi Saibara guna meningkatkan kemudahan, transparansi, dan akuntabilitas pelayanan.
Di sektor energi, Lampung menjadi provinsi pertama di Indonesia yang mengembangkan Pilot Plant Green Hydrogen di PLTP Ulubelu, menandai langkah konkret menuju transisi energi bersih.
Selain itu, Pemprov Lampung meraih predikat kualitas tertinggi tanpa maladministrasi dari Ombudsman RI dalam Penilaian Pelayanan Publik Tahun 2025.
Komitmen Lampung Maju
Dalam satu tahun kepemimpinan, Pemprov Lampung menunjukkan percepatan pembangunan di berbagai sektor, mulai dari ekonomi desa, infrastruktur, hingga reformasi birokrasi.
Dengan fondasi tersebut, Lampung terus bergerak memperkuat daya saing daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju visi Lampung Maju dan Indonesia Emas. (**)
Editor: Muhammad Furqon