Mengenal Smokescreen dalam Geopolitik

Tanggal 15 Mar 2026 - Laporan Harian Momentum. - 89 Views

Oleh M. Arief Pranoto

MOMENTUM--Menurut Merriam-Webster Dictionary, secara harfiah, smokescreen (tabir asap) adalah penghalang fisik berupa asap yang digunakan militer untuk menutupi pergerakan pasukan atau gerak kendaraan dari pengamatan musuh. Dalam praktik pertempuran, asap dilepaskan agar musuh tidak dapat melihat arah manuver sebenarnya.

Tapi dalam arti kiasan, smokescreen kemudian bermakna taktik pengelabuan, di mana narasi atau tindakan yang sengaja dimunculkan untuk menyembunyikan tujuan yang sebenarnya (hidden agenda).

Dalam geopolitik global, istilah ini merujuk pada situasi ketika negara atau aktor politik menampilkan satu alasan/dalih/isu di ruang publik, sementara tujuan strategis yang sesungguhnya berbeda. Dalam bahasa sehari-hari sering diibaratkan: “sein kiri, belok kanan.”

Para analis geopolitik dan penstudi Hubungan Internasional (HI) kerap menunjuk beberapa kasus berikut sebagai contoh bagaimana smokescreen bekerja. 

Contohnya:

1. Smokescreen dalam Invasi Irak 2003

Narasi resmi pemerintah Amerika Serikat (AS) saat itu menyatakan bahwa rezim Saddam Hussein di Irak memiliki senjata pemusnah massal atau Weapon-Mass Destruction (WMD) yang dianggap sebagai ancaman global.

Operasi militer pun digelar oleh AS yang kemudian dikenal sebagai 2003 Invasion of Iraq dilancarkan dengan isu tersebut. Namun, setelah invasi berlangsung, senjata pemusnah massal itu tidak pernah ditemukan secara meyakinkan. Oleh sebab itu, sebagian analis geopolitik menilai isu WMD berfungsi sebagai smokescreen bagi tujuan strategis lain, seperti memperkuat pengaruh AS di Timur Tengah, misalnya, atau menjaga stabilitas akses energi (terutama minyak), serta regime change dan merombak konfigurasi politik kawasan.

2. Aneksasi Krimea oleh Rusia 2014

Pada 2014, bahkan di 2022 lalu, Rusia di bawah kepemimpinan Vladimir Putin mencaplok wilayah Crimea dari Ukraina pada peristiwa yang dikenal sebagai Annexation of Crimea by the Russian Federation. Narasi resmi yang disampaikan ialah melindungi warga Rusia dan etnis Rusia di Ukraina. Tetapi, banyak analis melihat alasan tersebut sebagai smokescreen geopolitik, karena Krimea memiliki arti strategis besar bagi Rusia, antara lain sebagai basis armada laut Rusia di Laut Hitam, posisi kunci dalam keseimbangan militer Kawasan, serta upaya mencegah Ukraina semakin dekat (bergabung) dengan NATO.

3. Pembangunan Pulau Buatan di Laut Cina Selatan

Dalam satu dekade terakhir, China membangun berbagai pulau buatan di wilayah sengketa seperti Kepulauan Spratly di Laut China Selatan. Seperti biasanya, narasi resmi Beijing ialah membangun fasilitas penelitian, navigasi, dan perlindungan nelayan. Akan tetapi, sejumlah negara kawasan seperti Filipina dan Vietnam menilai pembangunan tersebut sebagai smokescreen bagi agenda yang lebih strategis, yakni memperkuat klaim teritorial, membangun fasilitas militer, dan mengontrol salah satu jalur perdagangan laut tersibuk di dunia.

4. “Perang Melawan Teror”: Legitimasi Operasi Militer

Usai tragedi 11 September 2001 di New York yang dikenal dengan nama 9/11 WTC, AS meluncurkan kampanye global yang dikenal sebagai War on Terror alias perang melawan terorisme. Operasi militer besar pun dilakukan oleh AS dan sekutunya, terutama di Afghanistan (2001–2021) dengan tujuan utama memburu jaringan Al-Qaeda.

Lagi-lagi, bagi banyak analis kritis menyebut, narasi memerangi terorisme global kerap dipandang sebagai smokescreen yang juga berfungsi untuk mempertahankan hegemoni militer AS, melegitimasi kehadiran militer di kawasan strategis guna mengamankan kepentingan geopolitik dan sumber daya energi -- khususnya minyak.

Penutup

Dari berbagai contoh tersebut terlihat satu pola yang relatif sama. Dalam praktik geopolitik, smokescreen biasanya hadir dalam bentuk narasi yang mudah diterima publik, misalnya, demi stabilitas, atau perlindungan kemanusiaan (HAM), demokratisasi, penegakan hukum, ataupun perang melawan terorisme, isu nuklir dan lain-lain

Narasi tersebut berfungsi membingkai kebijakan di depan publik, sementara tujuan strategis yang sesungguhnya—baik geopolitik, ekonomi, maupun militer—sering berada di belakang layar. Di balik kepulan asap.

Dengan kata lain, dalam banyak kasus geopolitik global, apa yang tampak di permukaan belum tentu menggambarkan kepentingan yang sebenarnya. Dan dalam geopolitik insight, kerap yang terlihat di permukaan hanyalah asapnya, sementara manuver utamanya justru berlangsung di balik tabir. (**)

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


Mengenal Smokescreen dalam Geopolitik ...

Oleh M. Arief PranotoMOMENTUM--Menurut Merriam-Webster Dictionary ...


Dilema Amerika dalam Memerangi Iran di Darat ...

Oleh Ichsanuddin Noorsy dan M. Arief PranotoMOMENTUM -- Opsi Pera ...


Pulau Kharg: Simbol Kekuatan Sekaligus Kerent ...

Oleh Ichsanuddin Noorsy dan M. Arief PranotoMOMENTUM -- Kharg ada ...


Invasi Darat ke Iran: Potensi Bunuh Diri Mass ...

Oleh Ichsanuddin Noorsy dan M. Arief PranotoMOMENTUM -- Gagasan A ...


E-Mail: https://t.me/hhackplus HackPlus-attack Smoking Ar