Hari Ini, Ribuan Buruh FSPMI KSPI Unjuk Rasa di DPR RI

Tanggal 16 Apr 2026 - Laporan Harian Momentum - 74 Views

MOMENTUM, Jakarta -- Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) hari ini, Kamis 16 April 2026, menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan DPR RI. Aksi ini diikuti ribuan buruh dari berbagai daerah sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan ketenagakerjaan yang dinilai semakin menjauh dari prinsip keadilan bagi pekerja.

Presiden FSPMI, , menegaskan bahwa aksi hari ini merupakan puncak dari konsolidasi nasional yang telah dilakukan dalam beberapa waktu terakhir. Ia menyampaikan bahwa buruh datang dengan satu pesan, negara tidak boleh terus abai terhadap nasib pekerja.

“Hari ini buruh turun ke jalan bukan tanpa alasan. Ini adalah akumulasi dari ketidakpastian kerja, maraknya outsourcing, dan upah murah yang terus menekan kehidupan buruh. Kami menuntut perubahan nyata, bukan janji,” tegas Suparno di lokasi aksi.

Ia juga menegaskan bahwa aksi dilakukan secara mandiri oleh FSPMI sebagai bentuk soliditas organisasi, sekaligus menunjukkan bahwa kekuatan buruh tetap terorganisir dan siap memperjuangkan haknya secara kolektif.

Dalam orasinya, Suparno menyoroti kondisi riil di lapangan, di mana banyak buruh bekerja bertahun-tahun dengan status kontrak tanpa kepastian diangkat menjadi pekerja tetap. Menurutnya, praktik ini tidak hanya melanggar rasa keadilan, tetapi juga memperlemah posisi tawar buruh dalam hubungan industrial.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, turut memperkuat tuntutan tersebut. Ia menyatakan bahwa aksi ini adalah bagian dari perjuangan strategis buruh untuk mendorong perubahan kebijakan nasional, khususnya terkait pembentukan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru.

“Aksi hari ini adalah peringatan keras bagi pemerintah. Buruh tidak akan diam ketika hak-haknya terus diabaikan. Sudah saatnya negara menjalankan mandat Mahkamah Konstitusi untuk membentuk Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru, yang benar-benar melindungi buruh,” ujar Said Iqbal.

Secara tidak langsung, Said Iqbal juga mengingatkan adanya ancaman gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang semakin nyata akibat tekanan ekonomi global dan kebijakan dalam negeri yang tidak berpihak pada industri nasional. Ia menilai tanpa langkah konkret dari pemerintah, situasi ini akan semakin memburuk dan berdampak luas bagi kelas pekerja.

FSPMI dan KSPI menegaskan bahwa aksi hari ini berlangsung secara tertib, damai, dan konstitusional. Buruh menyampaikan aspirasi dengan disiplin, namun tetap tegas dalam menyuarakan tuntutan.

Adapun tuntutan utama dalam aksi hari ini meliputi pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru, penghapusan outsourcing, penolakan sistem upah murah, jaminan kepastian kerja, serta penghentian gelombang PHK.

Aksi 16 April ini juga menjadi bagian dari rangkaian besar menuju peringatan May Day 2026, yang diperkirakan akan melibatkan ratusan ribu buruh di seluruh Indonesia dengan isu yang lebih luas dan tekanan politik yang lebih kuat.

“Perjuangan ini tidak berhenti hari ini. Ini adalah langkah awal menuju gelombang yang lebih besar di May Day. Kami akan terus bergerak sampai ada perubahan nyata,” tutup Suparno.

Editor: Muhammad Furqon


Comment

Berita Terkait


Baru Dilantik Jadi Ketua Ombudsman, Hery Susa ...

MOMENTUM, Jakarta--Baru beberapa hari dilantik sebagai Ketua Ombu ...


Hari Ini, Ribuan Buruh FSPMI KSPI Unjuk Rasa ...

MOMENTUM, Jakarta -- Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FS ...


Anggota DPRD Lamteng Dilaporkan Sejak Desembe ...

MOMENTUM, Bandarlampung -- Seorang anggota DPRD Kabupaten Lampung ...


Sinergi Aparat Gagalkan Penyelundupan Sabu ol ...

MOMENTUM, Kotabumi -- Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu ya ...


E-Mail: