MOMENTUM, Jember -- PTPN I (Persero) Regional 5 menargetkan perluasan pasar ekspor tembakau ke Rusia dan China pada 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan spesifikasi tembakau yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar di kedua negara tersebut.
Region Head PTPN I Regional 5, Subagiyo, mengatakan Rusia dan China menjadi sasaran pasar baru karena memiliki potensi konsumsi cerutu yang cukup besar. Saat ini, PTPN I Regional 5 masih fokus memasok pasar tradisional di kawasan Eropa.
“Kami sedang menyiapkan spesifikasi tembakau yang sesuai dengan kebutuhan pasar Rusia dan China. Potensinya cukup besar, terutama untuk industri cigar,” kata Subagiyo di sela tanam perdana tembakau di Kebun Ajung Gayasan, Kabupaten Jember, Selasa (12/5/2026).
Menurut dia, Tembakau Bawah Naungan (TBN) produksi PTPN I Regional 5 selama ini telah dipasarkan ke sejumlah negara di Eropa. Meski berorientasi ekspor, perusahaan tetap menjaga pasokan untuk kebutuhan industri dalam negeri.
Ia menjelaskan, tembakau kualitas premium atau grade A diprioritaskan untuk pasar ekspor guna memenuhi standar global. Sementara tembakau grade medium ke bawah dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan industri domestik.
Pada musim tanam tahun ini, PTPN I Regional 5 menargetkan luas tanam tembakau mencapai 400 hektare dengan produktivitas sekitar 1,2 ton per hektare. Dari total produksi tersebut, perusahaan menargetkan sedikitnya 30 persen masuk kategori mutu terbaik atau Mutu 1 yang siap diekspor.
Distribusi hasil produksi dilakukan secara bertahap menyesuaikan kebutuhan pasar, baik ekspor maupun domestik, guna menjaga stabilitas pasokan sepanjang tahun.
Di sisi lain, perusahaan juga menyiapkan langkah mitigasi menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi produksi. Pada fase awal tanam yang masih dipengaruhi curah hujan, PTPN I Regional 5 mengoptimalkan sistem “patusan” untuk mempercepat penyerapan air ke dalam tanah dan menjaga kondisi akar tanaman.
Sementara saat memasuki fase perawatan yang diperkirakan dipengaruhi musim kering, perusahaan menyiapkan sistem irigasi untuk menjaga kecukupan air bagi tanaman.
Selain itu, penggunaan naungan tetap diterapkan untuk menjaga kualitas daun tembakau, terutama dalam mengurangi paparan panas matahari langsung yang dapat memengaruhi elastisitas daun. Dengan langkah tersebut, PTPN I Regional 5 optimistis target produksi dan pengembangan pasar ekspor dapat tercapai. (**)
Editor: Muhammad Furqon
E-Mail: harianmomentum@gmail.com